Connect with us

Politik

Pansus DPRD Medan Tuding Minim Kajian Naskah Akademik Revisi Perda RTRW

Published

on

Medan, Geosiar.com – Sejumlah anggota DPRD Medan yang tergabung di Panitia Khusus (Pansus) revisi RTRW Kota Medan Tahun 2011-2031 sepakat agar perubahan dan penataan kota Medan harus mengacu dan mengedepankan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Terkait Naskah Akademis (NA) yang disampaikan kepada Pansus dinilai minim kajian dan perlu ditinjau ulang.

“Bagaimana kondisi eksistingnya harus jelas. Apa yang akan direvisi dalam Perda itu harus jelas dan perlu kita tinjau bersama. Pansus dan tim akademis harus turun bersama meninjau lapangan,” pinta anggota Pansus Hendra DS dalam rapat Pansus di gedung dewan, Senin (9/3/2020).

Rapat dipimpin Ketua Pansus revisi RTRW Kota Medan Tahun 2011-2031 Dedy Akhsyari Nasution didampingi Daniel Pinem, Pau MA Simanjuntak, Hendra DS, Rizki Nugraha, Edi Suranta Meliala, Syaiful Ramadhan, Sukamto, David RG Sinaga, Dame Duma Sari Hutagalung dan Renville Napitupulu.

Hadir juga Kepala Bappeda Pemko Medan Irwan Ritonga, Kordinator Medan Belawan Yayasan Gajah Sumut (Yagasu) Dadang Muhajirin. Ketua presedium Medan Utara Saharuddin serta OPD terkait.

Pada kesempatan itu, Hendra DS sangat menyayangkan pihak Pemko Medan yang tidak dapat memahami secara sempurna sehingga tidak dapat memaparkan terkait kondisi sebenarnya. “Kita tidak mau terjebak, Perda ini nanti kita sahkan namun akhirnya menyakiti masyarakat. Jadi naskah ini perlu kita dalami. Takutnya Naskah Akademik (NA) ini hanya copy paste yang akan menjebak,” papar Hendra.

Kritikan yang sama juga disampaikan anggota Pansus Daniel Pinem, menurutnya sebelum pembahasan Pemko Medan kiranya terlebih dahulu menyampaikan secara detail kondisi kota Medan sekarang. Sehingga dapat diposisikan wilayah yang memungkinkan dirubah.

“Pada prinsipnya kita setuju revisi Perda RTRW sepanjang tidak merugikan masyarakat. Pemko Medan jangan melakukan revisi Perda peruntukan suatu wilayah hanya mementingkan kelompok lantas mengesampingkan kepentingan masyarakat,” ujar Daniel seraya mengingatkan jangan sampai merugikan masyarakat

Sementara itu, pihak Pemko Medan yang dihadiri Kepala Bappeda Irwan Ritonga didampingi stafnya menyebutkan, adapun konsep revisi RTRW bukan semata mata mengubah suatu kawasan saja. Namun akan mewujudkan tata ruang yang berkualitas.

Sebagai contoh katanya, saat ini kondisi kawasan hutan mangrove di Sicanang Medan Belawan sekitar 1.020 ha. Dan 260 ha sudah berubah kawasan industri yang sudah diselaraskan RDTR sedangkan sisanya itu lah yang akan direvisi.

Diakhir rapat, Ketua Pansus revisi RTRW Dedy Akhsyari Nasition berharap semua pihak harus tetap mempertimbangkan aspek sosial. Revisi yang dilakukan jangan sampai berpihak kepada pesanan tertentu yang akhirnya melegalkan yang salah. (lamru)

Advertisement

Politik

Butuh Anggaran Dampak Covid-19, Ihwan Ritonga: P APBD Pemko Medan TA 2020 Segera Dibahas

Published

on

Medan, Geosiar.com – Wakil Ketua DPRD Medan H Ihwan Ritonga SE mengaku akan segera melakukan pembahasan Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (P APBD) Pemko Medan TA 2020. Percepatan pembahasan guna melakukan pergeseran dan pengalihan beberapa pos anggaran untuk kebutuhan bantuan sosial dampak Coronavirus Disease 2019 (Cavid).

