Connect with us

Nasional

Kemenristek akan Produksi 100 Ribu Rapid Test Virus Corona

Published

on

Ilustrasi

Geosiar.com, Jakarta – Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro mengatakan kementeriannya tengah mengembangkan test kit untuk pengecekan awal dan diagnosis Corona di dalam negeri.

“Kami sudah buat test kit dan bisa dipakai di Indonesia,” ujar Bambang pada Senin (6/4/2020).

Bambang mengungkapkan bahwa konsorsium yang dipimpin Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi sedang mengembangkan non-PCR diagnostic test Covid-19 dan PCR diagnostic test Covid-19 atau test kit berbasis PCR.

Dalam kurun waktu 1 bulan, konsorsium bakal mengembangkan mobile test kit untuk PCR diagnostic test Covid-19.

“Ini semacam mobile BSL-2 (bio safety laboratorium level 2) untuk mendukung pemeriksaan swab di tempat yang belum dilengkapi laboratorium setara BSL-2,” tutur dia.

Untuk non-PCR diagnostic test Covid-19, kata Bambang, ada dua yang dikembangkan, yaitu rapid diagnostic test kit dan rapid diagnostic test microchip.

Lanjut Bambang, rapid diagnostic test kit ini bakal diproduksi sebanyak 100 ribu unit dalam waktu 1-2 bulan ke depan. Test kit ini dapat membaca secara cepat, lebih kurang 5-10 menit dengan tingkat akurasi sekitar 75 persen.

Akan tetapi, Bambang menyebut ada kemungkinan hasil rapid test false negative lantaran antibodi muncul setelah 6 hari terinfeksi. Sehingga, pengujian dengan alat ini tidak hanya dilakukan sekali. Bila hasilnya positif, maka bisa ditindaklanjuti dengan pemeriksaan PCR.

Adapun rapid diagnostic test microchip yang berbasis antigen dapat mendeteksi mulai hari kedua infeksi. Microchip ini disebut telah jadi dan perlu waktu 4 bulan untuk bisa produksi.