Connect with us

Dunia

Mata Uang Anjlok, Pakistan Bakal Potong Biaya Haji 2020

Published

on

Masjidil Haram (Foto: Fuad Fariz/detikcom)

Geosiar.com, Pakistan – Anjloknya nilai mata uang Rupee Pakistan (Rs) serta pajak yang tinggi mengharuskan Pakistan menghitung ulang biaya haji tahun 2020. Kemungkinan besar Kementerian Urusan Agama Pakistan akan memotong biaya haji karena terlalu mahal.

“Biaya haji nanti akan diputuskan dalam rapat dengan lembaga nasional urusan agama pada 3 Februari 2020. Rapat akan mempertimbangkan semua aspek dalam biaya haji 2020,” ujar anggota Kementerian Urusan Agama Pakistan, Muhammad Iqbal Khan, dikutip dari detikcom, Senin (28/1/2020).

Sebelumnya, perwakilan Kementerian Urusan Agama Pakistan juga telah mengatakan adanya kemungkinan pemotongan biaya haji pada standing committee Urusan Agama dan Harmoni Antar Keyakinan.

Kendati demikian, Khan memastikan pemerintah akan tetap mempertimbangkan berbagai opsi untuk menurunkan biaya haji dalam rapat nanti. Misalnya mendiskusikan soal pajak yang terlalu besar dengan pemerintah Saudi.

Sementara itu, Pimpinan komite Travel & Tourism, Hajj & Umrah Karachi Chamber of Commerce and Industry (KCCI) Faisal Naeem mengatakan bahwa mahalnya biaya haji berpotensi menyulitkan umat Islam asal Pakistan yang ingin menunaikan haji, khususnya bagi kaum menengah ke bawah.

“Paket biaya haji dari pemerintah adalah untuk calon jamaah yang menabung seumur hidup supaya bisa menunaikan haji. Dengan biaya yang makin tinggi, maka semakin sulit akses masyarakat miskin Pakistan menabung untuk berhaji,” ujar Faisal Naeem.

Akibat dari mahalnya biaya haji, kemungkinan dari 179 ribu jamaah yang dijadwalkan menunaikan haji tahun 2020 ada yang batal, hingga jumlahnya makin berkurang dibanding tahun 2019 sebanyak 200 ribu orang.

Dunia

Trump Bingung Film Korsel ‘Parasite’ Menang di Oscar

Published

on

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump saat kampanye untuk pencalonan presiden 2020. (Foto : AFP)

Geosiar.com, Colorado – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaku bingung terkait kemenangan film ‘Parasite’ asal Korea Selatan, sebagai film terbaik dalam ajang penghargaan Oscar 2020.

Hal itu disampaikan Trump saat melakukan kampanye untuk pencalonan presiden periode kedua di Colorado Springs, Colorado pada Kamis (20/2/2020) waktu setempat.

“Kita sudah cukup punya masalah dengan Korea Selatan, dengan perdagangan. Di atas itu semua, mereka (Academy Awards) memberikan kepada mereka kategori film terbaik tahun ini?” ujar Trump di hadapan pendukungnya dalam kampanye seperti dikutip dari AFP, Jumat (21/2/2020).

Trump yang masih kebingungan mengapa film yang disutradarai Bong Joon-ho itu bisa memenangkan kategori paling prestise dalam ajang tersebut lantas menjengkali kapabilitas pihak penyelenggara.

“Seberapa buruk Academy Awards tahun ini? Apakah film itu bagus? Saya tidak tahu,” sindir Trump yang seolah belum menonton film yang menuai banyak pujian tersebut.

Presiden AS yang sempat dimakzulkan ini memang selalu menyerukan slogan nasionalis ‘America first’. Tak heran bila ia merasa tak terima ketika film Hollywood tidak terpilih sebagai juara ajang paling bergengsi di Hollywood tersebut.

“Mari kita buat ‘Gone With the Wind’. Bisakah kita buat ‘Gone With the Wind’ kembali, tolong? ‘Sunset Boulevard?'” pungkas Trump sambil menyebut film Hollywood di era keemasannya.

