Connect with us

Nasional

Kejagung Geledah 2 Kantor Ini Terkait Kasus Jiwasraya

Published

on

Ilustrasi Jiwasraya

Geosiar.com, Jakarta – Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) menyatakan nama-nama kantor yang akan digeledah. Penggeledahan kantor dua perusahaan di Jakarta itu terkait kasus dugaan korupsi di PT Asuransi Jiwasraya.

“Dua lokasi yang digeledah tadi malam adalah PT Rimo International Lestari dan PT Armadian Tritunggal,” ujar Direktur Penyidikan Jampidsus Kejaksaan Agung (Kejagung), Febrie Adriansyah dikutip dari iNews.id, Kamis (13/2/2020).

Febrie mengatakan, kegiatan itu menjadi tindak lanjut dari penggeledahan sebelumnya di sejumlah lokasi berbeda untuk mencari alat bukti terkait tersangka kasus Jiwasraya. Hingga kini sudah ada 18 lokasi yang telah digeledah Kejagung.

“Masih terkait dengan pencarian alat bukti baik untuk keperluan di proses pembuktian maupun di kepentingan aset,” ungkapnya.

Beberapa lokasi yang digeledah sebelumnya yakni kantor PT Trada Alam Minera, PT Pool Advista Finance Tbk, PT milenium Capital Management, PT Jasa Capital Assent Management serta PT Corfina Capital Asset Management. Selain itu, kejagung juga sempat memeriksa rumah para tersangka.

Kejagung telah menahan enam tersangka dalam kasus tersebut, yaitu mantan Direktur Keuangan Jiwasraya Hary Prasetyo, eks Direktur Utama Hendrisman Rahim, bekas pejabat Jiwasraya Syahmirwan, Komisaris PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro, Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk Heru Hidayat, dan Direktur PT Maxima Integra Group Joko Hartono Tirto.

Mereka ditahan di rutan terpisah. Kejagung tercatat sudah memeriksa 140 saksi dan mencegah 11 saksi lainnya pergi ke luar negeri.

Dalam kasus ini, kerugian negara diperkirakan mencapai Rp 13,7 triliun. Akan tetapi perhitungan itu masih bisa bertambah menyusul perkembangan penyidikan yang dilakukan oleh Kejagung.