Connect with us

Nasional

Andre Rosiade Gerebek PSK, Cucu Moh Hatta Beri Kritik Pedas

Published

on

Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Andre Rosiande (Foto : Dok. JawaPos.com)

Geosiar.com, Jakarta – Aksi anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Andre Rosiade yang melaporkan pekerja seks komersial (PSK) berinisial NN (26) kepada Polda Sumatera Barat (Sumbar) menuai kritikan pedas dari berbagai kalangan. Salah satunya dari cucu Wakil Presiden pertama RI Mohamammad Hatta, Gustika Fardani Jusuf-Hatta.

Melalui cuitan di Twitter-nya, Gustika menilai aksi yang dilakukan Andre Rosiade demi membuktikan adanya prostitusi online di Sumatera Barat (Sumbar) tidak pantas untuk dilakukan. Sebab menurutnya, pemberantasan prostitusi online harus dilakukan secara sistemik.

“Kalau mau memberantas prositusi online itu harus sistemik. Salah satunya dengan menjamin kesejahteraan masyarakat dan menjunjung tinggi hak-hak perempuan dan anak,” tulis Gustika di akun Twitter-nya, dikutip pada Kamis (6/2/2020).

Gustika juga merasa Andre Rosiade tidak pantas melakukan itu karena dianggap belum menjalankan amanahnya sebagai anggota dewan yang mewakili rakyat. Lantas, ia pun melontarkan kritikan pedas kepada Ketua DPD Partai Gerindra Sumatera Barat itu dan menyebutnya sedang menjalani peran sebagai Tuhan.

“Amanah sendiri belum dijalankan, sok magang jadi Tuhan. Baghuak ang mah,” ketusnya.

Kritikan terhadap aksi Andre Rosiade ini juga diberikan publik melalui tagar #SaveNN. Bahkan, tagar tersebut masuk ke daftar topik yang paling banyak dibicarakan. Sedikitnya ada lebih dari 4 ribu cuitan meramaikan tagar tersebut.

Keterkaitan Andre Rosiade dalam kasus ini dibenarkan oleh Polda Sumbar. Polda Sumbar mengatakan, Andre menyuruh orang, mulai dari memesan NN melalui aplikasi MiChat, hingga memesan kamar hotel dengan menggunakan KTP atas nama Bimo Nurahman, pria kelahiran Jakarta, 21 Juni 1994. Bimo diketahui merupakan ajudan Andre.

Namun, Andre membantah bahwa dirinya ikut berperan dalam proses penggerebekan NN. Ia mengklaim, hanya menyerap aspirasi masyarakat yang merasa diresahkan praktik prostitusi online melalui apkikasi MiChat.