Connect with us

Sumut

Nyambi Jual Sabu, Karyawan PT Socfindo Ditangkap Tekab Polsek Teluk Mengkudu

Published

on

Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) Polsek Teluk Mengkudu Polres Serdang Bedagai (Sergai) meringkus pengedar sabu di wilayah Kecamatan Teluk Mengkudu

Geosiar.com, Sergai – Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) Polsek Teluk Mengkudu Polres Serdang Bedagai (Sergai) meringkus pengedar sabu di wilayah Kecamatan Teluk Mengkudu saat tengah melakukan transaksi di dalam bangunan pertamina gas yang berada di dalam Perkebunan kelapa sawit milik PT socfindo. Tepatnya di blok 19 Afdeling II Perkebunan Socfindo, Desa Matapao, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Sergai pada Kamis (16/04/2020) sekitar pukul 20.00 WIB.

Pelaku Mariadi alias Ragil (34) yang merupakan warga Dusun V, Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah adalah seorang karyawan perkebunan PT. Socfindo Matapao. Pelaku digelandang ke Mapolsek Teluk Mengkudu.

Hasil penangkapan, polisi berhasil menyita barang bukti berupa 4 lembar plastik klip transparan kecil yang diduga berisikan narkotika sabu dengan total berat bruto 0,77 gram dan 5 lembar plastik klip transparan sedang kosong.

Kapolres Sergai AKBP Robin Simatupang SH, M.Hum dalam keterangan kepada awak media, Jumat(17/4/2020) mengatakan penangkapan M alias R ditangkap Tekap Polsek Teluk Mengkudu berkat informasi dari masyarakat tentang adanya transaksi peredaran narkoba di wilayah Bangunan Pertamina Gas di dalam areal kebun Socfindo Matapao.

Atas informasi tersebut, tim melakukan penyelidikan dilokasi tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengintai adanya transaksi narkoba. Hasil penyelidikan pelaku berhasiil ditangkap didalam bangunan tersebut dan berikut barang bukti narkotika jenis sabu.

barang bukti

“Tersangka M alias R seorang karyawan PT. Socfindo ditangkap di bangunan Pertamina Gas di areal perkebunan PT Socfindo Matapao diblok 19 Afdeling II perkebunan socfindo Desa Matapao Kecamatan Teluk Mengkudu Kabupaten Serdang Bedagai,” kata Kapolres Sergai AKBP Robin Simatupang.

Hasil introgasi, bapak dua ini mengaku membeli sabu dari warga Desa Nagur yang tidak diketahui namanya dengan harga Rp200.000. Bahkan pelaku juga mengaku menjadi pengedar sabu sudah sejak 1 tahun terakhir.

Atas perbuatanya, pelaku dan barang bukti akan dilimpahkan ke Sat Narkoba Polres Sergai guna proses lebih lanjut.

“Pelaku dikenakan Pasal 114 ayat (1) Subs Pasal 112 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Natkotika dengan ancaman hukuman penjara paling lama 20 tahun penjar,” tegas Kapolres Sergai AKBP Robin Simatupang. (art)