“Kita targetkan bulan Mei ini, P APBD 2020 sudah disahkan, memang normalnya bulan Agustus. Tetali, kita sudah sepakat percepatan pembahasan. Maka kita minta ke Pemko Medan agar segera membuat rencana keperluan anggaran yang akan dibutuhan dalam penanggulangan Covid-19,” ujar Ihwan Ritonga (foto) kepada wartawan di Medan, Jumat (3/4/2020).

Dijelaskan Ihwan, pihak DPRD dan Pemko Medan sudah melakukan rapat membicarakan rencana P APBD kemarin. Dalam rapat telah disepakati agar beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dijajaran Pemko Medan segera membuat rencana target masing masing OPD.

“Kita tunggu Pemko Medan segera memberikan laporan keuangannya. Lebih cepat, lebih bagus,” pinta Ihwan Rotonga.

Dikatakan Ihwan Ritonga, banyak kemungkinan yang akan dilakukan pergeseran mata anggaran untuk bantuan masyarakat terkena dampak sosial Covid-19. Pengalihan anggaran itu dari beberapa programnya yang pasti tidak terlaksana di OPD.

Seperti, tambah Ihwan, beberapa kegiatan seremonial dan pelatihan yang banyak mengundang banyak orang dipastikan batal. “Anggaran itu akan kita geser untuk bantuan sosial. Beberapa kegiatan yang batal itu seperti Ramdhan Fair, Car Free Day dan banyak lagi kegiatan pelatihan yang bisa dibatalkan,” terang Ihwan. (lamru)

Continue Reading

Politik

Sudari ST: Pemko Medan Disarankan Bekerja Profesional, Distribusi Beras Tepat Sasaran

Published

on

Medan, Geosiar.com – Pasca ditetapkannya status Kota Medan tanggap darurat terkait penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Pejabat Pemko Medan dituntut siap bekerja lebih profesional termasuk soal bantuan agar tepat sasaran.

Hal itu disampaikan anggota DPRD Medan Sudari ST (foto) kepada wartawan saat melakukan peninjauan ke kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan di Jl Menteng 7 Medan, Kamis (2/4/2020). Peninjauan dilakukan guna kordinasi terkait memaksimalkan penanganan Covid-19 oleh Pemko Medan melalui BPBD.

Pada kesempatan itu, Sudari ST asal politisi PAN itu mendorong Pemko Medan yakni BPBD, Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial supaya mempertimbangkan segala aspek dampak Covid-19 apalagi setelah menaikkan status dari siaga menjadi tanggap darurat.

“Yang pasti, dampak ekonomi dan sosial lebih bergejolak,” sebut Wakil Ketua Komisi II DPRD Medan yang membidangi kesra itu.

Menurut Sudari, pihak BPBD diharapkan bekerja cepat dan tanggap. Mulai soal penyemprotan supaya disegerakan dengan menyeluruh. “Saya tahu bukan karena ketiadaan anggaran. Maka BPBD harus tetap siap penyediaan bahan yang berkaitan untuk penanggulangan wabah,” ujar Sudari.

Ditambahkan, soal penggunaan anggaran supaya lebih hati hati dan transparan, Sudari minta supaya tetap didampingi Inspektorat mengantisipasi kekeliruan. “Apalagi ini tanggap darurat, jangan sampai menimbulkan masalah,” harap Sudari.

Begitu juga dengan Dinas Kesehatan Kota Medan dapat menjamin pihak Puskesmas dan Rumah Sakit memberikan pelayanan prima. Apalagi bagi warga yang hendak melakukan pemeriksaan tes kesehatan suspect Covid-19 dapat difasilitasi dengan baik.

“Saya dengar bagi warga yang status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) saat berobat dikenakan biaya, supaya dipertimbangkan. Kita berharap masyarakat yang berobat dan bersedia periksa tes kesehatan untuk memastikan bebas Covid-19. Karena itu merupakan bagian upaya memutus mata rantai perebakan virus corona,” imbuhnya.

