Connect with us

Sumut

Kadin Sumut Terima Audiensi BNN Pusat

Published

on

Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat Audeinsi ke Kantor Kadin Provinsi Sumatera Utara, Kamis (6/2/2020). (Foto : Dok/Kadin Sumut)

Geosiar.com, Medan – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumatera Utara yang dipimpin oleh Ivan Iskandar Batubara menerima audiensi Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat di Kantor Kadin Sumut, Jalan Sekip Baru, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, Kamis (6/2/2020).

Audiensi itu dihadiri Kompol Titik Trimulyani, SE (Kasi Monev Subdit Masyarakat Perkotaan Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat BNN), Hikmawati (Pelaksana Bimbingan Teknis) dan Heri Tahromi (Pengaduan). Kemudian, WKU Bidang Organisasi, Keanggotaan & Pemberdayaan Daerah (OKP) M. Santri Azhar Sinaga, SH didampingi oleh para Komite Bidang OKP, yakni Gerald P. Siahaan, Ronald Sinaga, Irfansyah, Juanda Mardiansyah dan sekretariat Kadin Medan.

Dalam pertemuan tersebut, BNN Pusat membahas tentang maraknya penggunaan narkoba di lingkungan masyarakat, khususnya di kawasan rawan narkoba. Oleh karena itu, BNN meminta Kadin ikut mengawal pemeliharaan masyarakat yang pernah terkena narkoba dengan cara menyediakan sarana dan prasarana kegiatan usaha mikro kecil menengah (UMKM) mereka.

“Kami berharap masyarakat tersebut nantinya melakukan kegiatan positif, yang salah satunya dengan mengembangkan UMKM dan memasarkan produknya. Kadin tentunya punya pangsa pasar yang luas,” tutur Kasi Monev Subdit Masyarakat Perkotaan Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat BNN, Kompol Titik Trimulyani, SE.

Menanggapi permintaan kerja sama itu, WKU OKP, M. Santri Azhar Sinaga mengatakan, koordinasi dan kolaborasi antara Kadin dengan BNN tepat sekali, mengingat banyaknya titik lokasi rawan narkoba, khususnya di Kota Medan. Menurutnya, kegiatan ini bisa membuat masyarakat lebih produktif dan tidak melakukan penyalahgunaan narkoba lagi.

“Koordinasi ini turut menyukseskan program pemerintah sinergi nasional sesuai arahan Bapak Presiden Republik Indonesia,” ujar Santri Azhar Sinaga.

Kompol Titik menambahkan, ada 59 titik kawasan rawan dan rentan narkoba di Provinsi Sumatera Utara dan 21 titik kawasan rawan dan rentan narkoba di Kota Medan. Artinya, Kota Medan menjadi perhatian utama untuk dilaksanakan pemberdayaan alternatif bagi masyarakat kawasan rawan dan rentan narkoba.

“Dengan kesepakatan ini, diharapkan Kadin Sumatera Utara nantinya dapat melakukan koordinasi dan turut membantu menyukseskan program dari BNN Pusat,” harap Titik.

Diberi kepercayaan, Kadin Sumatera Utara pun menyampaikan ucapan terima kasih karena terpilih sebagai wadah untuk menjalin kerja sama dengan BNN. Kadin Sumut berharap, MoU antara BNN dengan Kadin untuk mensinergikan program tersebut bisa segera dibuatkan. Sehingga program “kampung kadin” yang selama ini dilakukan bisa dikolaborasikan di kawasan rawan narkoba.