Connect with us

Nasional

KPK Ancam Jerat Orang yang Bantu Pelarian Harun Masiku

Published

on

Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango

Geosiar.com, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) imbau agar tidak ada pihak yang membantu Harun Masiku untuk bersembunyi. Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango menegaskan, lembaga antikorupsi akan menjerat siapapun yang membantu Harun dalam pelariannya dengan pidana obstruction of justice atau pasal perintangan penyidikan.

“KPK akan sangat tegas menggunakan instrumen obstruction of justice untuk tindakan semacam itu,” ujar Nawawi, Sabtu (15/2/2020).

Pasal perintangan penyidikan masuk dalam Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi. Ancaman hukuman bagi pihak yang membantu pelarian koruptor bisa diancam 12 tahun penjara. KPK pernah menjerat dua pengacara, Friedrich Yunadi dan Lucas dengan pasal tersebut.

Nawawi menyatakan, KPK masih berupaya mencari Harun. KPK, kata dia, membentuk tim khusus untuk melakukan pemburuan. Tim ini dibantu anggota Kepolisian RI.

“Segala daya upaya dilakukan, jadi tak ada alasan bagi pihak manapun untuk meragukan keseriusan KPK dalam perburuan ini,” tuturnya.

Harun merupakan calon legislatif dari fraksi PDIP yang menjadi tersangka kasus suap Komisioner KPU Wahyu Setiawan. Dirinya diduga memberikan uang ke Wahyu untuk memuluskan jalannya menjadi anggota DPR melalui pergantian antarwaktu. Kini Harun masih buron.