Connect with us

Nasional

Gubernur Bali Minta Anies Berani Hadapi Pengusaha Soal Kantong Plastik

Published

on

Ilustrasi larangan kantong plastik di DKI Jakarta. [Foto @iddkp]

Geosiar.com, Bali – Pemprov DKI Jakarta secara resmi melarang penggunaan kanton plastik sekali pakai di pusat perbelanjaan, toko swalayan, hingga pasar rakyat di wilayah Ibu Kota. Larangan ini pun mendapat dukungan dari berbagai pihak termasuk Gubernur Bali I Wayan Koster.

Meski memperoleh banyak dukungan, kebijakan ini pastinya juga akan menuai protes dari para pengusaha. Terkait hal ini, Koster mengimbau Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk tidak takut atas protes yang dilontarkan para pengusahan tersebut.

“Harus berani hadapi pengusahanya, bilang ke mereka bahwa salah satu tugas pengusaha adalah membuat lingkungan bersih, supaya masyarakat itu hidupnya sehat, ” tutur Koster dikutip dari Kumparan, Selasa (14/1/2019).

Menceritakan pengalamannya, Koster mengatakan bahwa pemerintah Bali juga sempat diprotes bahkan digugat. Tapi, pemerintah menang saat Judicial Review di Mahkamah Agung (MA).

“Kalau di Bali dulu juga kan digugat, di Judicial Review di Mahkamah Agung (MA), Tapi kita memang. Jadi walaupun di tentang menurut saya, proses yang dilakukan di MA soal uji materi terhadap Pergub 97 2018 oleh sejumlah pihak, itu dipakai Yurisprudensi,” lanjut Koster.

Oleh karena itu, Koster mengimbau agar Anies tidak takut sebab kebijakan pembatasan larangan kantong plastik sudah memiliki landasan hukum yang kuat. Anie diimbau untuk mencontoh pembatasan larangan kantong plastik yang dimiliki Bali sesuai Pergub Bali Nomer 97/2018.

“Tidak perlu takut dari sisi aturannya. Itu bisa dipakai dan dijadikan contoh, Sekarang tinggal berani apa tidak,” pungkasnya.

Sejak Pemprov DKI mengesahkan kebijakan pembatasan kantong plastik, tak sedikit pihak yang memprotes aturan, mulai dari pedagang pasar tradisional, Asosiasi Industri Olefin, Aromatik dan Plastik Indonesia (Inaplas) dan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI).