Connect with us

Dunia

Presiden China Xi Jinping Sanjung Jokowi Via Telepon, Ada Apa?

Published

on

Presiden Xi Jinping menghubungi Jokowi untuk memberikan apresiasi atas dukungan Indonesia terhadap China dalam melawan virus korona

Geosiar.com, Jakarta – Presiden China Xi Jinping berkomunikasi dengan Presiden Joko Widodo melalui telepon pada Selasa (11/2/2020) malam. Dalam kesempatan itu, Xi mengungkapkan rasa yakinnya bahwa China akan berhasil melawan wabah virus korona. Hal tersebut seperti dikutip dari Xinhua.

Korban meninggal akibat virus korona di China hingga Rabu (12/2/2020) bertambah 97 orang dibandingkan sehari sebelumnya menjadi 1.113. Di Provinsi Hubei, pusat epidemi virus korona, saja kasus kematian terbaru melibatkan 94 orang.

Sedangkan jumlah korban terinfeksi sejak virus mematikan ini pertama kali terdeteksi pada akhir Desember 2019 mencapai lebih dari 44.600 atau bertambah sekitar 2.000 orang. Jumlah penambahan terbanyak berada di Hubei yakni 1.638 kasus.

Xi juga menyampaikan apresiasi untuk kepercayaan Indonesia kepada negaranya dalam menangani wabah mematikan ini.

Pihaknya tengah memprioritaskan melawan epidemi dengan mengobarkan semangat rakyat melalui pemberlakukan langkah-langkah pencegahan secara ketat dan menyeluruh demi mendapatkan hasil positif.

Xi menjelaskan, negara-negara sahabat China, termasuk Indonesia, sudah memberi dukungan berarti dan saling membantu satu sama lain dalam melewati masa-masa sulit.

Lebih lanjut, Sekjen Partai Komunis China (CPC) itu menegaskan, pihaknya telah siap melanjutkan persahabatan dengan Indonesia, memperdalam sinergi strategi pembangunan, dan mewujudkan proyek-proyek utama dalam kerangka Belt and Road Initiative (BRI), terutama proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung.

Sementara, Jokowi menyampaikan simpati kepada pemerintah dan rakyat China dalam mengatasi wabah.

Indonesia sudah mengirim bantuan medis ke China dan akan terus menawarkan bantuan yang diperlukan.

Jokowi menyatakan keyakinannya bahwa persahabatan Indonesia-China tidak terganggu, bahkan akan ditingkatkan setelah China melewati problema virus korona ini.

Dunia

Mahkota Kudus yang Hilang Puluhan Tahun Kembali Kepelukan Ethiopia

Published

on

Perdana Menteri (PM) Ethiopia Abiy Ahmed menerima mahkota yang puluhan tahun menghilang dari Menteri Belanda. (Foto : twitter/@AbiyAhmedAli)

Geosiar.com, Addis Ababa – Perdana Menteri (PM) Ethiopia Abiy Ahmed mengkonfirmasi kebenaran terkait kembalinya mahkota kudus dari gereja di abad 18 yang hilang puluhan tahun silam. Mahkota itu menggambarkan Trinitas Kudus Kristiani serta para murid Yesus Kristus, terbuat dari perunggu yang diduga satu dari 20 mahkota sejenis yang ada.

Mahkota yang diyakini hilang dari Gereja Trinitas Kudus di Cheleqot, Tigray, Ethiopia Utara itu telah dikembalikan dari Belanda setelah benda itu ditemukan di koper lebih dari 20 tahun silam.

“Pengungsi Ethiopia Sirak Asfaw menemukan mahkota itu tersembunyi di koper milik seseorang yang transit melalui apartemennya di Rotterdam,” demikian laporan kantor berita Fana, dikutip Sabtu (22/2/2020).

Penasehat PM Abiy mengaku yakin jika benda yang ditemukan itu adalah mahkota yang hilang dan milik pemerintah Ethiopia. Dia mengetahui mahkota itu telah dicuri tapi tetap merahasiakan penemuan itu hingga dia yakin benda itu dapat dengan aman dikembalikan ke Ethiopia.

“Hari ini Ethiopia menerima mahkota berharga yang dicuri beberapa tahun silam dan dibawa ke Belanda. Saya senang Sirak Asfaw dan pemerintah Belanda memfasilitasi pengembaliannya,” tulis PM Abiy di akun twitter-nya pada Kamis (22/2).

