Ini Alasan Mengapa ‘Si Sehat’ Tak Diwajibkan Pakai Masker

by

Geosiar.com, Lifestyle – Memang sulit untuk tidak merasa panik ketika virus corona merebak di seluruh dunia. Pun sudah menjadi tabiat setiap orang yang berusaha keras untuk melindungi diri dari infeksi virus tersebut. Akan tetapi, melindungi diri dengan cara yang tepat sangat perlu untuk dipahami.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah menjelaskan cara mencegah penyebaran virus corona melalui website resmi hingga media sosial. Dalam penjelasannya, WHO menyarankan agar setiap orang rutin membersihkan tangan sebelum memegang wajah, hidung dan mulut, menjaga jarak kepada orang yang menunjukkan gejala infeksi virus corona.

Dengan mengikuti dua langkah ini saja, WHO memastikan virus corona tidak akan menginfeksi orang lain. Tapi, banyak orang yang salah mengartikan tentang penggunaan masker yang disarankan WHO. WHO hanya menyarankan penggunaan masker kepada orang yang sakit dengan gejala virus corona, seperti batuk dan flu, bukan untuk orang yang sehat.

Akibat ketidakpahaman ini, sekarang masker sangat sulit didapatkan sebab semua orang berebut bahkan ‘menyetok’ masker untuk dirinya sendiri. Ditambah dengan oknum yang berbuat curang yang menimbun masker untuk dijual kembali dengan harga fantastis.

Inilah yang bisa membuat rugi banyak orang dan negara. Hal terburuknya adalah ketidakpahaman ini berkontribusi terhadap paranoia dan kekurangan pasokan masker untuk orang yang benar-benar membutuhkan masker, seperti profesional kesehatan dan orang-orang yang sakit. Ini harus dihentikan!

Apalagi kebanyakan orang belum terlatih dalam penggunaan masker. Kebanyakan orang yang memakainya juga akan sering mengesampingkannya untuk makan, menggaruk hidung, dan berbicara. Orang yang tidak paham menggunakannya akan melakukan hal tersebut. Apakah fungsi masker bisa dirasakan dengan orang tipe seperti ini? Tidak.

Direktur senior dari Program Patogen Khusus Sistem Kesehatan New York Hospital, Syra Madad dan Profesor epidemiologi Universitas Columbia, Stephen Morse mengatakan bahwa ketika dikenakan dengan benar, masker dapat membantu melindungi pemakai dari polusi atau patogen lain, tetapi tidak untuk melindungi pemakainya dari partikel virus.

“Satu hal, Anda bisa mengenakan masker jika Anda sakit dan harus meninggalkan rumah. Jika Anda terserang flu atau mengira Anda menderita Covid-19, saat itulah Anda mengenakan masker untuk melindungi orang lain. Di rumah Anda, jika Anda merasa sakit, Anda harus mengenakan masker untuk melindungi anggota keluarga Anda.”

Pernyataan itu sangat jelas dan tegas. Perlu diingat, ketika hendak membeli masker, Anda wajib mengetahui terlebih dulu penggunaan serta manfaatnya. Utamakanlah orang-orang yang menderita sakit!