Connect with us

Sumut

Materai 6000 Ditolak, Perusak Warung Lamria Manullang Tetap Dilaporkan

Published

on

Gerombolan yang menyerbu dan sita warung makanan milik Lamria Manullang

Geosiar.com, Medan – Polisi akhirnya dengan cepat melakukan tindakan terkait gerombolan yang menyerbu dan sita warung makanan milik Lamria Manullang. Ketika mereka tertangkap dan diproses, apakah Keajaiban Materai 6000 Akan Kembali Teruji?

Pengacara Boasa Simanjuntak dan Rekan serta Organisasi Pemuda Batak Bersatu membuat LP di Polsek Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut) dalam pendampingan ibu Lamria Manullang terkait persekusi dan pengrusakan yang diduga dilakukan oleh oknum pada Selasa (28/4/2020) di warung Kopi Lamria Manullang. Ia tetap membuat laporan pada Rabu (29/4/2020). Berikut link video yang diunggah akun Frans Sinuraya https://free.facebook.com/fransiskus.sinuraya.9?_rdc=1&_rdr

“Ya setelah koordinasi akhirnya laporan kita buat di polres Deli Serdang, sekarang kita menuju ke Polres Deli Serdang sudah lengkap dengan barang-barang bukti ini dia, ada kursi yang rusak yang dibanting-banting dicampakkan, Ada broti ada gelas. kita dengan tegas menolak materai 6000,” pungkasnya melalui video.

Seperti diketahui, sebuah video yang diunggah seorang pengguna Facebook menayangkan sekelompok pria yang menyatroni sebuah warung kopi miliknya.

“Ini la sekelompok merusak warung aku,” tulis Lamria, Selasa (28/4/2020).

Sambil merekam kejadian tersebut lewat telepon seluler, Lamria mencoba berkomunikasi dengan salah seorang pria dari kelompok tersebut

“Pak saya makan dari mana, bapak ini macam mana? Pak… bisa bapak kasih aku makan?” tanya Lamria.

Perempuan ini memohon agar tetap diizinkan membuka warungnya meski harus menutup sejumlah makanan dan minumannya.

Pria yang berdiskusi dengan Lamria mencoba memberi tahu bahwa mereka tidak melarang berjualan, tapi harus tetap menghormati warga yang berpuasa.

“Kami tidak larang kamu jualan, tapi kamu tetap jualan itu,” kata pria tersebut.

Lamria mengulangi bahwa dirinya tetap menutup sebagian warung dan makanannya.

“Tapi kan ditutup pak,” kata Lamria.

“Hei… jangan kau bawa barang-barang saya! Bisa kau kasih saya makan?” teriak Lamria kepada pria lain yang berada di warungnya.

Pria itu balik berteriak melontarkan kata-kata kasar kepada Lamria. Ia pun mengancam untuk melaporkan Lamria ke polisi.

“Apa kau? panggil Polsek!” teriak seorang pria.

Beberapa warga yang berada di sekitar warung tersebut terlihat tidak bisa melakukan apa-apa untuk melerai mereka.