Connect with us

Sumut

Tekab Polsek Perbaungan Tangkap Pengedar Sabu Asal Kampung Banten

Published

on

Tekab Polsek Perbaungan Tangkap Pengedar Sabu Asal Kampung Banten

Geosiar.com, Sergai – Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) Polsek Perbaungan Polres Serdang Bedagai (Sergai) berhasil meringkus pengedar sabu ketika tengah asik menunggu pembeli dirumah milik warga.

Akibatnya pria yang sehari-hari bekerja sebagai kuli bangunan akhirnya langsung digelandang Mako Polsek Perbaungan.

Pengedar sabu tersebut bernama Supriadi Ari Wibowo Lubis alias Ari (29) warga Jalan Deli Kampung Banten, Kecamatan Simpang Tiga Pekan, Kecamatan Perbaungan, Sergai. Pelaku ditangkap saat sedang menunggu pembeli di rumah milik warga, Jumat (20/3/2020) sekira pukul 16.00 WIB.

Hasil penangkapan pelaku, polisi menyita barang bukti satu bungkus kotak rokok yang didalamnya berisikan 3 paket sabu dengan berat brutto 1,26 gram.

Kapolres Sergai AKBP Robin Simatupang SH, M.Hum kepada awak media, Selasa (24/3/2020) mengatakan penangkapan pelaku menindaklanjuti informasi masyarakat tentang adanya peredaran narkotika jenis sabu di wilayah jalan Deli Kampung Banten, Kecamatan Simpang Tiga Pekan, Kecamatan Perbaungan, Sergai.

Atas laporan masyarakat, tim bergerak cepat untuk melakukan penyelidikan sesuai informasi tersebut. Kemudian tim melihat pelaku sedang berada didalam rumah milik warga saat sedang berdiri menunggu pembeli narkotika jenis sabu.

“Tersangka SAW alias Ari ditangkap di rumah warga saat sedang berdiri menunggu pembeli sabu,” ungkap Kapolres Sergai AKBP Robin Simatupang SH, M.hum.

Dari hasil penangkapan pelaku SAW alias Ari, ditemukan dua orang pelaku yakni RSM alias Zon (43) dan PN alias Dedek (23) IRT keduanya warga lingkungan Banten, Kelurahan Simpang Tiga Pekan Kecamatan Perbaungan, Sergai.

Namun hasil pemeriksaan, tidak ditemukan barang bukti dari kedua pelaku tersebut tidak. Hal itu lantaran saat dilakukan penangkapan kedua tidak mengetahui SAW alias Ari membawa sabu didalam kotak rokok.

Hasil pemeriksaan, SAW mengaku baru menjalani jual sabu selama dua minggu dan memperoleh sabu dari pelaku wak AK warga Bingkat.

Selanjutnya, petugas melakukan pengembangan terhadap Wak AK namun belum berhasil diamankan.

“Saat ini tersangka dan barang bukti sudah di amankan dan dilimpahkan ke Sat Narkoba Polres Sergai untuk proses hukum lebih lanjut dan dikenakan pasal 114 (1) Subs pasal 112 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Natkotika dengan ancaman hukuman penjara paling lama dua puluh tahun,” tandas Kapolres Sergai AKBP R. Simatupang. (art)

Sumut

Corona di Sumut: ODP Berkurang 1.506 Orang Karena Ini…

Published

on

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut, Aris Yudhariansyah

Geosiar.com, Medan – Jumlah Orang dalam Pemantauan (ODP) virus corona di Sumatera Utara (Sumut) sempat menduduki angka 4.064 orang, pada Sabtu (28/03/2020) sore. Namun jumlah itu ‘hilang’ sebanyak 1.506 orang per Minggu (29/03/2020) sore.

Alasan menghilang, ternyata ada penyesuaian kondisi ODP terhadap Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease (Covid-19) Revisi ke-4 yang terbit 23 Maret 2020. Oleh karena itu, per Minggu sore, jumlah ODP di Sumut tinggal menjadi 2.556 orang dari sebelumnya Sabtu sore sebanyak 4.064 orang.

Angka tersebut diumumkan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut, Aris Yudhariansyah, dalam konfrensi pers gugus tugas pada Minggu (29/03/2020) sore.

Diketahui, hanya yang berstatus ODP saja yang turun. Sementara Pasien dalam Pengawasan (PDP) masih tetap sama dengan Sabtu kemarin, yaitu sebanyak 77 orang.

Kemudian jumlah yang positif juga tidak berubah, yakni 14 orang. Dengan rincian 2 dari jumlah itu telah meninggal dunia dan 12 orang lainnya sedang dalam perawatan di rumah sakit.

Walaupun secara jumlah sudah turun, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi melalui Gugus Tugas Covid-19 Sumut, beber Aris, tetap menekankan pentingnya menerapkan pentingnya social distancing yang kini diterjemahkan menjadi physical distancing.

Masyarakat diminta selalu menjaga jarak, tidak kontak badan ataupun kontak erat kepada teman, jangan keluar rumah, mengurangil aktivitas di luar, dan menghindari keramaian dan menerapkan pola hidup bersih.

Continue Reading

Sumut

Cegah Corona, Rumah di 11 Dusun Desa Gelam Sei Serimah Disemprot Disinfektan

Published

on

Penyemprotan cairan disinfektan oleh warga di setiap dusun, Minggu (29/3/2020) (WH/geosiar.com)

Geosiar.com, Sergai – Pemerintah Desa Gelam Sei Serimah melakukan penyemprotan disinfektan di 11 Dusun, Minggu (29/3/2020) guna mencegah penyebaran virus corona.

