PKS Emoh Bahas Pimpro Ibu Kota Baru

by

Geosiar.com, Jakarta – Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Byarwati merasa kurang etis bila publik sudah menduga-duga siapa orang yang bakal diunjuk menjadi pimpinan proyek (pimpro) ibu kota baru, padahal proses pemindahannya saja masih dalam pengkajian.

“Itu kan masih jauh ya [kandidat pimpro ibu kota baru], karena proses pemindahannya masih kita dalami terus,” kata Anis Byarwati, Rabu (4/3/2020).

Ketimbang membahas para kandidat pempro, lanjut Anis, PKS lebih ingin fokus mengkaji besaran anggaran pemindahan ibu kota itu. Berkaitan dengan ini, Anis sendiri telah memberikan catatan khusus dalam setiap rapat dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

“Karena anggaran untuk pemindahan ibu kota selain Rp466 triliun, Rp90 triliunnya dicover dari APBN, itu kita belum clear di situ ya,” lanjut anggota Komisi XI DPR RI ini.

Untuk itu, ia mengingatkan seluruh pihak untuk membereskan kajian proses pemindahan ibu kota berikut anggarannya, baru setelah itu ngomong tentang kepala badan otorita ibu kota baru.

“Ini dulu beresin, enggak usah ngomong kepala badan otorita ibu kota baru, saya pikir sih masih terlalu jauh karena kita belum clear bagaimana pemindahan ibu kota termasuk anggarannya,” tegasnya.

Seperti diketahui, sejumlah nama disebut-sebut mumpuni untuk menjadi pimpinan proyek ibu kota baru. Mereka adalah Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Direktur Utama PT Wijaya Karya (Wika) Tumiyana, Bupati Banyuwangi Azwar Anas, dan Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro.