Connect with us

Dunia

Jasad George Floyd Dibawa ke Pemakaman dengan Kereta Kuda

Published

on

Jenazah George Floyd (46), disemayamkan dan didoakan di Gereja Pancuran Doa (Fountain of Praise) di Houston. (foto/ap)


Jakarta,Geosiar.com

Jenazah pria kulit hitam korban kekerasan polisi dan dugaan rasialisme, George Floyd (46), dibawa ke tempat pemakaman umum di Houston, Texas, Amerika Serikat, menggunakan kereta kuda.

Seperti dilansir, Rabu (10/6), usai disemayamkan dan didoakan di Gereja Pancuran Doa (Fountain of Praise) di Houston, jenazah Floyd yang disimpan di peti mati berlapis emas kemudian dibawa menggunakan mobil jenazah. Sebelum tiba di Taman Pemakaman Houston di Pearland, peti berisi jasad Floyd dipindahkan ke sebuah kereta jenazah berwarna putih, dengan kaca di kedua sisi.

Kereta tersebut ditarik oleh dua ekor kuda berwarna putih. Pada bagian atas kereta tersemat rangkaian bunga.


Sepanjang perjalanan saat jenazah Floyd dibawa menggunakan kereta kuda, para penduduk yang menantikan di pinggir jalan saling bersahutan meneriakkan namanya.

Jasad Floyd lantas dikebumikan di samping makam mendiang ibunya.

Dalam upacara pelepasan jenazah, pemuka agama Nasrani sekaligus tokoh masyarakat kulit hitam dan aktivis hak asasi manusia di AS, Pendeta Al Sharpton, menyatakan berjanji akan melanjutkan gerakan yang saat ini terjadi di negara itu meski Floyd sudah dimakamkan.

Sharpton menyatakan kematian Floyd meninggalkan sebuah warisan untuk perbaikan kehidupan umat manusia.

“Engkau mengatakan ingin menyentuh dunia. Tuhan mengabulkannya. Namun, engkau tidak melakukannya di lapangan basket atau futbol. Tuhan mempunyai rencana lain untukmu. Karena di seluruh dunia, mereka bergerak dengan namamu. Engkau menyentuh Afrika Selatan. Engkau menyentuh Inggris. Engkau menyentuh seluruh dari 50 negara bagian di AS, bahkan di tengah pandemi, orang-orang rela turun ke jalan tanpa mempedulikan menjaga jarak karena engkau menyentuh dunia. Dan meski jasadmu dikebumikan hari ini, gerakan ini tidak akan berhenti sampai ada keadilan. Sampai kita mendapat satu keadilan yang sama,” kata Sharpton.

Floyd meninggal setelah mengalami tindak kekerasan oleh anggota kepolisian Minneapolis, dengan dalih melawan ketika ditangkap pada 25 Mei lalu.

Lelaki berusia 46 tahun itu ditangkap karena dilaporkan membeli sebungkus rokok menggunakan uang pecahan US$20 palsu, di gerai Cup Foods di Minneapolis.

Dari hasil autopsi, Floyd meninggal karena henti jantung. Dia juga dilaporkan terinfeksi virus corona (Covid-19).

Petugas kepolisian Minneapolis, Derek Chauvin, yang menindih leher Floyd dengan lutut saat penangkapan selama 8 menit 46 detik hingga tersangka kehabisan napas, dijerat dengan sangkaan pembunuhan tingkat dua, setelah sebelumnya disangka pembunuhan tingkat tiga.

Chauvin yang sempat ditahan di penjara Ramsey County dipindahkan ke Lapas Hennepin County, kemudian kini dibui di Lapas Negara Bagian Minnesota.

Tiga polisi lain yang terlibat penangkapan Floyd adalah Thomas Lane, J. Alexander Kueng dan Tou Thao, kini juga dibebastugaskan dan ditahan dijerat sangkaan berbeda karena dinilai bersekongkol dan mengakibatkan Floyd meninggal. (cnn/x1)

Advertisement