Connect with us

Nasional

DKI Periksa 52 Orang Berisiko Terinfeksi Virus Corona

Published

on

Kota Wuhan yang menjadi asal virus Corona ini diisolasi untuk mengendalikan penyebaran (AFP/STR)

Geosiar.com, Jakarta – Virus corona kini menjadi perhatian utama semua pihak, termasuk pemerintah DKI Jakarta. Pihaknya telah mengecek 52 orang yang berisiko terinfeksi virus corona alias COVID-19.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi DKI Dwi Oktavia Handayani mengatakan, data soal virus corona itu terangkum hingga 12 Februari 2020.

“Sejauh ini tidak ada yang terkonfirmasi positif menderita COVID-19,” ujar Dwi dalam keterangan tertulisnya, Jumat (14/2/2020) malam.

Dwi enggan mengatakan secara merinci latar belakang dan cerita pemeriksaan terhadap 52 orang itu. Menurutnya, pemeriksaan dilakukan dalam rangka mencegah virus corona mewabah di Ibu Kota.

Dikutip dari Tempo.co, Dinas Kesehatan DKI sudah melakukan enam upaya kewaspadaan dini yang masih berjalan hingga kini.

Pertama, menyosialisasikan kewaspadaan terhadap COVID-19 kepada rumah sakit, puskesmas serta klinik. Kedua, membentuk 50 tim penyuluh COVID-19 di seluruh wilayah untuk memberikan penyuluhan kepada warga di permukiman, perkantoran, dan lainnya. Ketiga, sosialisasi dan edukasi hingga 12 Februari sudah dilakukan terhadap 11.063 orang di 303 lokasi.

“Terdiri atas 165 permukiman, 69 fasilitas kesehatan, 33 fasilitas pendidikan, 24 tempat hiburan, dan 12 perkantoran di DKI,” jelas Dwi.

Keempat, menyebarkan informasi dan edukasi kepada masyarakat melalui pelbagai platform media massa dan media sosial. Kelima, menyediakan hotline 24 jam di nomor 081388376955. Keenam, melibatkan lintas instansi seperti pihak swasta, organisasi profesi, pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga (PKK) dan unsur masyarakat lain untuk menyosialisasikan waspada virus corona.