Connect with us

Sumut

Galian C di Desa Blok X Kecamatan Dolmas Sudah Sesuai Perizinan

Published

on

Tinjau lokasi galian C di sekitar wilayah Gereja Katolik Stasi Santa Maria Dusun VII, Desa Blok X, Kecamatan Dolok Masihul, Kamis (30/1/2020). [Foto: WH/Geosiar.com]

Geosiar.com, Dolok Masihul – Pihak penambangan terbuka (kuari) galian C untuk penimbunan jalan tol menyatakan siap bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan terhadap bangunan gereja yang berdiri di sekitar lokasi galian C di Dusun VII Desa Blok X, Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai).

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Penangung jawab (Pj) Kuari galian C, Sihar P Sirait saat mediasi antara pihak Kuari dengan pihak Gereja Katolik Santa Maria yang sebelumnya merasa khawatir bangunan gereja akan terdampak longsor, pada Kamis (30/1/2020) di aula Kantor Desa Blok X Kecamatan Dolok Masihul.

Mediasi ini juga dihadiri Kadis Lingkungan Hidup Sergai Drs Panisean Tambunan, Kabid KP2 Penanaman Modal Maratua Siregar, Kapolsek Dolok Masihul AKP Juliapan Panjaitan, Camat Dolok Masihul Gunawan, mewakili Danramil 16 Dolok Masihul Serda L Batubara dan Babinsa Dolok Masihul Sertu S Edy Sirait, Humas PT Karya Makmur Perkasa (KMP) Willi Harianja, Ketua Dewan Pengurus Paroki Tebing Tinggi S Sitanggang, Ketua Dewan Stasi Gereja Katolik Santa Maria P Situmorang, Kepala Desa Blok X Suhardi, jemaat gereja Katolik Santa Maria, tokoh masyarakat, serta warga setempat.

Sihar Sirait menambahkan, sebelum melakukan pengorekan, pihaknya telah melengkapi perizinan sesuai ketentuan melakukan pengorekan dengan kemiringan 45 derajat dan kedalaman maksimal 4 meter. Disamping itu, tanah humus akan dikembalikan sehingga tidak ada lobang yang terjal, sedangkan galian yang berbatasan dengan gereja jika dilakukan penggalian diberi jarak 4 meter dari batas tanah gereja.

“Kami juga akan memberikan kompensasi kepada masyarakat Desa Blok X dan tetap membuka diri guna mencari solusi terbaik setiap ada kendala terlebih dengan pihak gereja,” ujar Sihar.

Sebelumnya, Humas PT KMP Willi Harianja menyatakan pihaknya selaku pembeli tanah galian serta penyedia alat berat dan armada, berharap mediasi ini menghasilkan solusi. Namun jika tidak ada solusi, pihak PT KMP akan memindahkan alat berat dan armada ke lokasi galian lain. Willi juga menambahkan terkait CSR maupun proposal masyarakat, PT KMP tetap akan menanggapi.

Sementara itu, Kadis LH Sergai Drs Panisean Tambunan dan Kabid KP2 Penanaman Modal Maratua Siregar menuturkan, pada prinsipnya izin galian C merupakan kewenangan provinsi. Akan tetapi, Pemkab Sergai melalui OPD terkait hanya mengeluarkan rekomondasi yang menjadi salah satu persyaratan dan OPD terkait telah melakukan uji kelayakan ke lapangan sebelum mengeluarkan rekomondasi. Ia juga menyebut masyarakat setempat harusnya bersyukur karena tanah galian C memenuhi persyaratan untuk penimbunan jalan tol.

“Meski izin telah lengkap pihak kuari juga diharapkan tetap membuka ruang komunikasi termasuk mencari solusi terbaik terhadap keluhan jemaat gereja, kiranya pertemuan ini menemukan solusi terbaik. Kami juga berharap pihak PT KMP tidak pindah ke lokasi lain terkait hal ini agar masyarakat tidak kecewa,” imbuh Panisean Tambunan.

Di lokasi yang sama, Kapolsek Dolok Masihul AKP Juliapan Panjaitan dan Camat Dolok Masihul Gunawan selaku mediator juga berharap mediasi antar jemaat gereja Katolik Santa Maria dengan Penanggung jawab Kuari menemukan solusi terbaik, terlebih pihak Kuari akan bertanggung jawab terhadap dampak galian C tersebut.

Menanggapi hal ini, Pastor Paroki Kota Tebing S Sitanggang mengatakan bahwa pada prinsipnya gereja mendukung proyek nasional jalan tol. Namun dalam proses penggalian tanah ada jeritan hati jemaat yang perlu diperhatikan karena khawatir akan terjadi longsor 5 hingga 10 tahun ke depan. Pihaknya pun telah mengadukan persoalan ini ke pemerintah guna menanti jawaban siapakah yang akan bertanggung jawab jika ke depannya ada potensi longsor.

Usai mediasi di Kantor Desa, dilanjutkan peninjauan ke gereja Katolik Santa Maria yang berada di lokasi galian C. Di lokasi peninjauan, Kadis LH Panisean Tambunan kepada wartawan Geosiar.com menyampaikan, setelah melihat langsung ke lapangan sepertinya kecil kemungkinan terjadi longsor. (WH)