Connect with us

Sumut

Kurir dan Pengedar Sabu Asal Dolok Masihul Digelandang Polisi

Published

on

Kedua pelaku yang berhasil diamanakan tim opsnal Polsek Dolok Masihul. (Foto : art/Geosiar.com)

Geosiar.com, Sergai – Tim Opsnal Polsek Dolok Masihul meringkus dua pelaku narkotika jenis sabu, yakni kurir dan pengedar di Dusun I Desa Dolok Menampang, Kecamatan Dolok masihul, Sergai Bedagai, pada Selasa (11/2/2020) sekitar pukul 17.30 WIB.

Kedua pelaku yang diamankan ialah Juhardi alias Juar (37) sebagai bandar, warga Dusun I, Desa Dolok Menampang, Kecamatan Dolok Masihul, dan Darma Bhakti alias Aseng (23) sebagai kurir, warga Desa Pondok Jeruk Sarang Ginting, Kecamatan Dolok Masihul.

Kapolres Sergai AKBP Robin Simatupang SH, MHum kepada awak media, Kamis (13/2/2020) mengatakan, penangkapan kedua pelaku untuk menindaklanjuti laporan dari masyarakat. Kemudian, tim langsung bergerak cepat ke TKP dan melakukan penangkapan pelaku Juhardi alias Juar di depan rumah warga.

“Tersangka Juhardi ditangkap di depan rumah warga, saat diinterogasi petugas dimana barangnya, tersangka mengaku bahwa sabu ada di dalam kantong celana bagian depan sebelah kanan,” kata Kapolres Sergai AKBP Robin.

Adapun barang bukti dari kantong celana bagian depan sebelah kanan ditemukan 1 lembar plastik klip transpran berisikan 6 paket sabu dengan berat 2,04 gram dan 1 buah pipa yang sudah dimodifikasi.

“Selanjunya, tim melakukan penggeledahan di sekitar rumah warga tempat pelaku Juhardi alias Juar ditangkap dan berhasil menemukan 1 lembar plastik klip transparan berisikan sabu dengan berat 9,38 gram, 69 lembar plastik klip transparan ukuran besar, dan 64 lembar plastik klip trasparan ukuran sedang,” lanjutnya.

Dari pengakuan tersangka setelah diintrogasi oleh petugas, barang tersebut diperolehnya dari pelaku Aseng. Bertepatan pelaku Aseng sedang melintas saat itu, tim pun langsung melakukan pengejaran dan berhasil menangkapnya. 

“Lalu Aseng dipertemukan dengan Juar dan membenarkan telah mengantarkan sabu kepada Juar. Saat itu pelaku Aseng mengaku barang tersebut diperoleh dari pelaku Dani,” jelas Kapolres.

Namun, setelah melakukan pengembangan dikediaman Dani yang secara langsung disaksikan Kepala Dusun, pelaku tidak ditemukan di sana.

“Saat ini kedua pelaku bersama barang bukti sudah diamankan di Sat Narkoba Polres Sergai untuk dilakukan proses hukum dan kedua pelaku kita kenakan Pasal 132 Subs 114 ayat (1) Subs 112 ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman 20 tahun Penjara,” pungkas AKBP Robin. (art)

Sumut

Akhyar Nasution Berharap Generasi Muda Peduli Budaya dan Sejarah

Published

on

Medan, Geosiar.com – Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi mengapresiasi digelarnya Workhsop Narasi Deli Heritage Society di Aula  Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS), Jalan Brigjen Katamso Medan, Minggu (23/2) siang. Tujuannya sebagai sarana diskusi, merumuskan dan bertukar pikiran antar elemen masyarakat dan pemangku kebijakan di Sumut termasuk Kota Medan dalam menarasikan sejarah dan budaya Melayu Deli.