Dari catatan otoritas Ethiopia, mahkota itu hilang sejak 1993. Artifak itu diserahkan oleh Menteri Belanda untuk Perdagangan dan Kerja Sama Pembangunan Luar Negeri Sigrid Kaag ke pemerintah Ethiopia di Addis Ababa. Kaag mengaku senang melihat benda bersejarah itu kembali ke Ethiopia.

Continue Reading

Dunia

Trump Bingung Film Korsel ‘Parasite’ Menang di Oscar

Published

on

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump saat kampanye untuk pencalonan presiden 2020. (Foto : AFP)

Geosiar.com, Colorado – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaku bingung terkait kemenangan film ‘Parasite’ asal Korea Selatan, sebagai film terbaik dalam ajang penghargaan Oscar 2020.

Hal itu disampaikan Trump saat melakukan kampanye untuk pencalonan presiden periode kedua di Colorado Springs, Colorado pada Kamis (20/2/2020) waktu setempat.

“Kita sudah cukup punya masalah dengan Korea Selatan, dengan perdagangan. Di atas itu semua, mereka (Academy Awards) memberikan kepada mereka kategori film terbaik tahun ini?” ujar Trump di hadapan pendukungnya dalam kampanye seperti dikutip dari AFP, Jumat (21/2/2020).

Trump yang masih kebingungan mengapa film yang disutradarai Bong Joon-ho itu bisa memenangkan kategori paling prestise dalam ajang tersebut lantas menjengkali kapabilitas pihak penyelenggara.

“Seberapa buruk Academy Awards tahun ini? Apakah film itu bagus? Saya tidak tahu,” sindir Trump yang seolah belum menonton film yang menuai banyak pujian tersebut.

Presiden AS yang sempat dimakzulkan ini memang selalu menyerukan slogan nasionalis ‘America first’. Tak heran bila ia merasa tak terima ketika film Hollywood tidak terpilih sebagai juara ajang paling bergengsi di Hollywood tersebut.

“Mari kita buat ‘Gone With the Wind’. Bisakah kita buat ‘Gone With the Wind’ kembali, tolong? ‘Sunset Boulevard?'” pungkas Trump sambil menyebut film Hollywood di era keemasannya.

Seperti diketahui, film ‘Parasite’ yang bergenre dark comedy dan bertemakan kesenjangan sosial, berhasil mencetak sejarah dengan menjadi film non-bahasa Inggris pertama yang meraih gelar film terbaik dalam Academy Awards atau yang biasa disebut Oscar. Kemenangan ini juga diakui sejumlah pesohor dunia perfilman lainnya.

Continue Reading

Dunia

Kota Daegu Diisolasi Karena Penyebaran Corona yang Super Cepat

Published

on

Staf kesehatan mengevakuasi pasien yang diduga terinfeksi virus corona di Kota Daegu, Korea Selatan. (Foto : Kim Jong-un/AP)

Geosiar.com, Seoul – Kota Daegu di Korea Selatan (Korsel) dikabarkan telah diisolasi setelah Wali Kota Kwon Young Jin meminta penduduknya untuk tetap tinggal di dalam rumah. Hal itu dilakukan karena adanya lonjakan kasus infeksi virus corona Covid-19 yang dikonfirmasi di kota tersebut.

“Kami berada dalam krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya,” ujar Wali Kota Daegu, Kwon Young Jin dikutip dari Newshub, Jumat (21/2/2020).

Kemunculan virus corona di Korsel pertama kali diketahui dari seseorang yang terinfeksi, menghadiri kebaktian di sebuah gereja. Gereja yang menjadi pusat wabah ini adalah cabang dari Gereja Shincheonji Yesus, gerakan keagamaan yang didirikan pada 1984 oleh Lee Man-hee, yang memiliki sekitar 500.000 pengikut.

Kwon menyebutkan bahwa setidaknya 90 lebih dari sekitar 1.000 orang lainnya yang menghadiri kebaktian di gereja the Temple of the Tabernacle of the Testimony juga menunjukkan gejala infeksi virus Corona.

“Kami berencana untuk menguji semua orang di gereja itu dan telah meminta mereka untuk tinggal di rumah yang terisolasi dari keluarga mereka,” ungkap Kwon.

Sejauh ini, otoritas Korsel mencatat satu orang telah meninggal dunia akibat virus ini dan 104 orang lainnya terinfeksi, yang sebagian besar berada di Daegu.

Akibat virus ini, pusat perbelanjaan, restoran, dan jalan-jalan di Daegu mendadak sepi. Pihak berwenang Daegu memerintahkan penutupan semua taman kanak-kanak, sementara sekolah mempertimbangkan untuk menunda awal semester musim semi yang dijadwalkan awal Maret ini.

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com