Connect with us

Sumut

Percepatan Pembangunan di Sekitar Pelabuhan Kuala Tanjung Diyakini Mampu Meningkatkan Arus Ekspor-Impor

Published

on

Ilustrasi kilang minyak dan Petrokimia Pertamina di kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional Kuala Tanjung. [Foto: dok/Pemkab Batubara]

Geosiar.com, Batubara – Pemerintah Kabupaten Batubara berencana akan merekrut 25.000 putra daerah untuk dipekerjakan di kilang minyak dan Petrokimia Pertamina yang berlokasi di kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional Kuala Tanjung.

Rencana itu disampaikan langsung oleh Direktur Utama Pelindo I, Dian Rachmawan dalam rapat terbatas (ratas) yang dipimpin oleh Menteri Perhubungan (Menhub) Ir Budi Karya Sumadi di Gedung Kementrian Perhubungan RI, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

“Untuk tenaga kerja akan diprioritaskan putra daerah Batubara. Sehingga putra-putra daerah akan dilatih menjadi pekerja profesional yang merasa memiliki perusahaan dan ikut menjaganya,” ujar Dian dalam ratas tersebut.

Sejauh ini, lanjut Dian, pihaknya bersama tim dari Pemerintah Daerah Kabupaten Batubara telah bekerja di lapangan dan sedang melakukan sosialisasi serta pendataan di 4 Desa, yakni Desa Kuala Tanjung, Desa Kuala Indah, Desa Gambus Laut dan Desa Suka Ramai.

“Mudah-mudahan dalam waktu cepat peta bidang dapat diselesaikan agar penlok (penetapan lokasi) diterbitkan Bupati Batubara,” imbungnya.

Menanggapi penlok, Bupati Batu Bara Ir. H. Zahir M.AP memastikan akan segera menandatangani lokasi seluas 1128 Ha di kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional Kuala Tanjung.

“Saya akan segera menandatanganinya seluas 1128 Ha. Saya mau Perpres 81 Tahun 2018 sebagai percepatan pembangunan industri dari Pelabuhan Internasional Kuala Tanjung segera diwujudkan sebagai Bukti Tanggung Jawab saya sebagai Kepala Daerah,” ujar Bupati.

Mengenai pelaksanaan pembangunan ini, Menteri Perhubungan RI Ir. Budi Karya Sumadi menyarankan agar pihak terkait, Pelindo I maupun Pertamina harus segera mengambil langkah-langkah kerja yang terukur.

“Buat Proposal yang lebih detail, kapan dimulai dan kapan selesai pelaksanaan pembangunan sehingga saya dapat menjelaskan kepada Bapak Presiden,” tegasnya.

Adapun kilang minyak dan petrokimia yang dibangun nantinya akan memproduksi 3.000 barel minyak perhari dan bersifat ramah lingkungan. Pembangunan akan dimulai dari proyek terminal bahan bakar minyak (TBBM) dengan luas lahan 70 ha dari 1.000 ha yang dibutuhkan.

Berkaitan dengan rencana ini, Ketua DPD Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Sumatera Utara, Drs Hendrik Halomoan Sitompul MM, menyatakan dukungannya kepada Pemkab Batubara dalam hal menjaring putra daerah yang akan dipekerjakan di kilang minyak tersebut.

“Sebab, dengan merekrut putra daerah, itu termasuk upaya Pemkab untuk menurunkan tingkat pengangguran di daerahnya. Kenapa tidak dari daerah sendiri yang diprioritaskan? Kalau bisa merekrut pegawai asli daerah dengan komposisi seimbang,” ujar Hendrik kepada Geosiar.com saat diminta tanggapannya soal hal ini.

Tak lupa, alumni PPRA 52 Lemhannas RI ini juga mendorong Pemkab Batubara dalam percepatan pembangunan proyek pembangunan kilang minyak dan Petrokimia Pertamina di kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional Kuala Tanjung.

“Harapannya Bupati segera meneken kesepakatan penetapan lokasi dan segera menerbitkan surat keterangan supaya pembangunan segera dirampungkan. Sebab, dengan adanya kilang minyak maka kapal-kapal niaga akan banyak singgah ke pelabuhan Internasional Kuala Tanjung dan memperlancar arus barang ekspor dan import,” pungkasnya.