Dihadapan para peserta workshop yang terdiri dari para sejarawan, ilmuwan, praktisi, akademi, para pemerhati sejarah dan budaya, Akhyar mengakui bahwa Kota Medan dibangun lewat peradaban budaya Melayu Deli serta perkebunan tembakau deli yang tersebut di wilayah Sumut. Oleh karenanya, melalui workshop tersebut, Akhyar berharap akan terangkum narasi sejarah Melayu Deli secara baik, benar dan jelas.

“Kita mengetahui betapa mahsyurnya perkebunan tembakau deli yang dikenal seantero negeri. Ini tentu menjadi kekayaan nilai sejarah dan budaya bagi kita. Sehingga dirasa perlu untuk dinarasikan secara jelas dan akurat agar masyarakat mengetahuinya dengan pasti dan tanpa berbagai interpretasi,” kata Akhyar.

Apalagi bilang Akhyar, Kota Medan  dibangun lewat perkebunan tembakau deli sebagai cikal bakalnya. Namun, belakangan sejarah tersebut seakan punah dan sirna dan tidak tersampaikan secara baik di masyarakat. Terlebih di era tekhnologi saat ini lanjut Akhyar, ada pergeseran nilai budaya dan peradaban yang terjadi di tengah-tengah masyarakat.

“Tantangan kita ke depan adalah mengembalikan lagi nilai budaya tersebut. Setiap dari kita hendaknya bisa menjadi duta dan jembatan narasi bagi orang lain tentang sejarah Deli. Banyak hal baik yang bisa diceritakan dibanding kita terus mengumbar keburukan. Dengan begitu, maka citra, jati diri dan identitas Kota Medan akan kembali,” ungkapnya di hadapan Bupati Serdang Bedagai (Sergai) Soekirman yang turut hadir.

Lebih jauh Akhyar mengatakan bahwa Pemko Medan telah merancang dan mempersiapkan berbagai program yang akan menggeliatkan dan menghidupkan kembali nilai budaya Kota Medan salah satunya dengan penataan kawasan heritage Kesawan. Jika hal itu terwujud, Akhyar optimis sektor pariwisata akan meningkat dan berimplikasi pada majunya sektor perekonomian. 

“Rencana ini sudah kita komunikasikan dengan Gubernur dan tingkat pusat di kementetrian PU untuk penataan wilayah. Upaya ini kita lakukan untuk merubah wajah Kota Medan menjadi lebih cantik sehingga memberi rasa aman dan nyaman bagi masyarakat baik yang tinggal maupun yang datang ke mari. Sebab kami yakin, Kota Medan ini tidak kalah dengan kota-kota lainnya di Indonesia,”  paparnya.

Terakhir, Akhyar berharap peserta workhsop yang turut difasilitasi PTPN ini menelurkan masukan dan ide brilian sehingga terangkum sebuah narasi sejarah dan budaya Melayu Deli dan perkebunan tembakau melalui sebuah buku. Sehingga dipahami secara saksama khususnya bagi generasi muda. “Semoga para generasi muda kembali peduli pada budaya dan sejarah agar tidak hilang ditelan masa,” harapnya. (lamru)

Continue Reading

Sumut

Membangun Peradaban Kota Lewat Budaya, Akhyar Nasution: “Mari Ubah Perilaku Buruk”

Published

on

Medan, Gsosiar.com – Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi mengaku akan membangun peradaban kota Medan lewat jalan budaya. Dengan begitu, Akhyar optimis, kota Medan akan kembali memiliki identitas sehingga lebih maju dan berkembang dalam berbagai bidang kehidupan di masa mendatang.

“Membangun peradaban kota lewat jalan budaya, harus dilakukan saat ini. Artinya, kita bangun kembali budaya peduli, saling menghormati dan menghargai serta rasa memiliki akan Kota Medan, bukan hanya sekedar pembangunan fisik pada bangunan saja,” kata Akhyar ketika menjadi narasumber dalam acara Dialog Seni di Gedung Sanggar Seni Rupa Simpassri, Jalan Teratai, Kecamatan Medan Maimun, Sabtu (22/2/2020).

