Connect with us

Sumut

Akhyar Nasution Instruksikan 21 Pasar Disemprot Cairan Disinfektan

Published

on

Medan, Geosiar.com – Pemko Medan terus bekerja keras untuk mencegah penyebaran dan memutus mata rantai Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) di Kota Medan. Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi kembali menurunkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan unruk melakukan penyemprotan cairan disinfektan di 21 pasar tradisional di kota Medan, Rabu (25/3/2020).

Dipilihnya pasar sebagai sasaran penyemprotan karena setiap harinya dipenuhi para pengunjung untuk melakukan transaksi jual beli. Dengan penyemprotan yang dilakukan tersebut, diharapkan virus Corona tidak menyebar luas di 21 pasar tradisional tersebut, sehingga masyarakat dan pedagang dapat merasa tenang dan nyaman.

Ada pun 21 pasar tradisionil yang disemprot itu yakni Pusat Pasar Medan, Pasar Sambu, Pasar Sambas, Pasar Kemiri, Pasar Bakti, Pasar Halat Pasar Sukaramai, Pasar Kampung Baru, Pasar Kuala Bekala, Pasar Simalingkar, Pasar Induk Laucih, Pasar Padang Bulan, Pasar Muaratakus, Pasar Sei Sikambing, Pasar Petisah Tahap 1, Pasar Petisah Tahap 2, Pasar Kampung Lalang, Pasar Sunggal, Pasar Helvetia, Pasar Glugur dan Pasar Sentosa Baru.

Dalam melakukan penyemprotan cairan disinpektan, BPBD Kota yang menurunkan 69 orang personel dibantu petugas Kodim 0201/BS, Babinsa sebanyak 30 personil, Polrestabes Medan sebanyak 30 personil. Selain itu Satpol PP Kota Medan juga menerjunkan personilnya sebanyak 28 personil, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Medan dan PD Pasar Kota Medan.

Sebelum penyemprotan dilakukan, seluruh personel lebih dulu mengikuti apel gabungan di halaman kantor BPBD Kota Medan dipimpin langsung Kepala BPBD Kota Medan H Arjuna Sembiring didampingi Pasiter Kodim 0201/BS Medan Kapten Inf R Sembiring dan Kabag Ops Polrestabes Medan. Dalam apel itu Arjuna pun memberikan sejumlah arahan agar penyemprotan yang dilaksanakan berjalan lancar dan mampu memutus mata rantai penyebaran virus Corona.

Kepala BPBD Kota Medan H Arjuna Sembiring mengatakan, penyemprotan dilakukan menindaklanjuti instruksi Plt Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi. “Bapak Plt Wali Kota minta agar penyemprotan cairan disipektan harus terus dilakukan, terutama tempat-tempat yang ramai dikunjungi orang seperti pasar ini sebagai upaya pencegahan dan menekan jumlah menyebarluasnya virus Virus Corona di Kota Medan,” kata Arjuna. (lamru)

Advertisement

Sumut

Corona di Sumut: ODP Berkurang 1.506 Orang Karena Ini…

Published

on

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut, Aris Yudhariansyah

Geosiar.com, Medan – Jumlah Orang dalam Pemantauan (ODP) virus corona di Sumatera Utara (Sumut) sempat menduduki angka 4.064 orang, pada Sabtu (28/03/2020) sore. Namun jumlah itu ‘hilang’ sebanyak 1.506 orang per Minggu (29/03/2020) sore.

Alasan menghilang, ternyata ada penyesuaian kondisi ODP terhadap Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease (Covid-19) Revisi ke-4 yang terbit 23 Maret 2020. Oleh karena itu, per Minggu sore, jumlah ODP di Sumut tinggal menjadi 2.556 orang dari sebelumnya Sabtu sore sebanyak 4.064 orang.

Angka tersebut diumumkan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut, Aris Yudhariansyah, dalam konfrensi pers gugus tugas pada Minggu (29/03/2020) sore.

Diketahui, hanya yang berstatus ODP saja yang turun. Sementara Pasien dalam Pengawasan (PDP) masih tetap sama dengan Sabtu kemarin, yaitu sebanyak 77 orang.

Kemudian jumlah yang positif juga tidak berubah, yakni 14 orang. Dengan rincian 2 dari jumlah itu telah meninggal dunia dan 12 orang lainnya sedang dalam perawatan di rumah sakit.

Walaupun secara jumlah sudah turun, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi melalui Gugus Tugas Covid-19 Sumut, beber Aris, tetap menekankan pentingnya menerapkan pentingnya social distancing yang kini diterjemahkan menjadi physical distancing.

Masyarakat diminta selalu menjaga jarak, tidak kontak badan ataupun kontak erat kepada teman, jangan keluar rumah, mengurangil aktivitas di luar, dan menghindari keramaian dan menerapkan pola hidup bersih.

Continue Reading

Sumut

Cegah Corona, Rumah di 11 Dusun Desa Gelam Sei Serimah Disemprot Disinfektan

Published

on

Penyemprotan cairan disinfektan oleh warga di setiap dusun, Minggu (29/3/2020) (WH/geosiar.com)

Geosiar.com, Sergai – Pemerintah Desa Gelam Sei Serimah melakukan penyemprotan disinfektan di 11 Dusun, Minggu (29/3/2020) guna mencegah penyebaran virus corona.

