Connect with us

Dunia

Mengenal Santa Corona, Orang Suci Sebagai Pelindung Wabah Penyakit

Published

on

Santa Corona, pelindung dari pandemi.

Geosiar.com, Italia – Gereja Katolik mengenal orang-orang suci yang disebut dengan Santo dan Santa. Mereka diyakini sebagai orang suci setelah penelitian yang panjang mengenai cara hidup mereka serta perannya sebagai sumber kebaikan terhadap orang-orang di sekitarnya.

Salah satu orang suci yang akhir-akhir ini kerap diminta pertolongannya yakni Santa Corona. DIketahui, namanya sesuai dengan virus yang tengah mewabah saat ini. Gereja Katolik meyakini orang suci ini sebagai pelindung terhadap wabah penyakit, salah satunya tentu saja, virus Corona atau COVID-19 ini.

Akan tetapi perlu diketahui, virus baru yang tengah merajalela di dunia disebut ‘corona’ ini tidak ada hubungannya langsung dengan Santa Corona.

Kata latin ‘corona’ atau COVID-19 itu lebih karena wujud dan bentuk virusnya mirip dengan mahkota. Kata mahkota jika dalam bahasa latin adalah corona.

Santa Corona lahir dari Anzu, yakni wilayah Utara Italia. Diketahui kawasan ini juga menjadi pusat penyebaran virus corona atau COVID-19. Namun kini virus yang berpotensi mematikan ini sudah menyebar ke wilayah Eropa, Asia serta Timur Tengah.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) resmi menetapkan virus corona sebagai pandemi. Hal tersebut lantaran penyebarannya sudan meng-global di banyak negara dengan memakan korban yang cukup banyak pula.

Hingga hari ini, Rabu (18/3/2020), sudah ada sebanyak 184ribu kasus manusia positif terserang corona. Sebanyak 7.500-an orang tewas karena virus ini.

Berdasarkan laporan dari media internasional, khusus negara Italia virus ini sudah menelan korban tewas hingga 2.500 orang.  Sementara di Indonesia jumlah kasusnya tercatat sebanyak 172 orang.

Catatan mengenai kisah hidup Santa Corona tidak begitu banyak tersedia. Akan tetapi namanya sering sekali dihubungkan dengan Santo Viktor.

Berikut ini beberapa hal yang didapati terkait kisah hidupnya:

Saat itu ada seorang tentara Romawi bernama Viktor.  Akan tetapi ada pula penguasa Romawi yang sedang  terserang “demam” kebenciannya akan orang-orang Kristiani Perdana bereaksi kaget dan marah terhadap Viktor karena dia percaya kepada Kristus.

Pada saat itulah Kekuasaan Romawi berada di kekuasaan Kaisar Marcus Aurelius yang ketika itu digelayuti perasaan benci terhadap orang-orang Kristiani Perdana.  Pada zaman itu,  orang-orang Kristiani kerap menjadi korban persekusi serta eksekusi. Oleh sebab itu, Viktor diburu hingga akhirnya ditangkap.

Di hadapannya  ada hakim bernama Sebastian, sosok yang juga anti orang-orang Kristiani. Viktor akhirnya dibunuh dengan sangat kejam lantaran dirinya merupakan sosok yang beriman kepada Kristus.

Tubuh Viktor diikat di sebuah tiang lalu dipukul hingga kulitnya mengelupas dari sekujur badannya. Namun, dalam penderitaan dan kesakitan amat sangat itu, ia tak pernah menyatakan menolak atau membuang keyakinannya akan Kristus.

Konon, penyiksaan Viktor ini terjadi di wilayah yang kini disebut Irak. Akan tetapi, data lain mengatakan Damaskus di Suriah. Saat itu, Suriah ada dalam cengkeraman kekuasaan Kekaisaran Romawi.

Selain itu ada juga yang menyebut terjadi di wilayah Turki sekarang, tepatnya di Antiokia. Namun yang jelas, para sejarahwan sepakat bahwa kasus penganiayaan yang berakhir kematian Santo Viktor ini terjadi pada era tahun 170 Masehi.

Tidak jauh dari lokasi tempat Viktor disiksa, ada perempuan remaja bernama Corona. Ia merupakan isteri dari salah serdadu Romawi.  Ia diam-diam sudah menyatakan dirinya beriman pada Kristus.

Karena melihat Viktor disiksa, mendadak Corona diliputi perasaan heroik dan dengan lantang pula menyatakan dirinya juga seorang Kristiani.

Tak lama kemudian, Corona langsung dibawa menuju Hakim Sebastian. Ia juga bernasip sama seperti Viktor yang harus berhadapan dengan kematian. Corona pun akhirnya dihukum mati.

Dengan alasan percaya pada Kristus, Santa Corona akhirnya ditangkap. Tubuhnya digantung di sebuah pohon palem. Namun ironisnya juga, ia digantung dengan tubuh terbalik dengan posisi kepala dibawah dan kaki diatas.

Tak lama kemudian, pohon palem itu runtuh, lalu tubuh Santa Corona terjatuh keras kebawah, badannya remuk hingga nyawanya hilang.

Pelindung gerakan anti wabah dan pandemi

Nama baik Santa Corona, terutama sangat hidup di wilayah Eropa berbahasa Jerman. Utamanya di Austria dan Bavaria. Pada kedua kawasan berbahasa Jerman itulah, Santa Corona “dipatrikan” namanya sebagai Orang Kudus Pelindung untuk semua jenis kegiatan dan gerakan memerangi wabah penyakit. Utamanya pandemi.

Sedangkan Pesta peringatan Santa Corona yakni tanggal 14 Mei. Pada tanggal itu pula Gereja juga memperingati pesta nama Santo Mathias, rasul pengganti Yudas Iskariot.

