Connect with us

Dunia

WNI di Taiwan: Kami Butuh Masker

Published

on

Ilustrasi

Geosiar.com, Taiwan – Wabah virus Corona Covid-19 membuat warga Taiwan khawatir. Apalagi sejak adanya pemberitaan tentang penumpang kapal pesiar Diamond Princess yang positif terinfeksi virus Corona dan singgah di Keelung, Taiwan, seperti yang diberitakan media setempat.

Hal tersebut disampaikan warga negara Indonesia yang berada di Taiwan, Umi Sugiharti seperti dikutip dari Sindonews, Sabtu (15/2/2020).

“Jumlah penumpang yang terjangkit dilaporkan terus bertambah,” katanya.

Umi mengatakan data yang diperoleh dari perusahaan biro perjalanan, para penumpang kapal pesiar Diamond Princess sudah mengunjungi sejumlah tempat wisata di Taiwan.

Lanjut Umi, pemerintah Taiwan sudah mengeluarkan perintah agar selalu menggunakan masker ketika keluar rumah dan cuci tangan sepulang dari bepergian. Pemerintah pun mengimbau agar tidak sembarangan menyentuh barang di luar terutama di dalam bus, selalu sedia tisu basah atau alkohol penangkal virus dan menghindari tempat-tempat ramai agar tidak tertular virus Corona.

Sementara untuk pembelian masker telah di batasi. Satu orang hanya boleh membeli 1 pak yang berisi 3 lembar masker.

“Kebetulan saya hidup di daerah Li-Jing yang jauh dari keramaian kota. Cuma ada satu toko kecil bernama 7-11. Mereka hanya menyediakan masker antara jam 4 sampai 6 sore. Itupun sering tidak kebagian,” tuturnya.

“Beruntung ada organisasi dan KDEI yang membagikan gratis khusus untuk TKI. Namun tentu saja masih kurang. Dilansir oleh CNA (Channel News Asia) jumlah TKI di Taiwan tidak kurang dari 270.000 orang. Maka kami sangat membutuhkan masker,” tambahnya.

Sejauh ini virus Corona Covid-19 secara global sudah menewaskan 1.526 orang, termasuk kematian 1.523 di China. Jumlah kematian meningkat setelah Komisi Kesehatan Nasional China melaporkan 143 kematian terbaru.

Sementara untuk jumlah kasus atau orang yang terinfeksi secara global, dikutip dari situs pelaporan worldometers.info sudah mencapai 67.100. Jumlah terbanyak di China yaitu 66.492 orang. Jumlah pasien yang sembuh secara global mencapai 8.193 orang.

Dunia

Ethiopia Umumkan Dua Pasien Meninggal Pertama Virus Corona

Published

on

Ilustrasi

Geosiar.com, Ethopia – Otoritas Ethiopia melaporkan dua pasien meninggal pertama virus Corona atau Covid-19. Pasien itu merupakan seorang pria dan wanita yang sempat dirawat intensif.

Dikutip dari kantor berita AFP pada Minggu (6/4/2020), pasien pertama yang meninggal yakni seorang wanita Ethiopia berusia 60 tahun yang sudah menghabiskan enam hari perawIm3atan intensif. Sementara pasien kedua yang meninggal adalah seorang pria Ethiopia berusia 56 tahun yang didiagnosis menderita virus Corona pada Kamis (2/4/2020).

“Ini adalah penyesalan terdalam saya untuk mengumumkan kematian pertama seorang pasien dari #COVID19 di Ethiopia,” ujar Menteri Kesehatan Ethiopia, Lia Tadesse saat mengumumkan melalui akun Twitter miliknya.

Empat jam kemudian, Lia menerbitkan posting kedua yang mengungkapkan kesedihan yang luar biasa ketika meninggalnya pasien kedua.

Ethiopia merupakan negara berpenduduk lebih dari 100 juta orang, mengkonfirmasi kasus pertama virus Corona pada Jumat (13/3/2020) dan telah mencatat total 43 kasus.

