Connect with us

Lifestyle

Film Terakhir Dilan-Milea Buat Sutradara Baper

Published

on

Jumpa pers film Milea : Suara dari Dilan

Geosiar.com, Jakarta – Film Milea: Suara dari Dilan membuat sutradara Fajar Bustomi bergetar. “Karena hati saya cukup dekat banget sama film ini,” ujarnya ketika nonton bareng tayang perdana terakhir kisah cinta Dilan ini, di bioskop Ciwalk Bandung Kamis malam (13/2/2020).

Hingga hari penayangan perdana sejak pagi dirinya mengaku tidak menyangka proses pembuatan dan penayangan film Dilan-Milea sudah berjalan tiga tahun dan kini telah berakhir.

“Selesai nggak ada buku baru lagi,” katanya.

Dia masih berharap ada novel baru lagi dari Pidi Baiq yang bisa ia filmkan.

Fajar mengatakan, proses akhir film Milea itu rampung sepekan lalu. Selama pengerjaan dirinya mengaku terbawa perasaan alias baper.

Menurutnya tingkat kesulitan menggarap trilogi film Dilan ini yaitu untuk pertama kalinya dia mencoba syuting dalam satu periode untuk dua film sekaligus. Pencarian metodenya diakuinya tidak mudah karena harus sering berganti teknik.

“Dulu saya dan kawan-kawan fokus ke film Dilan 1991 dulu jadi bikin pola syutingnya seperti itu,” tutur Fajar.

Kesulitannya agak berkurang karena di buku novel tulisan Pidi Baiq yang difilmkannya itu periode cintanya sama. Bakal lebih sulit lagi menurutnya kalau periode waktunya terentang jauh. “Selama syuting suasananya menyenangkan sama teman-teman di sini jadinya nggak ada susah,” ujarnya.

Produser film itu Ody Mulya Hidayat mengatakan ada kisah kejar-kejaran di balik layar.

“Di film Milea ini kita skenarionya kejar-kejaran, Titien Wattimena belum selesai skenario syuting sudah jalan,” ungkapnya.