Lebih jauh Akhyar mengatakan bahwa perilaku budaya buang sampah sembarangan, melanggar lalu lintas dan tidak peduli pada sesama menjadi representasi pergeseran nilai budaya sekaligus wujud tidak adanya rasa saling memiliki pada diri masing-masing. “Rasa acuh dan abai menjadikan Kota Medan kehilangan jati dirinya. Jika kita bisa berbuat baik, meskipun kecil tapi yakinlah hal itu akan berdampak besar pada kemajuan kota ini. Mari ubah perilaku buruk tersebut,” ajaknya.

Di hadapan para pelaku seni Sumut khususnya Kota Medan, Akhyar berharap besar Kota Medan akan kembali pada masa kejayaannya di era tahun 1960 hingga 80-an pada bidang seni dan budaya. Di masa tersebut bilangnya, Kota Medan dikenal melahirkan serta memiliki komikus, cerpenis, pelukis dan budayawan handal.

“Kita tidak kalah dengan kota-kota besar lain di Indonesia. Hanya saja ada yang hilang dari diri kita yakni semangat kebersamaan. Padahal, kota ini terbangun lewat rasa persaudaraan dan kebersamaan. Jangan sampai kita tergerus oleh budaya populis. Ini Medan bung, slogan yang kerap kita dengar. Harusnya slogan itu, menjadi bentuk bahwa kita bangga jadi anak Medan. Jangan malu, kita besarkan kota ini bersama-sama,” serunya optimis.

Terkait ruang galeri untuk seni, mantan anggota DPRD Medan tersebut mengaku akan memberi ruang bagi pelaku seni salah satunya diwujudkan dengan merenovasi pendopo Lapangan Merdeka Medan agar lebih nyaman untuk digunakan dalam berbagai kegiatan khususnya bagi pelaku seni. Selain itu, akan menata kawasan Kesawan layaknya Malioboro di Jogjakarta.

“Kawasan akan kita hidupkan dan geliatkan seperti Malioboro. Kita juga akan melakukan penataan mulai Jalan Juanda hingga ke Jalan Guru Patimpus. Lalu dari Sungai Deli sampai ke Stasiun Kereta Api. Selanjutnya, gedung Warenhuis akan kita revitalisasi namun sebisa mungkin kita tetap jaga orisinalitas ornamen-ornamennya agar tidak mengurangi nilai sejarahnya,” ungkapnya disambut tepuk tangan para peserta dialog.

Terakhir, Akhyar berharap agar masyarakat dapat memberikan sumbangsih terbaiknya bagi kemajuan Tanah Melayu Deli. “Bukan saatnya lagi hanya berbicara, tapi yang dibutuhkan adalah kerja nyata dari kita bersama. Ayo, Bikin Cantik Medan lewat kapasitas, keahlian dan kemampuan yang kita miliki. Bersama kita bisa,” pungkasnya.

Selain Akhyar, dialog seni tersebut juga dihadiri Bupati Sedang Bedagai (Sergai) Soekirman, Kadis Kebudayaan Kota Medan OK Zulfi, Kadis Pariwisata Sumut  Ria Telaumbanua dan Peneliti Bidang Seni Rupa Unimed DR Zulkifli  sertas diikuti pula para pelaku seni dari Sergai. Dialog berjalan atraktif dan interaktif lewat sesi tanya jawab yang dilontarkan para peserta kepada narasumber, khususnya Akhyar. (lamru)

Continue Reading

Sumut

Ivan Batubara Apresiasi Gubsu Peduli Pendidikan

Published

on

Medan, Geosiar.com – Ketua Umum KADIN Sumatera Utara, Ivan Iskandar Batubara mengapresiasi Gubsu yang merealisasikan pembangunan SMK Negeri I Ulu Pungkut Kab Madina. Hadirnya sebuah sekolah diyakini mampu peningkatan mutu pendidikan.

