Connect with us

Nasional

Misa Syukur 2020, Ormas Katolik Komitmen Bergerak Bersama

Published

on

Romo Siswantoko, Pr, Romo Widyarsono, SJ, Romo Haryanto, Pr, dan Romo Haryanto, SJ saat memimpin Misa Syukur Awal Tahun 2020 yang digelar di Jakarta, Kamis (16/1/2020). (Foto: JN)

Geosiar.com, Jakarta – Sejumlah organisasi masyarakat (Ormas) Katolik menggelar Misa Syukur Awal Tahun 2020, yang diselenggarakan di Jakarta pada Kamis (16/1/2020). Kegiatan ini terbilang istimewa soalnya baru pertama kali semua Ormas Katolik berkumpul untuk menggelar misa bersama.

Adapun ormas yang berpartisipasi di antaranya Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI), Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA), Pemuda Katolik (PK), Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI), Forum Masyarakat Katolik Indonesia (FMKI), dan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Indonesia (PMKRI).

Mengangkat tema “Hiduplah Sebagai Sahabat Bagi Semua Orang”, misa ini dipimpin oleh empat imam, yakni Romo Siswantoko, Pr, sebagai konselebran utama, selanjutnya Romo Widyarsono, SJ, Romo Haryanto, Pr, dan Romo Haryanto, SJ. Uniknya, keempat imam itu menyampaikan kotbah secara bergilir.

Sebagai pembuka khotbah, Romo Widyanto yang merupakan Pembina Ikatan Sarjana Katolik (ISKA), mengutarakan kebanggaannya melihat antusiasme ISKA dalam membangun jaringan hingga ke daerah. Hal itu diketahuinya saat menghadiri acara Rapimnas ISKA di Caringin, Bogor pada Oktober 2019 lalu.

“Di daerah mayoritas Kristen dan Katolik, ISKA cukup berkembang. Yang khas dari kepemimpinan Ketua Umum, Mas Hargo (Mandirahadjo) adalah ISKA DKI berkembang, tidak hanya ISKA dari Medan dan daerah lainnya,” tutur Romo Widyanto sebelum menyampaikan kotbah tentang “Kekalahan Israel dalam pertempuran melawan bangsa Filistin”. 

Dalam kotbahnya, Romo Widyanto menekankan pentingnya berjuang untuk menemukan masa depan. Perjuangan itu, kata Romo, haruslah dengan mengandalkan Tuhan .

“Kita, seperti orang Israel, sering kali bangga dengan Tabut Perjanjian Tuhan, namun kemudian dipukul mundur oleh orang Filistin. Karena itu, kita juga mesti berusaha menemukan masa depan dengan berjuang. Juga dalam organisasi seperti ini. Kita mungkin bangga dengan Tabut Perjanjian namun lupa berjuang. Karena itu, tantangan kita adalah bagaimana mengisi masa kini dan masa depan Ormas kita,” imbuhnya, “Kita mesti mengandalkan Tuhan dalam kerja-kerja membangun bangsa dan negara ini,” lanjutnya.

Sementara itu, Romo Haryanto, Pr, yang merupakan Romo moderator ISKA DKI dalam kotbahnya mengatakan, menjalani tahun yang baru haruslah dengan penuh sukacita dengan memberikan kabar positif kepada sesama. Dia pun berharap seluruh Ormas Katolik dapat memberitakan hal positif yang lebih banyak lagi.

“Malam ini kita berkumpul untuk membuat berita positif bahwa tidak ada lagi gontok-gontokan. Kita merayakan bersama bahwa ada berita baik yang lebih penting untuk dikabarkan. Karena itu, tahun 2020 ini kita harus membuat lebih banyak berita yang positif. Kita akan tetap bersukacita, joyfull, dan bersemangat,” ujarnya.

Kotbah selanjutnya disampaikan Romo Haryanto, SJ, yang juga moderator Ormas Pemuda Katolik. Ia menekankan bahwa kini semua orang hidup dalam zaman yang mabuk dengan simbol-simbol agama seperti orang Israel yang beranggapan akan menang hanya karena membawa Tabut Perjanjian tanpa berjuang. 

