Connect with us

Dunia

Trump ‘Jual’ Tentara AS ke Arab Saudi

Published

on

Ilustrasi tentara AS di Arab Saudi. [foto: U.S. Army]

Geosiar.com, Washington – Anggota parlemen Amerika Serikat (AS) Justin Amash mengibaratkan Presiden Donald Trump sebagai penjual tentara. Hal itu dikatakannya untuk menanggapi pernyataan Trump dalam wawancara dengan stasiun televisi Fox News.

“Dia menjual tentara,” cuit Amash dalam akun Twitternya beberapa waktu lalu.

Dalam wawancara itu, Trump mengatakan bahwa ia membuat Arab Saudi membayar AS atas penambahan pasukan di kawasan Timur Tengah menyusul situasi yang kian memanas belakangan ini.

“Arab Saudi membayar untuk tentara kita. Kita punya hubungan sangat baik dengan Arab Saudi,” ujar Trump dalam wawancara dengan Fox News, dikutip Merdeka.com, Jumat (17/1/2020).

Awalnya, Trump memuji kekayaan yang dimiliki Arab Saudi kemudian memprovokasinya untuk menambah pasukan pengamanan. Trump menilai bukanlah hal sulit bagi Saudi untuk membayar pasukan tambahan demi menjaga wilayah mereka.

“Saya bilang, begini, Anda adalah negara kaya. Anda mau tambahan tentara? Saya akan kirimkan mereka untuk Anda, tapi Anda harus membayar. Mereka membayar. Mereka sudah menaruh deposit USD 1 miliar di bank,” ujar Trump.

Tampaknya negosiasi itu berjalan lancar dibuktikan dengan pengerahan 3.000 tentara tambahan dan peralatan militer ke Arab Saudi oleh Pentagon pada Oktober lalu. Adapun peralatan militer yang dikerahkan ke Saudi termasuk rudal Patriot, sistem pertahanan THAAD dan jet tempur.

Namun, menurut Pentagon, Saudi belum membayar AS senilai USD 1 miliar seperti yang dikatakan Trump. Berhubungan bagaimana Saudi bisa membantu membayar biaya pengiriman tentara AS pun masih dalam tahap pembicaraan.

“Pemerintah Saudi sudah setuju untuk berkontribusi dalam biaya pengeluaran untuk pengiriman tentara dan pembicaraan ini sedang berlangsung. Kontribusi ini tidak mesti berujung pada pengiriman tentara AS tambahan,” ujar juru bicara Pentagon, Rebecca Rebarich, dikutip dari CNN.

Pejabat Kementerian Luar Negeri AS enggan untuk berkomentar spesifik tentang kesepakatan pertahanan bilateral. Ia hanya berujar bahwa AS akan berbagi beban dengan negara sahabat untuk mendukung kepentingan bersama, termasuk keamanan di Teluk Arab.

“Kami tidak akan berkomentar spesifik tentang kesepakatan pertahanan bilateral. AS mendorong aspek berbagi beban dengan negara sahabat untuk mendukung kepentingan bersama, termasuk keamanan di Teluk Arab,” imbuh seorang pejabat Kementerian Luar Negeri AS pada kesempatan berbeda.

Sebelumnya, Trump sudah berulang kali mengatakan bahwa dirinya akan memaksa suatu negara membayar perlindungan dari AS, terutama negara-negara Teluk.