Hal itu disampaikan Ivan disela – sela peresmian SMK Negeri 1 Ulu Pungkut Desa Huta Padang, Kecamatan Ulu Pungkut Kabupaten Mandailing Natal (Madina) oleh Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi, Sabtu (22/2/2020).

Sebagaimana diketahui sekolah yang baru itu memiliki 6 ruang kelas dan lahan untuk praktik lapangan. Sehingga para siswa dapat menempa keahlian pertanian, perkebunan dan peternakan dengan praktik langsung di lapangan mulai dari budidaya hingga pengolahan produk pertaniannya.

“SMK ini nantinya bisa berkolaborasi dengan pengusaha setempat untuk dapat pembelajaran langsung di masyarakat.
Karena saat ini adalah eranya Talent Capital, sehingga kita perlu empowering local talent, memberdayakan orang2 muda berbakat di setiap daerah khususnya di Mandailing Natal ini.”, ujar Ivan

“Berdasarkan kajian pengamat dan pakar ekonomi nasional yang bisa dipercaya, ekonomi Indonesia di tahun 2020 tidak lebih baik dari tahun 2019. Saat ini bangsa Indonesia sedang memasuki masa fenomena disrupsi sehingga terjadi peningkatan angka pengangguran hingga ke pemutusan hubungan kerja perusahaan”, ungkap Ivan.

Menurut Ivan, walaupun laju pertumbuhan ekonomi di Sumut selalu di atas rata-rata di tingkat nasional, tetapi fakta berbanding dengan angka pengangguran yang cenderung meningkat pula. Ini fakta yang kontradiktif. Apa sebabnya?”, ungkapnya.

“Kadin sebenarnya sudah mengkaji ini, penyebabnya adalah, ternyata Sumatera Utara sudah mulai ditinggalkan orang-orang terbaiknya, termasuk di Mandailing Natal, kita sesungguhnya tidak kekurangan orang orang hebat, tapi putra putri terbaik kita mulai meninggalkan daerah ini”, katanya.

Menurut penilaian Ivan, penyebab lainnya adalah suhu politik seperti Pilkada yang menyebabkan stabilitas ekonomi tidak terkontrol, seperti pilkada langsung di berbagai daerah, sehingga terjadi tarik menarik kepentingan, yang pada akhirnya misi pembangunan ekonomi itu tidak fokus lagi. Belum lagi urusan soal selesai pilkada maka ada yang pengelompokan yang tertekan dan akhirnya memilih meninggalkan daerahnya.

“Saya ini pengusaha, begitu juga rekan yang lain, namun jangan jadikan politik itu merubah segalanya, persahabatan terputus dan sebagainya yang mengakibatkan tali silaturahmi terganggu, bagi saya persaudaraan itu nilainya harus diatas urusan politik, saya yakin itu tidak mudah bagi sebagian orang namun saya atau kami pengusaha ini harus seperti itu”, sebut Ivan.

Ivan Batubara menyarankan serta mengajak rekan pengusaha lokal untuk berfikir bagaimana cara menumbuhkan kembali perekonomian ini, berinvestasi baru serta membuka lapangan kerja. “Pemerintah juga harus memahami apa itu investasi dan penanaman modal, seorang pengusaha harus menghitung semua aspek yang dikeluarkan untuk investasi itu, yang pasti harus dikaji untuk tidak rugi”, katanya.

Ivan juga melontarkan kenapa banyak pengusaha enggan berinvestasi didaerah karena dipandang beban investasinya terlalu tinggi maka sangat diharapkan ada sinergitas antara pengusaha yang akan berinvestasi dengan pemerintah daerah untuk meningkatkan daya saing daerah.

“Harus ada sinergitas dan membicarakan iklim mudah berinvestasi didaerah, itu kuncinya”, ungkap Ivan. (rel)

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com