Dari masing-masing dusun warga Desa Gelam Sei Serimah, Kecamatan Bandar Khalifah, Kabupaten Serdang Bedagai (Serdang Bedagai) sangat antusias melakukan kegiatan penyemprotan cairan disinfektan yang sudah dibagikan oleh Pemerintah Desa.

Disela-sela kegiatan, Kepala Desa Muhammad Affan pada awak media mengatakan, penyemprotan dilakukan di 11 dusun yaitu Dusun 1, 2, 3, Dusun Ampera, Dusun Barisan Panjang, Dusun Sidikalang 1, 2, Dusun Sei Baru, Dusun Pardomuan Nauli, Dusun Gelam 1 dan 2, yang di pimpin langsung oleh setiap Kepala Dusun.

“Memang sampai sejauh ini warga Desa Gelam belum ada yang terindikasi penularan virus corona atau Covid-19, namun begitu kita sudah menyampaikan ke setiap Kepala Dusun untuk terus melakukan pemantauan terhadap warga di Dusun masing masing, khususnya yang baru pulang dari luar negeri,” jelas dia.

“Meski masih negatif kita juga akan terus proaktif melakukan pemantauan dan selalu mengimbau masyarakat untuk dapat menaati imbauan pemerintah, seperti menghindari kerumunan, social distancing (menjaga jarak) dan sesuai isi dari pada Maklumat Kapolri, karena ‘keselamatan Rakyat merupakan Hukum tertinggi’,” tutup Kades.

Pantauan dilapangan, penyemprotan cairan disinfektan yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Gelam Sei Serimah mendapat respon positif dari masyarakat. Bahkan penyemprotan langsung dilakukan oleh warga di setiap dusun masing masing dengan menggunakan mesin semprot isi 15 liter. Kegiatan tersebut tampak berjalan lancar, aman dan kondusif. (WH)

Continue Reading

Sumut

PEDULI, Hj Fitriani Manurung Luncurkan Program “Bunda Peduli Ojol”

Published

on

Medan, Gdosiar.com – Kebijakan pembatasan sosial (social distancing) yang dianjurkan pemerintah sebagai upaya menghambat penyebaran virus corona berdampak buruk kepada pengemudi ojek online (Ojol) di kota Medan. Pemberlakuan social distancing ini mengakibatkan pendapatan Ojol menurun drastis.

Kondisi yang dialami sejumlah Ojol itu mengundang keprihatinan tokoh perempuan Kota Medan Hj Fitriani Manurung S.Pd, M.Pd untuk meluncurkan program #BundaPeduliOjol.

Perempuan yang akrab disapa Bunda itu mengaku, gerakan program muncul dari diskusi dengan para relawan saat akan melakukan aksi penanganan wabah Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Dibeberapa jalan Kota Medan dirinya menyaksikan banyak Ojol duduk termenung menunggu pelanggan yang menggunakan jasanya.

“Kita akui, dampak dari virus corona ini telah menyentuh sendi-sendi ekonomi warga. Dan kita coba munculkan gerakan ini agar supaya Ojol tetap semangat memberikan pelayanan kepada masyarakat,” jelas Fitriani Manurung kepad wartawan di Medan, Minggu (29/03/2020).

Dijelaskannya, program #BundaPeduliOjol dilakukan dengan memesan sembako dan barang-barang keperluan sehari-hari. Kemudian, barang yang diantarnya ke tempat tujuan diberikan langsung kepada Ojol. “Setelah mereka sampai ke tempat tujuan, kemudian kita bayar dan kita juga langsung serahkan kepada mereka,” ungkapnya.

Disampaikan Fitriani, program tersebut sudah berlangsung dari kemarin dan direncanakan berlangsung hingga batas yang belum ditentukan. “Kita harapkan wabah virus corona cepat berlalu,” imbuhnya.

Dijelaskan lagi, terkait pemesanan Ojol untuk sembako ternyata mendapat orderan Ojol yang sama dalam satu hari tidak masalah. “Tetap kita Ok kan, tidak batal,” ujarnya.

Fitriani Manurung yang juga penggiat pendidikan di Kota Medan itu mengharapkan program bisa menjadi bagian dalam membantu mereka yang terngah berjuang memenuhi kehidupannya ditengah mewabahnya virus corona.

“Warga Medan lainnya juga bisa melakukan hal serupa dalam membantu mereka yang memerlukan untuk mendapatkan harapan hidupnya kembali,” jelasnya seraya mengatakan program peduli ini bisa juga dilakukan kepada profesi lain yang terimbas dengan wabah corona ini.

Fitriani Manurung yang saat ini Kandidat doktor di Universitas Negeri Medan itu mengajak Ojol untuk senantiasa memperhatikan keselamatan, kesehatan, kebersihan agar sama-sama terhindar dari wabah corona.

“Harapan kita kepada mereka yang setiap hari berjibaku di jalanan agar senantiasa menjaga kesehatan, kebersihan dan utamanya keselamatan,” harapnya.

Sementara itu, salah seorang pengemudi Ojol, Dodie Boedi Ardhi mengaku berterimakasih dengan gerakan yang dibuat Hj Fitriani Manurung. “Kami sangat berterimakasih semoga murah rejekinya,” ungkapnya. (lamru)

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com