Connect with us

Nasional

Pemerintah Akui Kurang Sosialisasi Soal Karantina pada Warga Natuna

Published

on

Menko Polhukam Mahfud MD didampingi Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, dan Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal. [Foto: Medcom.id/Theofilius]

Geosiar.com, Jakarta – Pemerintah mengakui adanya keterlambatan dalam penyampaian informasi seputar lokasi observasi/karantina bagi WNI yang baru dipulangkan dari Kota Wuhan, China, kepada penduduk di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau yang berujung pada aksi penolakan.

“Memang terjadi semacam, bukan miskomunikasi ya, keterlambatan informasi, karena perkembangan berlangsung begitu cepat,” ujar Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD usai bertemu dengan Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Selasa (4/2/2020).

Menurut Mahfud, keterlambatan informasi itu berkaitan dengan kepastian izin dari pemerintah China untuk mengevakuasi 245 WNI dari sana. Ketika izin itu sudah terbit, pemerintah terlalu fokus untuk mengevakuasi tanpa memikirkan sosialisasi kepada masyarakat terhadap pemilihan Natuna sebagai lokasi karantina.

“Timbul kesalahpahaman karena komunikasi dengan pemerintah daerah dan rakyat Natuna agak terlambat, dan itu supaya anda maklumi,” lanjut Mahfud.

Natuna dipilih, jelasnya, karena dianggap sebagai tempat yang paling mudah, paling aman, dan dekat dengan instalasi militer. Lokasi seperti itu dinilai sangat cocok bagi proses kerja yang perlu dilakukan secara cepat.

“Pemerintah menjamin 238 warga yang berhasil dievakuasi, dalam keadaan sehat. Proses karantina dan observasi selama 14 hari itu merupakan proses standar yang perlu dilakukan sebelum mereka diperbolehkan pulang,” jelas Ketua Mahkamah Konstitusi periode 2008-2013 ini.

Untuk itu, dia pun mengimbau seluruh masyarakat tidak termakan berita bohong terkait keberadaan WNI di Natuna. Ia menjamin bahwa masyarakat di sana akan baik-baik saja.

“Kami punya posko-posko dan sebagainya untuk tidak percaya pada berita hoaks yang biasanya memprovokasi, mengadu-domba dan mendramatisir masalah. Sebenarnya tidak ada apa-apa,” imbaunya.

Dalam kesempatan itu, Mahfud juga mengatakan dirinya akan berangkat ke Natuna guna menghadiri istigasah di sana. “Untuk memohon kepada Tuhan bagi kebaikan bersama,” pungkasnya.