Connect with us

Nasional

Terawan Sarankan Pilkada 2020 Digelar Usai Status Pandemi Covid-19 Dicabut WHO

Published

on

Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto

Geosiar.com, Jakarta – Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto menyarankan supaya tahapan Pilkada 2020 dilanjutkan usai pandemi virus corona atau Covid-19 dicabut oleh badan kesehatan dunia (WHO).

“Saya hanya sekadar masukan, setelah situasi pandemi dunia dicabut oleh WHO, tidak pandemi lagi, maka mungkin kita baru melakukan tahapan pilkada 2020,” ungkap Terawan saat uji publik PKPU tahapan Pilkada 2020 yang dilaksanakan secara daring oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Sabtu (16/5/2020).

Terawan menyampaikan, kondisi saat ini bukan sekadar bencana atau keadaan darurat nonalam saja. Menurutnya ini adalah pandemi dunia.

“Tetapi ini adalah pandemi dunia. Sehingga mohon dipertimbangkan apakah saat kita merencanakan tanggal pilkada adalah setelah pandemi dunianya dicabut?,” tandas Terawan.

“Soalnya kalau pandemi yang ditetapkan WHO belum berhenti, rasanya semuanya masih unpredictable,” lanjut dia.

Terawan menyarankan Indonesia dapat berkaca lewat penyelenggaraan pemilihan di negara-negara lain.

Menurut Terawan, apabila WHO nantinya mencabut status pandemi Covid-19, maka semua pihak sudah dapat memprediksi kelanjutan tahapan pilkada.

“Jadinya, ini setelah endemi atau jadi wabah yang sifatnya nasional, kita bisa lebih mudah memprediksikan. Tapi kalau pandemi dunia, maka kita harus perhatikan kondisi dunia. Itu masukan saya, mohon untuk diperhatikan. Sekali lagi ini adalah pandemi dunia,” tegasnya.

Diketahui, pilkada 2020 akan digelar di 270 wilayah di Indonesia. 270 wilayah ini yakni 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota.

Sebelumnya, jadwal pemungutan suara Pilkada bakal digelar pada 23 September. Namun wabah Covid-19 membuat pilkada diundur dan rencananya bakal digelar 9 Desember mendatang.