Seperti diketahui, film ‘Parasite’ yang bergenre dark comedy dan bertemakan kesenjangan sosial, berhasil mencetak sejarah dengan menjadi film non-bahasa Inggris pertama yang meraih gelar film terbaik dalam Academy Awards atau yang biasa disebut Oscar. Kemenangan ini juga diakui sejumlah pesohor dunia perfilman lainnya.

Continue Reading

Dunia

Kota Daegu Diisolasi Karena Penyebaran Corona yang Super Cepat

Published

on

Staf kesehatan mengevakuasi pasien yang diduga terinfeksi virus corona di Kota Daegu, Korea Selatan. (Foto : Kim Jong-un/AP)

Geosiar.com, Seoul – Kota Daegu di Korea Selatan (Korsel) dikabarkan telah diisolasi setelah Wali Kota Kwon Young Jin meminta penduduknya untuk tetap tinggal di dalam rumah. Hal itu dilakukan karena adanya lonjakan kasus infeksi virus corona Covid-19 yang dikonfirmasi di kota tersebut.

“Kami berada dalam krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya,” ujar Wali Kota Daegu, Kwon Young Jin dikutip dari Newshub, Jumat (21/2/2020).

Kemunculan virus corona di Korsel pertama kali diketahui dari seseorang yang terinfeksi, menghadiri kebaktian di sebuah gereja. Gereja yang menjadi pusat wabah ini adalah cabang dari Gereja Shincheonji Yesus, gerakan keagamaan yang didirikan pada 1984 oleh Lee Man-hee, yang memiliki sekitar 500.000 pengikut.

Kwon menyebutkan bahwa setidaknya 90 lebih dari sekitar 1.000 orang lainnya yang menghadiri kebaktian di gereja the Temple of the Tabernacle of the Testimony juga menunjukkan gejala infeksi virus Corona.

“Kami berencana untuk menguji semua orang di gereja itu dan telah meminta mereka untuk tinggal di rumah yang terisolasi dari keluarga mereka,” ungkap Kwon.

Sejauh ini, otoritas Korsel mencatat satu orang telah meninggal dunia akibat virus ini dan 104 orang lainnya terinfeksi, yang sebagian besar berada di Daegu.

Akibat virus ini, pusat perbelanjaan, restoran, dan jalan-jalan di Daegu mendadak sepi. Pihak berwenang Daegu memerintahkan penutupan semua taman kanak-kanak, sementara sekolah mempertimbangkan untuk menunda awal semester musim semi yang dijadwalkan awal Maret ini.

Continue Reading

Dunia

2 Penumpang Kapal Pesiar Positif Corona Meninggal

Published

on

Kapal pesiar Diamond Princess yang dikarantina di perairan Yokohama, Jepang. (Foto : Carl Court/Getty Images)

Geosiar.com, Tokyo – Dua penumpang kapal pesiar Diamond Princess yang berlabuh di perairan Yokohama, Jepang dilaporkan meninggal dunia setelah dinyatakan positif terjangkit virus corona Covid-19.

Dilansir dari AFP, kabar meninggalnya dua pasien dari kapal pesiar tersebut dilaporkan oleh media nasional Jepang, NHK, pada Kamis (20/2/2020). Bila terkonfirmasi, ini akan menjadi kasus kematian pertama dari sekitar 600-an orang yang terinfeksi virus corona di kapal pesiar tersebut, dan kematian kedua di Jepang.

NHK melaporkan, kedua pasien itu berusia lanjut tepatnya pria dan wanita berusia sekitar 80 tahunan. Namun, identitas dan asal kewarganegaraan keduanya tidak disebut lebih lanjut. Otoritas Jepang pun hingga kini belum rilis pernyataan resmi.

Sejauh ini, ada 705 kasus virus corona terkonfirmasi di wilayah Jepang. Secara global, jumlah korban tewas akibat virus corona sudah mencapai 2.128 orang. Sebanyak 9 orang di antaranya meninggal dunia di luar wilayah China daratan. Lebih dari 76 ribu orang terinfeksi virus corona di berbagai negara.

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com