Connect with us

Sumut

2 Minggu Diintai, Pengedar Sabu Akhirnya Tertangkap

Published

on

Pelaku yang berhasil diringkus aparat Polsek Dolok Masihul. (Foto : art/Geosiar.com)

Geosiar.com, Sergai – Tim Opsnal Reskrim Polsek Dolok Masihul berhasil meringkus pengedar sabu yakni Arianto Sipayung alias Grandong (20) warga Dusun I Desa Kuala bali, Kecamatan Serba Jadi, Serdang Bedagai, saat sedang duduk di teras rumah milik warga yang tak jauh dari rumahnya pada Selasa (25/2/2020) sekitar pukul 16.30 WIB.

Pelaku merupakan target tang sudah diintai selama dua minggu. Tim Opsnal Reskrim Polsek Dolok Masihul terus melakukan penyelidikan terhadap pelaku yang cukup meresahkan masyarakat. Dimana pelaku ini sering mengusai maupun memiliki dan menjual narkotika jenis sabu. 

Upaya penyelidikan oleh petugas pun akhirnya membuahkan hasil. Pelaku dan barang bukti berupa 2 plastik klip transparan berukuran kecil berisi butiran kristal warna putih yang diduga sabu dengan berat 1,6 gram, selembar uang kertas Rp 2.000, sebuah jarum peniti dan sebuh pipet yang runcing pada salah satu ujungnya.

Kapolres Sergai AKBP Robin Simatupang SH, MHum kepada awak media, Rabu (26/2/2020) mengatakan bahwa penindakan pelaku untuk menindaklanjuti informasi dari masyarakat kepada petugas Bhabinkamtibmas Polsek Dolok Masihul.

“Selama dua minggu tim melakukan penyelidikan terhadap pelaku, setelah di perjalanan tim melihat tiga orang laki-laki yang sedang duduk di teras rumah warga. Selanjutnya, tim opsnal melakukan penangkapan terhadap pelaku Sipayung alias Grandong yang sedang duduk di situ,” ungkap AKBP Robin Simatupang.

“Namun, pelaku terlihat sempat membuang bungkusan plastik yang diduga sabu di teras rumah warga tersebut. Sehingga petugas memperintahkan pelaku untuk mengambil barang tersebut dan mengakui bahwa barang tersebut adalah miliknya,” lanjut eks Kapolres Batubara itu.

Dari hasil interogasi, pelaku mengaku memperoleh barang haram tersebut dari seseorang berinisial MR (Mandor) warga Serbajadi, Kabupaten Sergai. Selanjutnya tim melakukan pengembangan namun pelaku tidak berada di rumah.

“Saat ini tersangka berikut barang bukti narkotika jenis sabu sudah diamankan di limpahkan ke Sat Narkoba Polres Sergai guna proses lebih lanjut dan Pelaku Kita kenakan Pasal 114 (1) Sub Psl 112 UU RI No. 35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman penjara paling lama 20 Tahun,” ungkap Kapolres. (art)

Advertisement

Sumut

TKP dan GPS Tembung Semprot Disinfektan di 2 Desa Deli Serdang

Published

on

Tempat Kita Peduli (TKP) dan GPS Tembung, Medan berinisiatif melakukan aksi penyemprotan disinfektan.

Geosiar.com, Medan – Tempat Kita Peduli (TKP) dan GPS Tembung, Medan berinisiatif melakukan aksi penyemprotan disinfektan. Kegiatan tersebut sebagai bentuk dari kepedulian masyarakat dalam mengurangi penyebaran wabah virus corona atau Covid-19 yang menjadi kekhawatiran.

Masuk hari ke 4, aksi penyemprotan disinfektan ini dilakukan di beberapa titik pemukiman masyarakat pada Selasa (31/3/2020).

Ketua TKP, Syukur Ricky Roy Aritonang menjelaskan bahwa kegiatan dalam penyemprotan disinfektan ini sebagai bentuk untuk membantu pemerintah dalam menanggulangi penyebaran virus lebih luas lagi.

“Hari ini kami melakukan penyemprotan disinfektan di beberapa titik pemukiman masyarakat di Desa Laut Dendang dan Desa Bandar Khalifah. Ini merupakan hari keempat dalam pencegahan Covid untuk membantu pemerintah agar tidak luas penyebaran virus ini,” ujarnya.

Luthfi Hakim Simanjuntak selaku Ketua GPS Tembung menjelaskan bahwa ini merupakan aksi nyata yang dilakukan penggiat kemanusiaan dan penggiat lingkungan untuk memberikan rasa aman dan nyaman di tengah masyarakat yang sedang panik dengan adanya wabah ini.

Penyemprotan disinfektan ini disambut antusias oleh masyarakat.

Maman, salah satu masyarakat yang tinggal di Desa Laut Dendang Dusun 7 mengungkapkan bahwa kegiatan penyemprotan disinfektan dan aksi pungut sampah ini merupakan upaya yang positif untuk mencegah penyebaran virus Covid-19.
“Tanggapan saya mengenai penyemprotan dan aksi pungut sampah ini alhamdulillah sangat bagus dan kami sangat mendukung. Untuk mencegah ini lebih bagus daripada tidak mencegah sama sekali berbuat apapun. Harapan kita bersama secepatnya lah Virus Covid-19 ini selesai dan keadaan menjadi pulih kembali,” ungkap Maman.

Syukur menuturkan bahwa saat ini dalam melakukan aksi penyemprotan dan aksi pungut sampah ini harus lebih luas lagi, TKP masuk dalam Gugus Tugas Covid-19 dan melaporkan setiap kegiatan mereka terkait dengan aksi dalam penanggulangan Covid-19 ini.