“Misalnya saja saat menjelang pemilu, banyak orang Katolik menemui Uskup di daerahnya hanya untuk meminta berkat dan dukungan doa. Mereka beranggapan bahwa menjadi katolik saja – dan bukanya berkerja keras – sudah merupakan obat manjur untuk memenangkan pertarungan,” tutur Romo Haryanto. “Kehadiran kita di sini diharapakan membuat kita ‘tergerak’ untuk melihat lebih jauh ke depan, sehingga tidak hanya terus berantam dengan diri kita sendiri,” lanjutnya.

Oleh karena itu, Romo Haryanto berharap agar seluruh Ormas Katolik bisa terus hadir dalam lingkup yang lebih luas lagi dengan menggerakkan cabang-cabang, ranting, untuk melangkah bersama ke depan. Kegiatan seperti ini, menurutnya menjadi awal yang baik dan penting untuk memulai usaha bersama tersebut.

“Saya mengharapkan semua Ormas Katolik melakukan hal yang sama, tergerak hatinya untuk melangkah. Kita harus berani kerja keras tidak hanya mengandalkan simbol kekatolikan kita. Ini membutuhkan ketergerakkan hati kita,” imbuhnya. 

Kotbah terakhir yang disampaikan Romo Siswantoko yang juga moderator WKRI menegaskan bahwa kita sebagai manusia harus memiliki optimisme untuk menyelesaikan masalah. Meski berada di titik terendah dalam hidup, kita harus tetap  memiliki semangat, semagat di jalan Kristus.

Suasana Misa Syukur Awal Tahun 2020 yng diselenggarakan Ormas Katolik di Jakarta, Kamis (16/1).

Usai misa, acara dilanjutkan dengan resepsi bersama yang dipandu oleh Sekretaris ISKA DPD DKI Jabodebatek, Longginus Hadi. Kemudian dilanjutkan dengan kata sambutan dari para ketua Ormas Katolik. 

Ketua DPD ISKA Sumatera Utara (Sumut) Drs Hendrik Halomoan Sitompul MM, kepada Geosiar.com menyampaikan bahwa kegiatan bersama seperti ini sangat elok bila dilakukan secara rutin untuk ke depannya. Sebab, dengan adanya kegiatan seperti ini, seluruh Ormas Katolik dapat saling berbagi informasi dan bekerja bergandengan demi mencapai sebuah tujuan bersama.

Untuk wilayah Sumut sendiri, lanjut Hendrik, ISKA terbilang cukup aktif dalam menjalankan program-programnya, terlebih lagi jika bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut dan Pemko Medan. Walaupun hal tersebut masih memiliki banyak kekurangan dan perlu ditingkatkan lagi, ISKA Sumut turut mengambil bagian dan berperan serta bersama jajaran di Pemprovsu meningkatkan pembangunan di Sumut khususnya dalam pengembangan karakter masyarakat. 

“Harapannya, dengan kegiatan yang dilakukan secara bersama seperti ini, bisa lebih mempererat hubungan antar Ormas-ormas Katolik yang ada di Indonesia. Sebab, kegiatan ini membuktikan bahwa Ormas Katolik hidup dan aktif berperan untuk membangun karakter masyarakat. Semoga ke depannya, Ormas Katolik di mana pun berada dapat membuat program-program baru yang lebih kreatif demi tercapainya tujuan sesuai visi dan misinya,” ucap alumni PPRA 52 Lemhannas RI ini.

Di lokasi yang sama, Ketua panitia acara Michele dari Pemuda Katolik menyampaikan apresiasinya kepada seluruh Ormas Katolik, karena berkat kerja samanya kegiatan misa syukuran bersama ini bisa terlaksana sesuai rencana. Ia pun berharap, kegiatan ini bisa dilakukan secara rutin pada agar komunikasi atara ormas bisa terus berjalan dan berkolaborasi untuk kebaikan masyarakat dan NKRI.

