Ludes Diburu, Apa Sebenarnya Khasiat Jahe Merah?

by

Geosiar.com, Lifestyle – Jahe merah di pasar tradisional banyak diburu usai dua warga Kota Depok dinyatakan positif terjangkit virus corona (Covid-19). Meningkatnya permintaan pasar mengakibatkan harga jahe merah melambung tinggi. Lalu apa sebenarnya korelasi antara jahe merah dengan virus corona? Apakah jahe merah bisa menangkal virus asal Wuhan ini?

Sebuah riset yang diterbitkan dalam PubMed Central Journal of Ethnopharmacology menyatakan bahwa jahe merah mengandung senyawa yang mampu menyembuhkan masalah pernapasan akibat infeksi virus. Inilah yang mungkin membuat jahe merah banyak dicari saat ini.

Selain itu, menurut penelitian dari Institut Pertanian Bogor, kandungan tonikum yang terdapat pada jahe merah efektif untuk menguatkan imunitas tubuh. Tonikum ini memiliki efek untuk memperkuat sistem organ dan menstimulan perbaikan sel-sel pada otot. Di sisi lain, kandungan minyak atsiri pada jahe merah juga meningkatkan kekebalan tubuh.

Sementara penelitian di Universitas Sains Malaysia (2010) menemukan bahwa kandungan minyak esensial dalam jahe merah, yaitu trimethyl, heptadien, curcumene, camphene, carbaldehyde, sesquiphellandrene, dan nerol, dapat menghambat pertumbuhan bakteri dalam tubuh. Kandungan zingiberene dalam jahe merah juga memiliki senyawa aktif bersifat sebagai antimikroba.

Jahe merah ini juga memiliki efek antiradang karena mengandung gingerol, gingerdione, dan zingeron yang menghambat prostaglandin yang merupakan mediator radang. Efek tersebut sama dengan efek antiradang dari asam mefenamat dan ibuprofen yang merupakan golongan obat antiradang nonsteroid (NSAIDs).

Itulah beberapa khasiat jahe merah yang kemungkinan bisa mengatasi infeksi virus, termasuk corona. Jadi, tak heran bila tanaman ini banyak dicari warga Indonesia yang sudah terbiasa menggunakan bahan herbal untuk menangkal penyakit.