Dari masing-masing dusun warga Desa Gelam Sei Serimah, Kecamatan Bandar Khalifah, Kabupaten Serdang Bedagai (Serdang Bedagai) sangat antusias melakukan kegiatan penyemprotan cairan disinfektan yang sudah dibagikan oleh Pemerintah Desa.

Disela-sela kegiatan, Kepala Desa Muhammad Affan pada awak media mengatakan, penyemprotan dilakukan di 11 dusun yaitu Dusun 1, 2, 3, Dusun Ampera, Dusun Barisan Panjang, Dusun Sidikalang 1, 2, Dusun Sei Baru, Dusun Pardomuan Nauli, Dusun Gelam 1 dan 2, yang di pimpin langsung oleh setiap Kepala Dusun.

“Memang sampai sejauh ini warga Desa Gelam belum ada yang terindikasi penularan virus corona atau Covid-19, namun begitu kita sudah menyampaikan ke setiap Kepala Dusun untuk terus melakukan pemantauan terhadap warga di Dusun masing masing, khususnya yang baru pulang dari luar negeri,” jelas dia.

“Meski masih negatif kita juga akan terus proaktif melakukan pemantauan dan selalu mengimbau masyarakat untuk dapat menaati imbauan pemerintah, seperti menghindari kerumunan, social distancing (menjaga jarak) dan sesuai isi dari pada Maklumat Kapolri, karena ‘keselamatan Rakyat merupakan Hukum tertinggi’,” tutup Kades.

Pantauan dilapangan, penyemprotan cairan disinfektan yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Gelam Sei Serimah mendapat respon positif dari masyarakat. Bahkan penyemprotan langsung dilakukan oleh warga di setiap dusun masing masing dengan menggunakan mesin semprot isi 15 liter. Kegiatan tersebut tampak berjalan lancar, aman dan kondusif. (WH)

Continue Reading

Sumut

PEDULI, Hj Fitriani Manurung Luncurkan Program “Bunda Peduli Ojol”

Published

on

Medan, Gdosiar.com – Kebijakan pembatasan sosial (social distancing) yang dianjurkan pemerintah sebagai upaya menghambat penyebaran virus corona berdampak buruk kepada pengemudi ojek online (Ojol) di kota Medan. Pemberlakuan social distancing ini mengakibatkan pendapatan Ojol menurun drastis.

Kondisi yang dialami sejumlah Ojol itu mengundang keprihatinan tokoh perempuan Kota Medan Hj Fitriani Manurung S.Pd, M.Pd untuk meluncurkan program #BundaPeduliOjol.

Perempuan yang akrab disapa Bunda itu mengaku, gerakan program muncul dari diskusi dengan para relawan saat akan melakukan aksi penanganan wabah Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Dibeberapa jalan Kota Medan dirinya menyaksikan banyak Ojol duduk termenung menunggu pelanggan yang menggunakan jasanya.

“Kita akui, dampak dari virus corona ini telah menyentuh sendi-sendi ekonomi warga. Dan kita coba munculkan gerakan ini agar supaya Ojol tetap semangat memberikan pelayanan kepada masyarakat,” jelas Fitriani Manurung kepad wartawan di Medan, Minggu (29/03/2020).

Dijelaskannya, program #BundaPeduliOjol dilakukan dengan memesan sembako dan barang-barang keperluan sehari-hari. Kemudian, barang yang diantarnya ke tempat tujuan diberikan langsung kepada Ojol. “Setelah mereka sampai ke tempat tujuan, kemudian kita bayar dan kita juga langsung serahkan kepada mereka,” ungkapnya.

Disampaikan Fitriani, program tersebut sudah berlangsung dari kemarin dan direncanakan berlangsung hingga batas yang belum ditentukan. “Kita harapkan wabah virus corona cepat berlalu,” imbuhnya.

Dijelaskan lagi, terkait pemesanan Ojol untuk sembako ternyata mendapat orderan Ojol yang sama dalam satu hari tidak masalah. “Tetap kita Ok kan, tidak batal,” ujarnya.

Fitriani Manurung yang juga penggiat pendidikan di Kota Medan itu mengharapkan program bisa menjadi bagian dalam membantu mereka yang terngah berjuang memenuhi kehidupannya ditengah mewabahnya virus corona.

“Warga Medan lainnya juga bisa melakukan hal serupa dalam membantu mereka yang memerlukan untuk mendapatkan harapan hidupnya kembali,” jelasnya seraya mengatakan program peduli ini bisa juga dilakukan kepada profesi lain yang terimbas dengan wabah corona ini.

Fitriani Manurung yang saat ini Kandidat doktor di Universitas Negeri Medan itu mengajak Ojol untuk senantiasa memperhatikan keselamatan, kesehatan, kebersihan agar sama-sama terhindar dari wabah corona.

“Harapan kita kepada mereka yang setiap hari berjibaku di jalanan agar senantiasa menjaga kesehatan, kebersihan dan utamanya keselamatan,” harapnya.

Sementara itu, salah seorang pengemudi Ojol, Dodie Boedi Ardhi mengaku berterimakasih dengan gerakan yang dibuat Hj Fitriani Manurung. “Kami sangat berterimakasih semoga murah rejekinya,” ungkapnya. (lamru)

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com