Connect with us

Sumut

Polres Tebing Tinggi Ringkus Pelaku Cabul Dibawah Umur

Published

on

Photo tersangka berinisial PN

Geosiar.com, Tebing Tinggi – Sesuai dengan adanya Laporan Polisi Nomor: LP/173/IV/2020/SU/RES.T.TINGGI/, atas nama korban sebut saja namanya Mawar (15) warga Serdang Bedagai (Sergai), personel Opsnal Sat Reskrim Polres Tebing Tinggi berhasil mangamankan pelaku yang diduga melakukan tindak pidana persetubuhan dan perbuatan cabul terhadap anak dibawah umur pada Selasa (14/4/2020) sekira pukul 21.30 WIB.

Kapolres Tebing Tinggi AKBP James P. Hutagaol, SIK melalui Kasat Reskrim Polres Tebing Tinggi AKP Rahmadani, SH. MH saat di konfirmasi membenarkan adanya penangkapan terhadap seorang laki-laki yang berinisial PN (54) pekerjaan juru parkir warga Dusun III Desa Kayu Besar, Bandar Khalipah, Sergai.

Adapun kronologisnya lanjut Kasatreskrim, pada 1 April 2020 lalu, sekira pukul 20.00 WIB saat teman laki-laki korban datang ke rumah orangtua angkat korban (Pelaku). Pada saat korban ke dapur membuat teh, pelaku mendatangi korban dan langsung menampar pipi korban berulang kali hingga korban menangis.

Saat itu ibu angkat korban (istri pelaku yang merupakan kakak kandung dari ibu kandung Korban) bertanya kepada korban, “Mengapa menangis?”

Saat itupun korban menerangkan bahwa dirinya ditampar oleh pelaku. Kemudian ibu angkat korban bertanya kepada pelaku meminta penjelasan.

“Saat itu pelaku menjawab bahwa ia tidak suka melihat ada laki-laki datang ke rumah dengan tujuan mendekati korban. Pada saat itu juga korban menceritakan kepada ibu angkat korban bahwa ia telah disetubuhi oleh pelaku berulang kali,” jelas dia.

Karena mendengar suara ribut dari rumah pelaku, maka ibu kandung korban mendatangi rumah pelaku dan saat itu juga korban menerangkan bahwa pelaku telah menyetubuhi korban.

Kemudian pelapor keberatan dan melaporkan kejadian tersebut ke Polres Tebing Tinggi.

“Atas perbuatannya, pelaku dipersangkakan dengan Pasal 81 ayat (2) Subs Pasal 82 ayat (1) & ayat (2) UU No.17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Perpu No.1Tahun 2016 Tentang Perubahan kedua atas UU No. 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak menjadi Undang Undang, dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp5.000.000.000,” terang Kasatreskrim. (WH)