Connect with us

Politik

Tokoh Pemuda Medan: “Akhyar Nasution Sudah Berbuat, Pekerja Keras dan Harus Maju”

Published

on

Ir Akhyar Nasution dan Zultaufik Nasution

Medan, Geosiar.com – Sosok Ir Akhyar Nasution dinilai sangat tepat meneruskan pembangunan kota Medan ke depan. Banyak program yang tertunda dan gagasan baru memperbaiki kesejahteraan rakyat yang akan direalisasikan.

“Tertunda belum terlaksana bukan karena ketidakmampuan tetapi akibat pandemi corona virus disease 2019 (Covid 19). Kita berharap wabah Covid 19 cepat berlalu maka akan kita lihat sistem penataan disegala hal akan lebih baik,” ujar tokoh pemuda kota Medan Zultaufik kepada wartawan di Medan, Minggu (31/5/2020).

Ditambahkan Zultaufik yang juga mantan Ketua Karang Taruna Kota Medan 2006-2016 itu, Akhyar Nasution sudah berbuat, punya pengalaman dan saat ini menjabat Pelaksana tugas (Plt) Walikota Medan. Selaku pekerja keras, sederhana dan punya jiwa kerakyatan pantas dicalonkan untuk Walikota berikutnya.

Bahkan dengan tegas, Zultaufik menyampaikan agar Akhyar Nasution untuk tetap maju ikut pada kontestasi Pilkada Medan meski ada upaya menjegal agar tidak bisa mencalonkan di Pilkada Medan 2020.

“Indikasi itu terlihat dengan adanya gerakan ambisius kelompok tertentu agar hanya ada satu calon sehingga Pilkada Medan calon tunggal melawan kotak kosong,” papar Zultaufik seraya menyebut apalagi kalau yang yang mau dimenangkan itu yang tidak punya pengalaman dan rekam jejaknya.

“Ini bukan cengeng atau mengada-ada.
Saya ini anak Medan, marga Nasution. Coba saya tanya siapa yang kenal nama Bobby Nasution sebelum ia menjadi menantu presiden,” sebut Zultaufik Nasution.

Ditambahkan, “Nah sekarang setelah jadi menantu presiden dengan keterbatasan pengalaman dan rekam jejak yang belum terlihat, mau dipaksakan jadi walikota Medan dengan menyingkirkan yang sudah berbuat, terbukti kinerja dan pengabdiannya seperti Akhyar, itu kan sama dengan zalim,” tambahnya.

“Saran saya kepada yang terhormat Pak Jokowi agar jangan diikuti ambisi menantunya dari kolega Bobby. Ini Medan dan rakyat pasti akan melawan zalim itu dan berbalik bersimpati mendukung Akhyar,” ujarnya.

Disampaikan Zultaufik, Ingat ya di dua kali Pilpres untuk Kota Medan di periode 1 Jokowi kalah mencapai 30 ribu lebih. Di pilpres 2 kemarin lebih besar kalahnya sekitar seratus ribu lebih.

“Saya mau sampaikan kepada Bobby juga, saya ini bermarga Nasution. Orang- orang tua kita dan keluarga besar Nasution di Medan ini hampir semua mempertanyakan ambisimu. Kau masih terlalu muda, pengalananmu belum cukup. Kalau kau memaksakan diri maju dan kemudian kau menang, itu sama artinya kau merampas hak orang lain.
Karena Akhyar itu lebih berkemampuan dan telah berbuat untuk kota Medan bahkan sedang menjadi pemimpin,” sebut Zultaufik. (lamru)

Advertisement