Connect with us

Politik

Sukamto Minta Pemko Medan Lebih Gencar Sosialisasi Perda KTR

Published

on

Medan, Geosiar.com – Anggota DPRD Medan Sukamto SE (PAN) minta Pemko Medan lebih gencar mensosialisasikan Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Dengan memperbanyak sosialisasi dinilai akan mempermudah pengawasan dan penerapan Perda.

“Sosialisasi hendaknya diprioritaskan di lembaga dan instansi yang ditentukan larangan di tempat atau area yang dinyatakan sebagai KTR,” pinta Sukamto saat melaksanakan sosialisasi ke I Tahun 2020 Perda Pemko Medan No 3 Tahun 2014 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Jl Bunga Raya Gg Family Kelurahan Asam Kumbang Kec Medan Selayang, Minggu (19/1/2020).

Disampaikan Sukamto, dengan memperbanyak sosialisasi maka masyarakat akan lebih tahu ditempat dan area saja merupakan KTR.

Seperti disebut dalam BAB IV Pasal 7 Kawasan Tanpa Rokok yakni fasilitas kesehatan masyarakat, tempat proses belajar mengajar, tempat anak bermain, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja dan tempat umum.

Kawasan area tersebut harus diperbanyak pemberitahuan. Sehingga saat dilakukan razia penindakan pelanggaran Perda akan dapat berjalan maksimal dan tidak ada lagi yang merasa belum tahu.

Dengan begitu, pengawasan akan lebih mudah. “Penerapan Perda itu sudah saatnya dijalankan dengan tegas. Apalagi di lokasi sekolah dan rumah sakit,” tambah Sukamto yang saat ini duduk di Komisi IV DPRD Medan bidang pembangunan.

Ditambahkan, terkait Perda KTR, Dinas Kesehatan dan Satpol PP harus proaktif. Dengan banyaknya sosialisasi Perda tentu akan mendapat hasil yang maksimal. “Mungkin saja banyak faktor lain untuk mendukung penerapan Perda itu. Tentu, perlu kajian dan pendukung sarana dan fasilitas lainnya,” ujar Sukamto.

Dalam Perda juga diatur kepada pemilik angkutan umum wajib memberitahukan kepada pengemudi untuk tidak merokok dan tidak membiarkan penumpang merokok. Dan selanjutnya pada pasal 28, ditekankan bagi pengemudi/sopir wajib melarang penumpang merokok.

Dalam Perda juga memuat sanksi tegas diantaranya ketentuan pidana diatur pasal 44 yakni, setiap yang merokok ditempat area KTR diancam pidana denda Rp 50 ribu. Sementara itu bagi setiap pengelola/pimpinan penanggung jawab KTR yang tidak melakukan pengawasan internal dengan membiarkan orang merokok diancam pidana kurungan 15 hari dan pidana denda Rp10 juta.

Bahkan mengenai pemasangan iklan rokok dan etika pemasangan reklame serta sponsor rokok. Maka itu kepada semua pihak diminta supaya lebih berhati hati dalam pemasangan iklan rokok.

Sebagaimana diketahui Perda No 3 Tahun 2014 terdiri dari XVI BAB dan 47 Pasal. Ditetapkan di Medan 20 Januari 2014 oleh Plt Walikota Medan Dzulmi Eldin. (lamru)

Advertisement