“Inilah misa pertama yang kami laksanakan. Kami sebenarnya membagi-bagi tugas. WKRI bertugas sebagai tuan rumah, ISKA bertugas menyediakan konsumsi, Liturgi ditanggung oleh FKMI, adik-adik dari PMRI bertugas menerima tamu, dan Pemuda Katolik bertugas untuk melakukan koordinasi. Semoga saja kita terus menjalin komunikasi dan berkolaborasi untuk kebaikan masyarakat dan bangsa kita,” ujarnya.

Ketua DPD ISKA Sumut, Hendrik Sitompul, sedang menghibur anggota Ormas Katolik. Foto: JN

Kegiatan ini berlangsung sangat meriah dengan iringan koor dari Ikatan Keluarga Manggarai Kebun Jeruk (IKMKJ), pimpinan Libertus Jehani. Koor yang beranggotakan sekitar 20-an orang itu mengenakan baju adat Manggarai, Flores, NTT, dengan dirijen Oscara Raja. Kemudian, hiburan-hiburan volal solo yang dilakukan para pimpinan ormas dan hadirin lainnya.

Nasional

Ormas Katolik Tolak RUU Ketahanan Keluarga, Berikut Alasannya

Published

on

Ilustrasi

Geosiar.com, Jakarta –  Ormas-ormas Katolik yang terdiri dari Pemuda Katolik, Wanita Katolik Republik Indonesia, Ikatan Sarjana Katolik Indonesia dan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia),  Seknas Forum Masyarakat Katolik Indonesia menyatakan Menolak RUU Ketahanan Keluarga.

Adapun alasan penolakan tersebut yang ditetapkan pada Selasa (25/2/2020) karena hal-hal sebagai berikut:

1. Kami menilai RUU tersebut merupakan kemunduran demokrasi dan bukan merupakan hal urgen yang harus diprioritaskan. Masih banyak persoalan bangsa yang harus diprioritaskan saat ini antara lain Toleransi antar umat beragama.

2. Gagasan RUU Ketahanan Keluarga menempatkan Negara terlalu jauh mengurusi persoalan yang bersifat pribadi keluarga yang semestinya tidak etis diatur oleh pihak lain terlebih oleh pemerintah.

3. Bahwa pola asuh, mendidik dan membesarkan anak dalam lingkungan keluarga merupakan tanggungjawab dan komitmen istimewa masing-masing orang tua (suami dan istri) dengan budaya dan entitas yang berbeda-beda antar keluarga. Hal ini perlu dihormati serta dihargai oleh negara, oleh karena itu sangat tidak tepat apabila hal-hal tersebut diatur dalam undang-undang yang bersifat totaliter dan memaksa.

Adapun Ketua Presidium PP Iska yakni V. Hargo Mandirahardjo. Seknas FMKI Yulius Setiarto, Ketua Presidium DPP WKRI yakni Justina Rostiawati. Kemudian Ketua Umum Pemuda Katolik yaitu Karolin Margret Natasa, dan Mandataris Terpilih Ketua Presidium PMKRI yaitu Benidiktus Papa.

Continue Reading

Ekonomi

Erick Thohir: Silahkan Berpartner dengan BUMN Tapi Jangan Diakali

Published

on

Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: dok/ist)

Geosiar.com, Jakarta – Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan kepada pihak swasta untuk tidak mengakal-akali BUMN bila menjalin suatu kerja sama dengan perusahaan negara. Hal itu disampaikannya saat menghadiri acara yang digelar CEO CT Corp Chairul Tanjung di Ritz Carlton, Jakarta, Rabu (26/2/2020).

“Silakan berpartner dengan BUMN yang baik, jangan BUMN-nya diakali. Nih banyak juga BUMN diakali. Jangan sampai taruh di dalam tapi menggerogoti BUMN,” kata Erick dalam sambutannya.