“Kita juga tergabung dalam penggiat bencana yang ada di gugus Tugas Covid-19 Sumut di bawah kepala BPBD Sumatera Utara dan semua kegiatan akan kita laporkan, dan Alhamdulillah hari ini kita berhasil melakukan penyemprotan di Desa Laut Dendang 253 rumah dan di Desa Bandar Khalifah 40 rumah warga serta 2 rumah ibadah yaitu Mesjid,” ungkapnya.

Kegiatan ini dilakukan secara bergilir dan sudah melakukan kegiatan penyemprotan di beberapa titik, diantaranya 323 rumah warga, 2 rumah ibadah (Mesjid) dan 1 gudang buah.

“Ini bergiliran kita tidak banyak seperti 3 hingga 4 orang untuk menjaga stamina kita untuk dapat berkelanjutan terus,” ungkapnya.

Ia menambahkan, masyarakat dan pemerintah saling bergotong-royong untuk menghentikan wabah ini. Ia juga berharap agar kebijakan pemerintah dengan menghindari tempat ramai dapat dipatuhi oleh semua lapisan masyarakat.

“Mudah-mudahan semua pihak baik pemerintah, warga, maupun semua elemen dapat bahu-membahu dalam bergotong royong untuk bisa menanggulangi penyebaran wabah Covid ini. Hal ini khususnya dengan menaati protokol kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah baik itu social distancing, Work at Home, dan Stay at Home sehingga wabah ini tidak menyebar semakin luas,” pungkas Syukur.

Continue Reading

Sumut

Disdukcapil dan Bank Sumut Partisipasi Cegah Corona

Published

on

Bank Sumut bantu 2.000 sabun anti bakteri cegah virus corona (Antaranews.com)

Geosiar.com, Medan – Bank Sumut Cabang Stabat Kabupaten Langkat menyalurkan bantuan 2.000 sabun anti bakteri kepada masyarakat yang diserahkan melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat. Hal tersebut guna mengantisipasi virus corona atau COVID-19.

Hal itu disampaikan Seksi Operasional Bank Sumut Cabang Stabat Amsir Oloan Batubara, di Stabat, Rabu (1/4/2020).

“Semoga bantuan ini, bisa membantu masyarakat Langkat untuk selalu menjaga kebersihan, sehingga terhindar dari infeksi virus corona,” ujar Amsir.

Sementara Pelaksana Tugas (plt) Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Mulyono memberikan masker dan hand Sanitizer kepada seluruh staf di kantor tersebut serta stafnya yang bertugas di 23 kecamatan.

Tak hanya itu, pihaknya juga menyiapkan teremoskener untuk memeriksa suhu tubuh para staf dan masyarakat yang mengurus administrasi kependudukan.

“Jumlah staf kami seluruhnya 156 orang, meraka masing-masing mendapatkan 2 masker. Untuk handsanitizer mendapatkan 250 liter di setiap kecamatan,” jelas Mulyono.

Disdukcapil juga menyiapkan layanan WA untuk pengurusan administrasi kependudukan dengan nomor kontak 085262109812 pengurusan e- KTP, nomor kontak 085262109813 untuk pengurusan akta kelahiran.

Nomor kontak 085262109814 untuk pengurusan Akta Nikah dan Kematian, nomor kontak 085262109817 pengurusan Konsulidasi Data nomor kontak 085262109815.

Continue Reading

Sumut

Selamat Bertugas..! Akhyar Nasution Tampak Sehat, Melewati Isolasi 14 Hari Cegah Covid-19

Published

on

Medan, Geosiar.com – Setelah menjalani isolasi mandiri selama 14 hari, hari ini Rabu (1/4/2020) Plt Walikota Medan H Ir Akhyar Nasution M.Si kembali beraktifitas seperti biasa. Sebelumnya, Akhyar Nasution isolasi mandiri memastikan bebas virus corona

Ketika ditemui wartawan Geosiar.com di rumahnya di komplek perumahan wartawan Medan, Selasa (31/3/2020), Akyar Nasution (foto) terlihat sehat bugar dan semangat, “Alhamdulillah, ini hari terakhir setelah selama 14 hari menjalani isolasi, besok sudah bisa masuk ngantor, seperti biasa,” ujarnya ceriah.

Selama 14 hari, Akhyar Nasution mengaku turut anjuran dokter melakukan isolasi di rumah. Dan setiap saat rutin memantau kondisi kesehatan. “Sekarang, terbukti hasilnya negatif bebas gejala Covid-19,” imbuhnya.

Disebutkannya, memang selama 14 hari itu, Akhyar Nasution bersama istri terkadang pergi ke ladang di daerah Kecamatan Tiga Juhar, Kabupaten Deli Serdang.

“Di sana ada pondok dan menginap bersama istri, menikmati alam sambil lihat lihat pohon melinjo yang buah mulai menguning. Juga berbagai jenis tanaman ada disana termasuk pohon durian tetapi masih kecil,” paparnya.

Memang pantas dibanggakan, selama isolasi, ternyata Akhyar Nasution tidak tinggal diam namun tetap mengendalikan situasi arah pembangunan di kota Medan. Tetap memonitor situasi wabah Covid-19 dan membuat kebijakan akan mendistribusikan 1.000 ton beras kepada warganya yang miskin krisis pangan terinbas virus corona.

“Pemko Medan akan menyiapkan segala sesuatunya untuk rakyat. Kami terus berupaya melawan bencana wabah Covid-19 dan berbuat maksimal untuk kesejahteraan warga,” sebutnya.

Memang, ketika Akhyar menjabat anggota DPRD Medan periode 1999-2014, sudah memiliki ladang itu. Akhyar yang hobinya bercocok tanam sering ke ladang menikmati suasana alam yang asri. (lamru)

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com