Connect with us

Sumut

Alumni Relawan Jokowi Amin Bersama Bonus, Tetap Komit Bagi Takjil dan Masker

Published

on

Alumni Relawan Jokowi- Amin berkolaborasi dengan Bonus saat membagi takjil dan masker. (Foto/ist)

Geosiar.com, Medan – Komitmen Alumni Relawan Jokowi Amin mendukung Bobby Nasution bukan main-main. Hal itu tampak dari konsistensi kegiatan yang dilakukan berjalan terus. Alumni Relawan Jokowi Amin yang berisikan keberagaman tetap sebarkan kebaikan untuk semua, khususnya warga Medan.

“Pembagian Takjil dibulan suci Ramadan memang merupakan perhatian khusus Relawan Bobby Nasution untuk Semua (Bonus), dimana suasana pandemi covid-19. Pembagian masker juga tak lepas dari perhatian sambil sosialisasikan, jaga jarak, jangan mudik dan jaga kebersihan,” kata Ketua Alumni Relawan Jokowi Amin Axel Soembajak disela-sela pembagian Takjil dan masker di Medan, Jumat (8/5/2020).

Alumni Relawan Jokowi Amin, yang saat itu berkolaborasi dengan Bobby Nasution untuk Semua (Bonus) kata Axel, antusias masyarakat juga kelihatan, banyak masyarakat yang mendapat masker gratis sangat senang dan merasa terbantu dimana masker memang menjadi barang yang berharga dimasa masa seperti ini.

“Komitmen Relawan Bonus sebarkan kebaikan tetap berjalan, sekalipun setelah selesai bulan suci Ramadan dan pandemi covid 19 ini,” tegas Axel.

Begitupun lanjut Axel, bentuk kegiatannya akan disesuaikan dengan situasi. Tetap konsisten sebarkan kebaikan, selayaknya masyarakat Medan dapat Bonus.

“Bonus bonus dalam kehidupan warga perkotaan tentunya. Saat ini, setiap kali hujan datang seperti waktu terakhir ini, masyarakat was was akan banjir, pohon tumbang, penerangan jalan minim sehingga menimbulkan kerawanan keselamatan pengguna jalan raya dan kejahatan,” kata Axel.

Hal hal seperti itu, lanjutnya, yang harus diminimalisir sehingga masyarakat Medan layak dapat Bonus.

“Bonus akan bebas dari rasa was was banjir, bebas dari rasa was-was pohon tumbang. Hal-hal seperti itu tak perlu terjadi bila kota Medan dirawat dan di tata dengan baik. “Kita memerlukan kepala daerah yang visioner, yang mampu total berbuat tanpa tekanan pihak manapun karena tidak ada keterikatan dosa masa lalu pemimpin Medan. Kita mau Medan menjadi kota layak dipertimbangkan oleh negara tetangga kita seperti Singapore, Malaysia dan Thailand,” tegas Axel.

Semestinya harap Axel, Medan mampu menjadi kota tujuan wisata, namun kota ini minim inovasi sehingga tidak masuk dalam kota menarik dikunjungi.

“Sangat disayangkan. Medan memang memerlukan pemimpin yang mampu melakukan tata kelola kota Modern yang baik, bukan gelar berderet tanpa jelas tujuan pembangunan, karena pembangunan selama ini tidak terencana dengan baik. Hari ini jalan diaspal, besok dibongkar buat parit sehingga merusak jalan yang baru diperbaiki. Bila ada anak muda energik berkualitas yang mampu bergerak cepat dan mampu melakukan tata kelola kota yang baik, mengapa mesti alergi dengan perubahan? Mari berikan jalan, beri dukungan untuk kebangkitan. Medan perlu perubahan. Kita mulai saja dari Nol.” pungkas ketua Axel Soembajak. (rel)