Connect with us

Nasional

Kapolda Sumut Diminta Lakukan Penyelidikan Melalui Polres Karo Terkait Sebab Kematian Pasien SU br Tarigan

Published

on

foto jenazah sudah dimasukan kedalam peti, sesaat sebelum diberangkatkan dari RSU Kabanjahe menuju TPU khusus pemakaman Jenazah terpapar Covid-19 di desa Salid kecamatan tigapanah kabupaten karo

Tanahkaro – Geosiar – Terkait meninggalnya pasien yang dirujuk dari rumah sakit efarina berastagi ke rumah sakit umum kabanjahe, dan pada hari selasa (26/5/2029) diketahui pasien berinisial SU br Tarigan telah meninggal dunia sekira pukul 08.30 wib diruang isolasi rumah sakit umum kabanjahe, dan kapolda sumut diminta dapat melakukan penyelidikan terkait sebab sebab kematian pasien.

Sebelumnya juga diketahui bahwa pasien yang telah meninggal dunia tersebut terlebih dahulu telah melakukan pemeriksan kesehatan didaerah seputaran kabanjahe, dengan hasil pemeriksaan pasien menderita sakit asam lambung.

Penjelasan salah seorang pegawai RSU kabanjahe saat dipertanyakan awak media memohon agar merahasiakan namanya tersebut menjelaskan bahwa sudah dilakukan rapidtes terhadap pasien SU br tarigan dan dengan hasilnya non Reaktif (neghative) serta hasil telah diberitahukan kepada pihak keluarga almarhumah, dan juga sudah dilakukan pengambilan sample darah untuk dilakukan SWEB TEST terhadap pasien, namun sebelum hasil Sweb test keluar pasien sudah meninggal dunia,ujarnya diarea RSU Kananjahe, selasa (26/5/2020).

Soni husni ginting, masyarakat dan tokoh pemuda dari Generasi Muda GM FKPPI Kabupaten Karo saat ditemui di posko gugus tugas percepatan penangan covid19 kabupaten karo mengatakan “kami meminta agar bapak kapolda sumut melalui polres tanah karo bersedia melakukan penyelidikan terkait sebab sebab kematian pasien atasnama SU br tarigan yang sangat mencurigakan.

Kami merasakan adanya keanehan dan keganjilan terkait meninggalnya pasien yang patut diduga belumlah tentu positif terpapar Covid-19 tersebut, serta dengan adanya komentar komentar miring di akun facebook nya, termasuk komentar dari akun yang mengaku sebagai anak dari pasien yang telah meninggal dunia tersebut membantah dan mengaku bahwa orang tua nya tidak positif terpapar Covid-19 dan dengan hasil Rapidtest non Reaktif.

Saya juga mendapat informasi terkait adanya rencana dari pihak RSU kabanjahe bersama posko gugus tugas untuk dilakukan pemakaman terhadap jenazah SU br tarigan dipemakaman umum desa salit (pemakaman pasien covid-19), namun mendapat penolakan dari masyarakat Desa Salit kecamatan tiga Panah kabupaten karo provinsi sumatra utara (pemakaman pasien covid-19).

Menurut saya jika pasien yang meninggal dunia tersebut bukanlah merupakan pasien positif terpapar covid-19, mengapa direncanakan pemakaman dilakukan di pemakaman umum desa salit dengan tahapan penguburan secara Standar pemakaman jenzah covid-19, dan seperti kita ketahui bahwa pihak keluarga sudah berencana melakukan pemakaman terhadap pasien tersebut di desa sikeben kabupaten deliserdang.

Pemda karo bersama instansi instansi terkait harus memperhatikan situasi pada saat sekarang ini yang juga diketahui bahwa keluarga pasien sudah menjadi sorotan bagi masyarakat kabupaten karo, terlebih timbulnya dugaaan dugaan yang beranggapan bahwa pasien tersebut telah membawa wabah covid-19 ke kabupaten karo sehingga menimbulkan keresahan khususnya masyarakat kabanjahe.

Maka dari itu kita minta juga agar kepala Pelaksana BPBD kabupaten Karo selaku ketua harian posko gugus tugas percepatan penanganan covid-19 kabupaten karo bersama direktur RSU kabanjahe, kepala dinas kesehatan kabupaten karo perlu melakukan pres relese rangkaian rangkaian penanganganan dan hasil penanganan yg dilakukan terhadap pasien SU br Tarigan.

Gugus tugas juga harus menjelaskan sejak kapan asien SU br tarigan ditetapkan menjadi pasien dalam pantauan (PDP), serta inisiatif siapa sebenarnya pasien tersebut harus dilakukan pemakaman dengan cara standart (protokol) pemakaman pasien Covid -19, dan itu sudahlah diketahui oleh masyarakat luas dan berpotensi mengakibatkan timbulnya keresahan yang cukup serius dimasyarakat kabupaten karo, dan terkhusus masyarakat kabanjahe.

Amatan awak media, belumlah dapat diketahui atas saran siapa pasien tersebut yang direncanakan dikebumikan di pemakaman umum didesa salit yang sebelumnya TPU tersebut sudah dikelarifikasi oleh bupati karo sebagai tempat pemakaman pasien terindikasi positif Corona Virus disease (Covid-19), sementara diketahui dari berbagai sumber informasi bahwa pihak keluarga SU br tarigan akan melakukan pemakaman di desa sikeben, kabupaten deli serdang.

Informasi terakhir diketahui akibat dari penolakan masyarakat desa Salit kecamatan tiga panah kabupaten karo atas rencana pemakaman tersebut maka Jenazah kembali dibawa kerumah sakit Umum kabanjahe, dan Bupati kabupaten karo berkordinasi dengan walikota medan agar pemakaman dilakukan di Pemakaman Simalingkar B, selasa (26/5/2020) sekitar pukul 23.00 wib pemakaman selesai dilakukan, ujar soni sembari mengakhiri pembicaraan./edy surbakti

Advertisement