Connect with us

Sumut

Kapolres Sergai Gelar Konferensi Pers Operasi Antik Toba 2020

Published

on

Kapolres Serdang Bedagai (Sergai) AKBP Robin Simatupang SH, M.Hum menggelar Konferensi Pers Operasi Antik Toba 2020 Polres Sergai pada Rabu (5/2/2020)

Geosiar.com, Sergai – Kapolres Serdang Bedagai (Sergai) AKBP Robin Simatupang SH, M.Hum menggelar Konferensi Pers Operasi Antik Toba 2020 Polres Sergai pada Rabu (5/2/2020), di Halaman Mapolres Sergai sekitar pukul 17.00 WIB.

Dalam jumpa pers tersebut, selain Kapolres Sergai AKBP Robin Simatupang SH M.Hum turut hadir pula Wakapolres Kompol Gunawan Hery Sudarto S.Sos, M.H, Kabag Ops Kompol Sofyan S.H, Kasat Narkoba Martualesi Sitepu, Kasubbag Humas IPDA Zulfan Ahmadi, Kaur Bin Ops Narkoba IPTU Defta Sitepu dan Kanit 1 & Kanit 2 Res Narkoba.

Kapolres Sergai AKBP Robin Simatupang SH M.Hum dalam paparannya menyampaikan bahwa, ada ada 12 kasus laporan polisi dengan jumlah tersangka sebanyak 14 orang, yakni 12 laki-Laki dan 2 perempuan.

Kapolres memaparkan, hasil penangkapan tersebut disita barang bukti sabu 534,66 gram, ganja  4,28 gram, pil extasy 0,2 gram, uang Rp 457.000 dan timbangan dengan status tersangka pengedar 8 orang dan pemakai 6 orang.

Barang bukti

Kapolres mengatakan personel harus memberikan  tindakan tegas terukur kepada Martin Ginting (39) warga Pondok Agung, Kelurahan Melati Kebun, Kecamatan Perbaungan, Sergai dengan Barang Bukti Sabu 468,5 gram, Wima Nutria Alias Botak (28) warga Dusun IX Firdaus Kec. Sei Rampah, Sergai, dengan barang bukti sabu 51,05 gram.

Selanjutnya,identitas tersangka status pengedar, yakni  M. Lutfi (52), Nanang (42), Ahmad Sumardi (47), Misgian Syahri (39), Veri Pramana(31), Martin Ginting (39), M. Iqbal (25) Wima Nutria (28). Sementara tersangka status pemakai yakni Yusri (39), Suheri (29), Syahrial Hsb (42), Hendrik Pramana (30) dan dua orang perempuan Ika Unari (37) dan Saddiah (31).

Dikatakan Kapolres,pasal yang disangkakan kepada pengedar ganja Mel pasal 114 (1) SUB PSL 111 UU RI No. 35 Tahun 2009 ancaman hukuman penjara paling singkat 5 tahun, paling lama 20 tahun, denda paling sedikit Rp1 Milyar paling banyak Rp. 10 Milyar.

Sedangkan untuk pengedar  sabu Mel Psl 114 (2) Sub Psl 112 UU RI No. 35 Tahun 2009 ancaman hukuman penjara paling singkat 7 tahun paling lama 20 tahun, denda paling sedikit Rp1 milyar paling banyak Rp10 milyar

“Sementara untuk pemakai Mel pasal 112 (1) Sub pasal 127 UU RI No. 35 tahun 2009 ancaman hukuman penjara paling singkat 4 tahun paling lama 12 tahun, denda paling sedikit Rp800.000.000 paling banyak Rp8 milyar,” tutup Kapolres Robin. (art)