Jokowi: Santunan Dokter Wafat karena Tangani Virus Corona Rp300 Juta

by

Geosiar.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan ungkapan belasungkawa untuk para dokter, perawat dan tenaga medis yang meninggal dunia dalam dedikasi berjuang menangani pasien Corona. Jokowi mengatakan, pemerintah akan memberikan santunan berupa uang sebesar Rp300 juta untuk keluarga tenaga medis yang wafat dalam tugasnya itu.

“Atas nama pemerintah, negara dan rakyat, saya sampaikan terima kasih sebesar-besarnya atas kerja dan dedikasi beliau-beliau yang telah berjuang sekuat tenaga menangani Covid-19,” tutur Jokowi di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020).

“Pemerintah akan memberikan santunan sebesar Rp 300 juta bagi yang meninggal,” tambah Jokowi.

Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dua hari lalu mengatakan ada dua orang dokter dan perawat yang sudah terkonfirmasi meninggal lantaran terpapar Virus COVID-19.

“Dua dokter sudah konfirm meninggal. Satu dokter lagi kita nunggu berita pastinya,” kata Ketua Umum PB IDI Daeng M Faqih kepada awak media pada Sabtu malam (21/3/2020).

Satu orang perawat yang diketahui meninggal juga sudah dikonfirmasi oleh Kementerian Kesehatan. Ia diduga merupakan perawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat, berusia 37 tahun, yang meninggal di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta Utara.

Mereka terpapar saat menjalankan tugasnya merawat pasien yang positif terjangkit Corona. Daeng mengatakan salah satu penyebabnya mereka terpapar adalah minimnya alat pelindung diri (APD). Bahkan saat ini, ia mengatakan ada juga tenaga kesehatan lain yang masih dirawat, diduga ikut terpapar virus ini.

“Banyak rumah sakit yang tidak menyediakan APD. Tapi petugas kesehatan tetap diminta kerja,” ujar Daeng.

PB IDI masih mengumpulkan dan memverifikasi data mengenai tenaga kesehatan yang ikut terpapar. Daeng mengatakan ada versi yang menyatakan 23 petugas kesehatan sudah terinfeksi virus Corona. Namun, ada pula data dari Wakil Dewan Pakar IDI yang menyebut ada 32 petugas kesehatan terinfeksi.

Presiden Jokowi meyakinkan ketersediaan APD bakal segera dipenuhi. Pemerintah hari ini akan mendistribusikan 105 ribu APD (alat pelindung diri) yang siap didistribusikan ke rumah sakit di seluruh wilayah Indonesia.

Rinciannya yakni 45 ribu unit didistribusikan untuk DKI Jakarta, Bogor dan Banten. Sebanyak 40 ribu unit didistribusikan untuk Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI. Yogyakarta dan Bali. Sedangkan 10 ribu unit akan didistribusikan di luar Jawa dan 10 ribu unit disimpan sebagai cadangan.