Connect with us

Politik

Ridwan Kamil Izinkan ASN Ikut Pilkada Namun ‘Jangan Pakai Fasilitas Negara’

Published

on

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil

Geosiar.com, Jabar – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengizinkan aparatur sipil negara (ASN) ikut dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020. Akan tetapi katanya, mereka harus mengedepankan etika dan mematuhi aturan yang berlaku.

Emil mengatakan bahwa dirinya memang menghormati hak atau ambisi politik dari semua warga, termasuk para ASN yang ingin maju sebagai kepala daerah. Tetapi lanjutnya, mereka harus tetap mengetahui mekanisme yang tertuang dalam aturan dan etika tempat mereka bertugas.

Etika yang dimaksud adalah menghargai tugasnya sebagai ASN. Misalnya, tidak menggunakan fasilitas negara dan memanfaatkan jam kerjanya sebagai ASN saat melakukan penjajakan politik.

“Jangan menggunakan fasilitas dan anggaran negara untuk kepentingan pribadi dalam sisi politik dan jangan (penjajakan politik) di jam kerja. Jadi kalau ada sekda (sekretaris daerah) atau kepala dinas punya ambisi itu haknya, silakan,” ungkapnya.

Tak hanya itu, ASN yang memutuskan dan resmi mendaftar sebagai calon kepala daerah harus berani menanggung risiko. Salah satunya mengundurkan diri serta melepas statusnya sebagai ASN.

Menurut pengalamannya ketika mengikuti Pilgub, dirinya melepas status ASN sebagai dosen di Institut Teknologi Bandung.

“Jadi, ikuti undang-undangnya. Saya keluar sebagai ASN,” jelasnya.

Diketahui, terdapat 8 daerah di Jabar yang menyelenggarakan Pilkada. Daerah itu adalah Kabupaten Bandung, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Karawang, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Tasikmalaya serta Kota Depok.