Sama halnya dengan rencana Dinas Sosial Kota Medan memberikan bantuan beras kepada warga terkena dampak covid-19. Sudari berharap pendistribusian tepat sasaran. “Membuat kreteria yang logika dan jangan sampai menimbulkan masalah baru,” tandas Sudari. (lamru)

Continue Reading

Politik

Taklim DPC PDI Perjuangan Medan Peduli Ojol, Kuliner dan Warga Miskin Dampak Covid-19

Published

on

Medan, Geosiar.com- Majelis Taklim DPC PDI Perjuangan Kota Medan bersama Komunitas Sahabat Bunda #PeduliOjol berbagi kepada para pengemudi ojek online (ojol). Kegiatan berbagi makan siang, masker, sarung tangan, vitamin dan bandrek kepada para pengemudi ojol berlangsung di kawasan Mega Park, Jl. Kapten Muslim Medan, Kamis (2/4/2020).

Ketua Majelis Taklim DPC PDI Perjuangan Kota Medan, Hj. Fitriani Manurung, mengatakan bahwa kegiatan berbagi tersebut adalah kegiatan yang rutin dilaksanakan. Hanya saja kali ini berbeda konsep karena saat ini tengah terjadi wabah virus corona.

“Majelis taklim memang rutin, dan sudah memiliki rangkaian kegiatan di Bulan Syakban jelang Ramadhan, hanya saja karena ada wabah Covid-19 maka bentuk kegiatannya diubah sesuai dengan situasi saat ini,” ujar Hj Fitriani Manurung yang juga Wakil Ketua Bidang Parawisata dan Ekonomi Kreatif DPC PDI Perjuangan Kota Medan tersebut.

Selain itu, Hj. Fitriani Manurung, yang akrab dipanggil Bunda, menyampaikan bahwa dirinya sengaja memilih ojol karena dirinya merasa prihatin dengan keadaan saat ini. Ojol adalah bagian masyarakat yang harus beraktifitas di luar rumah untuk bisa memenuhi nafkah keluarga, sementara saat ini warga dihimbau agar tetap di rumah saja.

“Kita tahulah, gimana kawan-kawan yang berprofesi sebagai ojol. Sudah memprihatinkan karena orderan semakin sedikit. Itu salah satu alasan kita buat progam ini, dan makanan yang kita pesan juga berasal dari warung yang menjadi bagian dari sahabat #PeduliOjol melalui aplikasi. Kemudian kita tambah bingkisan dari majelis taklim berupa masker, sarung tangan, vitamin dan bandrek yang diproduksi oleh kader PDI Perjuangan juga,” jelas Bunda Fitriani.

Kedepannya, Sahabat Bunda #PeduliOjol juga akan memperhatikan tukang becak dan jukir (juru parkir). Caranya tetap dengan memesan makanan via aplikasi ojol, dan penerima order akan mengantar ke tukang becak atau jukir yang dituju.

“Semua sedang kita atur sebagai bentuk kepedulian PDI Perjuangan terhadap pelaku ekonomi informal di Kota Medan, untuk itu kami juga mengajak masyarakat untuk ikut gotong-royong membangun jejaring sosial di tengah pandemik Covid-19,” terangnya.

Dalam kegiatan ini Bunda Fitriani dibantu oleh Ocha, salah satu koordinator ojol, untuk mengarahkan kegiatan agar lebih efektif dan sesuai dengan sasaran yang diinginkan. 

“Kita siap bahu-membahu dengan Majelis Taklim DPC PDI Perjuangan untuk membangun jejaring sosial di tengah wabah corona,” ujar Ocha.

Suwardi, salah satu pengemudi ojol yang hadir, mengatakan bahwa kegiatan ini sangat bagus selain membantu juga bisa menaikkan semangat dirinya dan kawan-kawan agar tidak menyerah dengan situasi.

“Terimakasih udah peduli dan kita jadi semangat terus meski dalam kondisi sulit,” kata Suwardi. (rel)

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com