Erick membuka ruang bagi pengusaha swasta untuk bekerja sama dengan perusahaan negara. Tujuannya agar BUMN tak terlalu mendominasi proyek yang ada di dalam negeri. Namun, dia minta para pengusaha swasta tidak mengakali BUMN. Kepada CT, dia bilang banyak swasta mengakali BUMN.

“Dengan ini saya berharap, Pak Chairul saya ingin swasta kerja sama dengan BUMN tapi saya titip, jangan diakali. Kalau saya bangun ekosistem, ayo sama-sama bersaing bersama, bisa bersaing secara internasional. Jangan dibalik, business as usual, BUMN-nya digerogoti, bangkrut. Tolong,” imbuhnya.

Apabila hasil kerja sama BUMN dan swasta merugi, Erick mengatakan tak mungkin bebannya diberikan ke swasta. Padahal BUMN adalah pengelola, bukan pemilik perusahaan.

“Ini bukan badan usaha milik nenek lu. Ini jelas kita pengelola. Ada batasan-batasannya. Kita enggak bisa cemburu sama Pak CT karena perusahaan pribadi,” sebutnya.

Tak hanya itu, Erick juga menegaskan bakal mencopot direksi BUMN yang ingin buat bangkrut perusahaan.

“Saya pastikan juga BUMN yang mau bangkrutkan BUMN, direksinya saya copot, tapi swastanya tolong saya. Keluhan swasta saya dengerin kok tapi win-win juga. Berpartner yang baik supaya hasil baik. Toh agar kepentingan dividennya baik,” pungkasnya.

Continue Reading

Nasional

Banjir Jabodetabek, 19 Ribu Lebih Warga Mengungsi

Published

on

Banjir di Jakarta (Tirto.id)

Geosiar.com, Jakarta – Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB melaporkan, lebih dari 19 ribu warga Jabodetabek mengungsi akibat banjir beberapa waktu lalu. Data Pusdalops BNPB per Rabu (26/2/2020), pukul 11.00 WIB merilis, sebanyak 19.901 warga atau 5.954 KK mengungsi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).

“Jumlah itu tersebar di 214 kelurahan dan desa dengan jumlah terdampak tertinggi di wilayah Jakarta Timur,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB, Agus Wibowo, Rabu (26/2/2020).

Sementara, pengungsi tersebar di 89 titik pos dan terbanyak di Jakarta Timur yakni 53 titik. Pusdalops BNPB mengidentifikasi 11 kabupaten dan kota Jabodetabek terdampak. Titik pengungsian itu yaitu Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Kabupaten Bogor, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan dan Kabupaten Karawang.

“Banjir yang terjadi di wilayah tersebut berdampak pada 74.452 jiwa atau 22.405 KK. Berikut ini rincian jumlah warga terdampak di setiap kabupaten/kota di Jabodetabek, antara lain Kabupaten Karawang 43.840 jiwa (14.376 KK), Jakata Timur 24.676 jiwa (6.131 KK), Kota Tangerang 2.574 jiwa (982 KK), Kota Tangerang Selatan 2.380 jiwa (14.376 KK), Jakata Utara 888 jiwa (255 KK) dan Jakarta Barat 94 jiwa (16 KK),” tutur Agus.

Ketinggian air di wilayah terdampak masih beragam antara 5-100 cm. Di Jakarta Timur, di beberapa titik, genangan masih mencapai 100 cm.

Banjir parah terjadi pada Selasa (25/2/2020). Dari Jakarta, Bekasi hingga Tangerang Selatan terdampak banjir.

Mengenai jumlah korban meninggal dunia dan hilang, Pusdalops BNPB mencatat korban jiwa 5 orang dan hilang 3. Rincian korban meninggal sebagai berikut, Kota Bekasi 1 orang, Jakarta Timur 1, Jakarta Barat 1 dan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) 1, sedangkan hilang Kota Bekasi 2 dan Tangsel 1. Tim gabungan di wilayah Kota Bekasi masih terus mencari korban hilang tersebut.

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com