Keduanya kemudian dinyatakan sebagai Santo maupun Santa oleh Paus Gregorius IX yang memimpin umat Katolik sedunia pada tahun 1227-1241.

Dunia

Ethiopia Umumkan Dua Pasien Meninggal Pertama Virus Corona

Published

on

Ilustrasi

Geosiar.com, Ethopia – Otoritas Ethiopia melaporkan dua pasien meninggal pertama virus Corona atau Covid-19. Pasien itu merupakan seorang pria dan wanita yang sempat dirawat intensif.

Dikutip dari kantor berita AFP pada Minggu (6/4/2020), pasien pertama yang meninggal yakni seorang wanita Ethiopia berusia 60 tahun yang sudah menghabiskan enam hari perawIm3atan intensif. Sementara pasien kedua yang meninggal adalah seorang pria Ethiopia berusia 56 tahun yang didiagnosis menderita virus Corona pada Kamis (2/4/2020).

“Ini adalah penyesalan terdalam saya untuk mengumumkan kematian pertama seorang pasien dari #COVID19 di Ethiopia,” ujar Menteri Kesehatan Ethiopia, Lia Tadesse saat mengumumkan melalui akun Twitter miliknya.

Empat jam kemudian, Lia menerbitkan posting kedua yang mengungkapkan kesedihan yang luar biasa ketika meninggalnya pasien kedua.

Ethiopia merupakan negara berpenduduk lebih dari 100 juta orang, mengkonfirmasi kasus pertama virus Corona pada Jumat (13/3/2020) dan telah mencatat total 43 kasus.

Continue Reading

Dunia

Dari 193 Negara di Dunia, 19 Negara Masih Bebas Corona

Published

on

Ilustrasi

Geosiar.com, Jakarta – Dari 193 negara anggota PBB, dilaporkan hanya tinggal 19 negara bebas Corona atau belum melaporkan adanya kasus infeksi virus Corona pertama yang ditemukan.

Menurut data Universitas Johns Hopkins, berikut 19 negara yang belum melaporkan kasus pertama virus Corona hingga 2 April 2020.

  1. Comoros
  2. Kiribati
  3. Lesotho
  4. Malawi.
  5. Marshall Islands.
  6. Micronesia
  7. Nauru
  8. Korea Utara
  9. Palau
  10. Samoa
  11. Sao Tome and Principe
  12. Solomon Islands.
  13. Sudan Selatan
  14. Tajikistan
  15. Tonga
  16. Turkmenistan
  17. Tuvalu
  18. Vanuatu
  19. Yaman

Korea Utara (Korut) sebagai negara yang tertutup rapat bagi asing belum melaporkan satu kasuspun. Padahal negara ini berbatasan dengan Cina yang menjadi negara awal dari wabah virus Corona

Menurut laporan Newsweek, Turkmenistan untuk beberapa hal meniru Korea Utara dengan secara ketat melarang perjalanan, membersihkan pertemuan massal, dan kampanye memberikan kesadaran.

Sedangkan Yaman diduga belum melaporkan kasus virus Corona lantaran masih dalam situasi perang.

Sebagian besar negara lainnya yang bebas dari virus Corona merupakan negara kepulauan kecil dan jarang dikunjungi orang asing, sebagaimana dilaporkan doncasterfreepress.co.uk, 3 April 2020.

PBB menyebutkan, 7 dari 10 negara di kepulauan kecil itu paling jarang dikunjungi. Kemudian negara-negara ini tidak mempunyai perbatasan darat dengan negara tetangganya, sehingga mereka menjadi negara bebas Corona hingga saat ini.

Continue Reading

Dunia

Via Telepon, Presiden Cina Tawarkan Bantuan Hadapi Virus Corona untuk Indonesia

Published

on

Presiden Indonesia Joko Widodo dan Presiden Cina Xi Jinping

Geosiar.com, Jakarta – Presiden Cina Xi Jinping mengaku siap membantu Indonesia dalam mengatasi wabah penyebaran virus Corona.

Dalam percakapan melalui telepon dari Beijing dengan Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada Kamis (2/4/2020), Xi mengaku prihatin atas penyebaran virus yang makin meluas ke berbagai negara dan kawasan termasuk Indonesia.

“Atas nama pemerintah dan rakyat Cina, menyampaikan rasa simpati kepada masyarakat Indonesia,” tutur otoritas Cina seperti dikutip dari Antara pada Jumat (3/4/2020).

Xi kemudian menawarkan bantuan kepada Pemerintah Indonesia. Xi juga yakin Presiden Jokowi mampu mengatasi pandemi Corona di Indonesia

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Komunis Cina itu mengatakan Indonesia dan Cina sudah saling membantu dalam mengatasi pandemi virus. Presiden Xi juga menekankan pentingnya sinergi yang kokoh sehingga masyarakat internasional mampu melawan Corona.

Sementara itu, Jokowi mengatakan bahwa di bawah kepemimpinan Xi, masyarakat Cina telah melewati pencapaian penting dalam memerangi virus Corona sehingga dunia dapat belajar dari mereka.

Tak lupa Jokowi menyampaikan terima kasih atas bantuan dan dukungan Cina kepada Indonesia dalam mengatasi wabah tersebut. Bantuan Cina, ujar Jokowi, sangat penting bagi Indonesia.

Jokowi menyatakan, virus tidak mengenal batas negara dan sudah menjadi musuh bersama umat manusia. Sehingga, katanya, Indonesia siap bekerja sama dengan Cina guna memperkuat solidaritas dan kerja sama internasional. Indonesia telah menerima bantuan alat kesehatan dari Cina yang diangkut tiga pesawat berbeda dari Shanghai menuju Jakarta.

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com