Connect with us

Sumut

Sudah 5 Kasus Positif Covid-19, Simalungun Kini Masuk Zona Merah

Published

on

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Sumut, dr Aris Yudhariansyah MM

Geosiar.com, Sumut – Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara (Sumut) sempat bertahan di zona kuning covid-19 lantaran jumlah 3 pasien positif terinfeksi covid-19 hanya 3 orang, namun kini Kabupaten itu sudah masuk dalam kategori zona merah covid-19 di Provinsi itu. Hal itu karena bertambahnya 2 orang pasien positif swab PCR di Simalungun per kondisi Kamis (14/05/2020) sore. Kini totalnya menjadi 5 orang.

Menurut pemetaan dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut, daerah yang jumlah kasus positif sama atau di atas 5 orang, sudah bisa masuk kategori zona merah.

Gugus Tugas Covid-19 Sumut pun dalam update datanya di laman resminya per kondisi Kamis sore itu, mencatatkan Simalungun dalam zona merah virus corona atau covid-19.

Peta sebaran positif covid-19 di Sumut Kamis (14/05/2020) sore. Simalungun kini masuk dalam zona merah covid-19 di Sumut. (Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut)

Total 5 orang positif itu menjadikan Simalungun kini sejajar dengan Kota Medan yang telah lebih dulu masuk zona merah dengan kasus sebanyak 146.

Lalu Kabupaten Deli Serdang ada 24 orang positif dan Kota Pematang Siantar 7 orang positif.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Sumut, dr Aris Yudhariansyah MM, dalam update terkini covid-19 di Sumut per kondisi Kamis (14/05/2020) menyampaikan jumlah total pasien positif covid-19 hasil swab PCR di Sumut sebanyak 202 orang.

Jumlah itu bertambah 2 orang dari hari sebelumnya, yakni Rabu sore. Kasus pertambahan itu, jelas Aris, sekaligus menunjukkan masih terjadinya penularan virus corona di Sumut.

Dari 202 orang itu, sebanyak 24 orang diantaranya meninggal dunia, 53 orang sembuh, dan 125 orang dirawat di rumah sakit.

Sementara jumlah Pasien dalam Pengawasan (PDP) di Sumut per kondisi Kamis sore itu melonjak menjadi 184 orang dari sebelumnya Rabu sore sebanyak 162 orang.

Lalu untuk jumlah PDP yang sembuh menjadi 203 orang atau meningkat 39 orang dari Rabu sore sebanyak 164 orang.

Kemudian jumlah Orang dalam Pemantauan (ODP) berkurang 14 orang, yaitu dari 601 orang pada Rabu sore, menjadi 587 orang pada Kamis sore. Penurunan itu karena mereka sudah selesai menjalani masa karantina.