Connect with us

Sumut

Tingkatkan Ekspor Sumut, Balitbang dan DRD Gelar Diskusi

Published

on

Gedung Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Sumatera Utara. [Foto: dok/Balitbang Provsu]

Geosiar.com, Medan – Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Provinsi Sumatera Utara (Provsu) menggelar diskusi untuk membahas strategi peningkatan ekspor Sumut di Aula Balitbang Provsu Jalan Sisingamangaraja Medan, Selasa (29/1/2020). Diskusi ini juga dihadiri Dewan Riset Daerah (DRD) Sumut dan fungsional peneliti dilingkungan OPD Balitbang Provsu.

Mengawali diskusi, Koordinator Bidang Ekonomi dan Keuangan Sektor Publik DRDSU, Prof Dr Sya’ad Afifudin Sembiring SE MSc didampingi anggota bidang ekonomi yaitu Dr Azizul Kholis SE MSi CMA CSRS, Dr Saparudin Siregar SE Ak CA MA SAS dan Solahudin Nasution SE MSP, memaparkan kondisi neraca perdagangan Provsu sejak tahun 2014- 2019.

“Melihat data statistik secara historis neraca perdagangan Provsu memang tidak pernah mengalami kenaikan secara signifikan walaupun berada dalam angka yang surplus,” tutur Prof Dr Sya’ad Afifudin saat presentasi.

Dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, ujar Sya’ad, volume ekspor berada pada angka minimal USD 5 juta dan maksimal USD 9 juta, dengan negara tujuan ekspor utama adalah USA, Tiongkok dan India dengan komoditas ekspor didominasi oleh CPO (Crude Palm Oil).

“Kondisi ini menunjukkan bahwa sebenarnya Sumut masih memiliki potensi dan peluang untuk meningkatkan volume ekspor karena masih memiliki banyak komoditas unggulan yang dapat diandalkan untuk menembus pasar ekspor seperti Karet, Kopi, Kakao, Kelapa, Ikan dan Udang, aluminium, sayur dan buah, serta produk hasil UKM lainnya,” lanjutnya.

Menurutnya, apabila Sumut ingin meningkatkan volume ekpor untuk menjaga stabilitas neraca perdagangan maka banyak variabel yang perlu diperhatikan. Misalnya, meningkatkan diversifikasi pasar dengan memperbanyak kerjasama dengan pihak konsulat negara asing yang ada di Kota Medan maupun Kedutaan besar negara sahabat yang ada di Jakarta dari berbagai negara tujuan ekspor lainnya.

“Kemudian, meningkatkan diversifikasi produk unggulan sehingga terdapat keberagaman komoditas ekspor, meningkatkan kualitas dan daya saing produk untuk dapat menembus pasar ekspor di berbagai mancanegara, setidaknya dapat bersaing di pasar Asia Tenggara dengan adanya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA),” imbuhnya.

Sya’ad berpendapat disitulah peran Provsu diperlukan sebagai pengendali, pendorong, dan pengatur regulasi untuk mendorong dan menciptakan mekanisme ekpor dari tahapan produsen, mata rantai logistik sampai terwujudkan sistem ekpor produk sumut yang baik dan bermartabat.

Melihat presentasi tersebut, para peserta diskusi tampak antusias dan sejumlah pakar terkait turut memberikan masukan untuk penyempurnaan rekomendasi Balitbang dan DRD yang akan disampaikan kepada Gubernur Sumatera Utara nantinya. Saran pertama disampaikan oleh Dr Budi Sinulingga MSi dan Prof Dr Johanes Tarigan.

“Jika ingin menembus pasar ekspor maka penting untuk membuat sistem promosi. Misalnya dengan mengikuti pameran di berbagai negara. Namun pameran yang diikuti harus sesuai dan relevan dengan kebutuhan bukan berbasis pada event semata,” ujar kedua orang itu.

Selanjutnya, masukan juga diberikan oleh anggota DRD bidang pertanian, Prof Mhd Asa’ad. “Berkenaan dengan peningkatan kapasitas produksi produk yang akan diekspor khususnya pada produk hasil pertanian dengan merumuskan keterpaduan program seluruh OPD yang terlibat dalam upaya peningkatan ekspor Sumut,” ucapnya.

Kepala Balitbang Provsu Ir H Irman MSi memastikan, seluruh masukan yang dipaparkan para peserta diskusi akan diformulasikan dalam bentukan rekomendasi kebijakan (Policy brief) kepada Gubsu.

“Persoalan ini merupakan masalah aktual dan sangat besar kontribusinya untuk penguatan ekonomi Sumut, apalagi dengan ketersediaan KEK Sei Mangkei, Kawasan Pelabuhan Internasional Kuala Tanjung dan perluasan pelabuhan Belawan sangat menguntungkan secara manajemen logistik bagi Sumut untuk mempercepat dan mempermudah pergerakan arus barang untuk diekspor,” katanya pada sesi akhir diskusi. (zan/okemedan)