Connect with us

Dunia

Korban Corona 1.770 Orang, Pakar Dunia Kumpul di China

Published

on

Pekerja medis dengan pakaian pelindung memeriksa catatan seorang pasien di unit perawatan intensif (ICU) rumah sakit di Wuhan, provinsi Hubei, Kamis (6/2/2020). (Foto : China Daily via REUTERS)

Geosiar.com, Beijing – Sejumlah pakar dunia berkumpul di China untuk membahas epidemi virus Corona jenis baru, Covid-19. Pertemuan yang dipimpin oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) ini dilakukan sebagai bentuk kekhawatiran mengingat jumlah korban meninggal akibat wabah itu sudah mencapai 1.770 orang per Senin (17/2/2020).

“Para pakar internasional yang berpartisipasi dalam misi bersama yang dipimpin oleh WHO telah tiba di Beijing dan telah mengadakan pertemuan pertama mereka dengan rekan-rekan China hari ini,” demikian pernyataan Ketua WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus melalui akun Twitter, dikutip Senin (17/2).

“Kami menantikan kolaborasi yang sangat penting ini berkontribusi pada pengetahuan global tentang wabah #COVID19 ,” lanjut tweet Tedros.

Meskipun Komisi Kesehatan Nasional China sudah mengklaim wabah tersebut bisa dikendalikan dengan bukti angka kasus cenderung menurun, tapi Tedros memperingatkan bahwa mustahil untuk memprediksi ke arah mana epidemi ini akan terjadi ke depannya.

“Kami meminta semua pemerintah, perusahaan, dan organisasi berita untuk bekerja bersama kami untuk membunyikan tingkat alarm yang sesuai tanpa mengipasi api histeria,” ujar Tedros dalam Konferensi Keamanan Munich sebelumnya.

Seperti diketahui, virus yang pertama kali muncul di Wuhan, Provinsi Hubei pada Desember 2019 ini sudah menelan ribuan korban secara global. Akibatnya, masyarakat dunia semakin khawatir dengan penyebaran virus tersebut. Hingga hari ini, tercatat wabah Corona Covid-19 menyebabkan 1.770 orang meninggal, dan 71.231 terinfeksi.

Dunia

Ethiopia Umumkan Dua Pasien Meninggal Pertama Virus Corona

Published

on

Ilustrasi

Geosiar.com, Ethopia – Otoritas Ethiopia melaporkan dua pasien meninggal pertama virus Corona atau Covid-19. Pasien itu merupakan seorang pria dan wanita yang sempat dirawat intensif.

Dikutip dari kantor berita AFP pada Minggu (6/4/2020), pasien pertama yang meninggal yakni seorang wanita Ethiopia berusia 60 tahun yang sudah menghabiskan enam hari perawIm3atan intensif. Sementara pasien kedua yang meninggal adalah seorang pria Ethiopia berusia 56 tahun yang didiagnosis menderita virus Corona pada Kamis (2/4/2020).

“Ini adalah penyesalan terdalam saya untuk mengumumkan kematian pertama seorang pasien dari #COVID19 di Ethiopia,” ujar Menteri Kesehatan Ethiopia, Lia Tadesse saat mengumumkan melalui akun Twitter miliknya.

Empat jam kemudian, Lia menerbitkan posting kedua yang mengungkapkan kesedihan yang luar biasa ketika meninggalnya pasien kedua.

Ethiopia merupakan negara berpenduduk lebih dari 100 juta orang, mengkonfirmasi kasus pertama virus Corona pada Jumat (13/3/2020) dan telah mencatat total 43 kasus.

Continue Reading

Dunia

Dari 193 Negara di Dunia, 19 Negara Masih Bebas Corona

Published

on

Ilustrasi

Geosiar.com, Jakarta – Dari 193 negara anggota PBB, dilaporkan hanya tinggal 19 negara bebas Corona atau belum melaporkan adanya kasus infeksi virus Corona pertama yang ditemukan.

Menurut data Universitas Johns Hopkins, berikut 19 negara yang belum melaporkan kasus pertama virus Corona hingga 2 April 2020.

  1. Comoros
  2. Kiribati
  3. Lesotho
  4. Malawi.
  5. Marshall Islands.
  6. Micronesia
  7. Nauru
  8. Korea Utara
  9. Palau
  10. Samoa
  11. Sao Tome and Principe
  12. Solomon Islands.
  13. Sudan Selatan
  14. Tajikistan
  15. Tonga
  16. Turkmenistan
  17. Tuvalu
  18. Vanuatu
  19. Yaman

Korea Utara (Korut) sebagai negara yang tertutup rapat bagi asing belum melaporkan satu kasuspun. Padahal negara ini berbatasan dengan Cina yang menjadi negara awal dari wabah virus Corona

Menurut laporan Newsweek, Turkmenistan untuk beberapa hal meniru Korea Utara dengan secara ketat melarang perjalanan, membersihkan pertemuan massal, dan kampanye memberikan kesadaran.

Sedangkan Yaman diduga belum melaporkan kasus virus Corona lantaran masih dalam situasi perang.

Sebagian besar negara lainnya yang bebas dari virus Corona merupakan negara kepulauan kecil dan jarang dikunjungi orang asing, sebagaimana dilaporkan doncasterfreepress.co.uk, 3 April 2020.

PBB menyebutkan, 7 dari 10 negara di kepulauan kecil itu paling jarang dikunjungi. Kemudian negara-negara ini tidak mempunyai perbatasan darat dengan negara tetangganya, sehingga mereka menjadi negara bebas Corona hingga saat ini.

Continue Reading

Dunia

Via Telepon, Presiden Cina Tawarkan Bantuan Hadapi Virus Corona untuk Indonesia

Published

on

Presiden Indonesia Joko Widodo dan Presiden Cina Xi Jinping

Geosiar.com, Jakarta – Presiden Cina Xi Jinping mengaku siap membantu Indonesia dalam mengatasi wabah penyebaran virus Corona.

Dalam percakapan melalui telepon dari Beijing dengan Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada Kamis (2/4/2020), Xi mengaku prihatin atas penyebaran virus yang makin meluas ke berbagai negara dan kawasan termasuk Indonesia.

“Atas nama pemerintah dan rakyat Cina, menyampaikan rasa simpati kepada masyarakat Indonesia,” tutur otoritas Cina seperti dikutip dari Antara pada Jumat (3/4/2020).

Xi kemudian menawarkan bantuan kepada Pemerintah Indonesia. Xi juga yakin Presiden Jokowi mampu mengatasi pandemi Corona di Indonesia

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Komunis Cina itu mengatakan Indonesia dan Cina sudah saling membantu dalam mengatasi pandemi virus. Presiden Xi juga menekankan pentingnya sinergi yang kokoh sehingga masyarakat internasional mampu melawan Corona.

Sementara itu, Jokowi mengatakan bahwa di bawah kepemimpinan Xi, masyarakat Cina telah melewati pencapaian penting dalam memerangi virus Corona sehingga dunia dapat belajar dari mereka.

Tak lupa Jokowi menyampaikan terima kasih atas bantuan dan dukungan Cina kepada Indonesia dalam mengatasi wabah tersebut. Bantuan Cina, ujar Jokowi, sangat penting bagi Indonesia.

Jokowi menyatakan, virus tidak mengenal batas negara dan sudah menjadi musuh bersama umat manusia. Sehingga, katanya, Indonesia siap bekerja sama dengan Cina guna memperkuat solidaritas dan kerja sama internasional. Indonesia telah menerima bantuan alat kesehatan dari Cina yang diangkut tiga pesawat berbeda dari Shanghai menuju Jakarta.

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com