Connect with us

Daerah

April 2020 Revitalisasi Terminal Amplas Dimulai, Terminal P Baris Ditunda

Published

on

Medan, Geosiar.com – Revitalisasi terminal bus Amplas Medan yang sebelumnya direncanakan dimulai Januari Tahun 2020 sedikit molor. Bahkan, biaya revitalisasi sebesar Rp 40 Miliar hanya dapat digunakan secara bertahap yakni Rp 20 Miliar untuk Tahun 2020 dan sisanya Rp 20 Miliar lagi pada Tahun 2021.

Menurut Kepala Seksi Sarana dan Prasana Kementerian Perhuhungan Melalui UPT Ditjen Perhubungan Darat Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah II Sumut, Santri Aang ST (foto) kepada wartawan, Senin (2/3/2020) menyampaikan anggaran revitalisasi seluruhnya bersumber dari APBN tanpa dana pendamping dari APBD Pemko Medan maupun APBD Pempropsu.

“Saat ini sedang persiapan tahapan lelang dan penghapusan asset. Dimana setelah asset lepas dari Pemko sekitar 2,1 Ha beberapa bulan lalu selanjutnya proses pembuatan alas hak menjadi asset Ditjen Perhubungan Darat,” ujar Aang.

Menurut Aang, sambil menunggu proses tersebut selesai dan dimungkinkan mulai pengerjaan pada April 2020 mendatang. Sedangkan Detail Engineering Design (DED) nya, saat ini tahap proses finalisasi.

Dikatakannya, untuk proses pengerjaan dengan kecukupan anggaran sebesar Rp 20 M di Tahun 2020 tentu bangunan fisik hanya kondisi 50 persen. Sedangkan penyelesaian finishing bangunan dikerjakan pada Tahun 2021. Artinya, masa pengerjaan selama 2 tahun maka dimungkinkan operasional terminal dapat berjalan di Tahun 2022.

Masih menurut Aang, adapun konsep rencana pembangunan terminal Amplas Medan selaku tipe A akan menyamai dengan terminal bus modern yang ada di Jakarta dan beberapa kota lainnya. Namun, anggaran Rp 40 M hanya untuk bangunan fisik gedung dan ruang tunggu serta parkir.

Sedangkan untuk rencana pembangunan fasilitas lainnya sebagai kawasan pengembangan seperti bangunan supermarket/Mall, Hotel dan perkantoran dimungkinkan kerjasama dengan pihak ke tiga. “Dana yang 40 M itu diperuntukkan hanya bangunan gedung termimal,” terang Aang.

Ditambahkan Aang, keinginan Kementerian Perhubungan melakukan revitalisasi terminal bus Type A murni untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Konsepnya sangat bagus menjadikan termibal aman dan nyaman.

“Upaya memberikan layanan gratis retribusi kepada penumpang dan menjadikan kondisi terminal yang cukup representatif,” jelasnya seraya menyebut untuk layanan pembelian tiket bus juga akan ditingkatkan dengan sistem online.

Sementara itu, menyinggung revitalisasi terminal tipe A Pinang Baris yang sebelumnya direncanakan bersamaan pengerjaan dengan terminal Amplas pada tahun 2020 ini ternyata batal.

Ketika ditanya alasan kenapa tidak bersamaan dimulai pada tahun 2020 ini, Aang kurang bersedia menjelaskan secara detail. Namun, Aang menyebut revitalisasi akan dilaksanakan pada tahun 2021 dan saat ini proses tahapan pembuatan DED.

“Sengat dimungkinkan terkait keterbatasan anggaran. Karena revitalisasi terminal Tipe A saat ini dilakukan secara bersamaan di beberapa kota di Indonesia,” sebut Aang. (lamru)

Advertisement