Continue Reading

Dunia

Dari 193 Negara di Dunia, 19 Negara Masih Bebas Corona

Published

on

Ilustrasi

Geosiar.com, Jakarta – Dari 193 negara anggota PBB, dilaporkan hanya tinggal 19 negara bebas Corona atau belum melaporkan adanya kasus infeksi virus Corona pertama yang ditemukan.

Menurut data Universitas Johns Hopkins, berikut 19 negara yang belum melaporkan kasus pertama virus Corona hingga 2 April 2020.

  1. Comoros
  2. Kiribati
  3. Lesotho
  4. Malawi.
  5. Marshall Islands.
  6. Micronesia
  7. Nauru
  8. Korea Utara
  9. Palau
  10. Samoa
  11. Sao Tome and Principe
  12. Solomon Islands.
  13. Sudan Selatan
  14. Tajikistan
  15. Tonga
  16. Turkmenistan
  17. Tuvalu
  18. Vanuatu
  19. Yaman

Korea Utara (Korut) sebagai negara yang tertutup rapat bagi asing belum melaporkan satu kasuspun. Padahal negara ini berbatasan dengan Cina yang menjadi negara awal dari wabah virus Corona

Menurut laporan Newsweek, Turkmenistan untuk beberapa hal meniru Korea Utara dengan secara ketat melarang perjalanan, membersihkan pertemuan massal, dan kampanye memberikan kesadaran.

Sedangkan Yaman diduga belum melaporkan kasus virus Corona lantaran masih dalam situasi perang.

Sebagian besar negara lainnya yang bebas dari virus Corona merupakan negara kepulauan kecil dan jarang dikunjungi orang asing, sebagaimana dilaporkan doncasterfreepress.co.uk, 3 April 2020.

PBB menyebutkan, 7 dari 10 negara di kepulauan kecil itu paling jarang dikunjungi. Kemudian negara-negara ini tidak mempunyai perbatasan darat dengan negara tetangganya, sehingga mereka menjadi negara bebas Corona hingga saat ini.

Continue Reading

Dunia

Via Telepon, Presiden Cina Tawarkan Bantuan Hadapi Virus Corona untuk Indonesia

Published

on

Presiden Indonesia Joko Widodo dan Presiden Cina Xi Jinping

Geosiar.com, Jakarta – Presiden Cina Xi Jinping mengaku siap membantu Indonesia dalam mengatasi wabah penyebaran virus Corona.

Dalam percakapan melalui telepon dari Beijing dengan Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada Kamis (2/4/2020), Xi mengaku prihatin atas penyebaran virus yang makin meluas ke berbagai negara dan kawasan termasuk Indonesia.

“Atas nama pemerintah dan rakyat Cina, menyampaikan rasa simpati kepada masyarakat Indonesia,” tutur otoritas Cina seperti dikutip dari Antara pada Jumat (3/4/2020).

Xi kemudian menawarkan bantuan kepada Pemerintah Indonesia. Xi juga yakin Presiden Jokowi mampu mengatasi pandemi Corona di Indonesia

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Komunis Cina itu mengatakan Indonesia dan Cina sudah saling membantu dalam mengatasi pandemi virus. Presiden Xi juga menekankan pentingnya sinergi yang kokoh sehingga masyarakat internasional mampu melawan Corona.

Sementara itu, Jokowi mengatakan bahwa di bawah kepemimpinan Xi, masyarakat Cina telah melewati pencapaian penting dalam memerangi virus Corona sehingga dunia dapat belajar dari mereka.

Tak lupa Jokowi menyampaikan terima kasih atas bantuan dan dukungan Cina kepada Indonesia dalam mengatasi wabah tersebut. Bantuan Cina, ujar Jokowi, sangat penting bagi Indonesia.

Jokowi menyatakan, virus tidak mengenal batas negara dan sudah menjadi musuh bersama umat manusia. Sehingga, katanya, Indonesia siap bekerja sama dengan Cina guna memperkuat solidaritas dan kerja sama internasional. Indonesia telah menerima bantuan alat kesehatan dari Cina yang diangkut tiga pesawat berbeda dari Shanghai menuju Jakarta.

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com