Connect with us

Dunia

Masih Mewabah, Virus Korona di China Diprediksi Berakhir April 2020 Mendatang

Published

on

Pasien terkena virus korona yang diisolasi di rumah sakit Wuhan (AFP)

Geosiar.com, Beijing – Virus korona atau Covid-19 masih mewabah di China hingga kini sudah menewaskan sebanyak 1.110 orang. Sebanyak 44.220 orang lebih terinfeksi hingga Rabu (12/2/2020).
Wabah virus paling mematikan ini diprediksi belum berakhir dalam waktu cepat.

Penasihat medis China Zhong Nanshan mengatakan, penularan virus korona kemungkinan baru akan berakhir pada April 2020 mendatang.

Menurutnya, epidemi virus korona diperkirakan mencapai puncaknya bulan ini, walaupun jumlah kasus baru di beberapa provinsi sudah mulai menurun.

“Saya berharap wabah ini atau peristiwa ini akan berakhir mungkin pada April,” ujar pakar penyakit menular yang terkenal karena peranannya dalam memerangi wabah sindrom pernapasan akut SARS itu pada 2003 dikutip Reuters.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus di Jenewa, Swiss mengatakan, walaupun 99 persen kasus virus korona berada di China, akan tetapi kondisi di tempat lain sangat darurat.

Dirinya menegaskan virus yang pertama kali terdeteksi di Kota Wuhan, Hubei, itu masih menjadi ancaman sangat besar bagi seluruh dunia.

Kendati demikian dirinya menggarisbawahi bahwa negara-negara masih memiliki peluang untuk mencegah penyebarannya. Dirinya mendesak semua negara yang telah melaporkan kasus virus korona untuk berbagi data guna penelitian lebih lanjut.

Hingga kini di luar China ada lebih dari 350 kasus virus korona yang tersebar di 28 negara dan wilayah di mana dua di antaranya meninggal yakni di Filipina dan Hong Kong. Kasus virus korona terbanyak ditemukan di Jepang, Singapura, dan Thailand.

Kasus di Jepang terbilang tinggi terkait karantina kapal pesiar Diamond Princess di pelabuhan Yokohama. Hingga Rabu ini, ada 174 dari sekitar 3.600 penumpang dan kru dinyatakan positif terinfeksi.