Connect with us

Sumut

Korwil PMPHI: Ketua KPK Firli Petarung Tulen, Bakal Habisi Koruptor

Published

on

Korwil PMPHI Sumatera Utara (Sumut) Drs Gandi Parapat. [Foto: dok/Geosiar.com]

Geosiar.com, Medan – Korwil PMPHI Sumatera Utara (Sumut) Drs Gandi Parapat mengatakan, kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah baik, bahkan Ketua KPK Firli dinilai sebagai petarung tulen lantaran baru berkisar 21 hari bertugas sudah menetapkan 22 orang tersangka. Begitupun masih banyak suara sumbang, KPK yang diketuai Firli dinilai tidak bertaji atau tidak punya kemampuan.

“Banyak yang mencelah ada juga dari mantan ketua KPK mengejek kinerja Pak Firli yang mempertontonkan ‘simbol memasak nasi goreng’, seharusnya tidak perlu dicela,” tegas Gandi menjawab Geosiar.com di Medan, Rabu (29/1/2020).

Menurut Gandi, Firli akan serius menangkap para koruptor, seharusnya kita memberi semangat dan memberi angkat jempol biar lebih berani menghabiskan korupsi di Indonesia. “Mari kita beri semangat, beri informasi ke KPK pasti kinerjanya semakin bagus. Masalah dengan PDIP dan KPU, kami yakin KPK yang dipimpin Pak Firli pasti akan tuntas sesuai pengharapan Undang-undang,” tegas Gandi.

Sekilas, kata Gandi, perlu diketahui latar belakang atau bagaimana perjuangan Pak Firli sejak SD, SMP, SMA sampai menjabat di Polri. Semua diraih dari prestasi demi prestasi, kecuali Pak Firli lahir di kota dan dari keluarga yang terpandang dan kaya yang meraih sesuatu itu mudah. “Prestasi atau keberanian orang yang diawali dari nol, biasanya jauh lebih berani dari pada orang yang gampang meraih sesuatu karena sudah lengkap fasilitas,” katanya.

Gandi menduga, Firli dari semenjak seleksi sampai sekarang mendapat tantangan yang sangat berat dan bahkan ada yang ingin membunuh karir dan menjatuhkannya.

“Dalam hal tersebut kami sempat berpikiran bahwa Pak Firli itu tidak layak menduduki jabatan apalagi menjadi Ketua KPK. Namun setelah kami pelajari perjuangan ataupun sepak terjangnya, Firli itu orang yang tidak mau menyerah dan tidak takut menghadapi tantangan, dia petarung tulen. Rintangan, tantangan dia lewati dengan tekun walaupun mengalami kegagalan, tapi dia tidak mau menyerah. Dulunya sama melamar dengan Pak Tito, tapi Pak Tito lulus sedangkan Pak Firli gagal. Tapi kegagalan itu menjadi guru membuat dia lulus,” jelas Gandi.

Dari perjuangannya, lanjut Gandi, dapat disimpulkan bahwa Firli harus perlu dicontoh dan ditiru generasi muda, sebelum dilantik menjadi ketua KPK banyak hujatan. “Tapi sebenarnya, saya menilai Pak Firli lebih layak menjadi Kapolri menggantikan Pak Tito,” imbuhnya. (X1)