Connect with us

Politik

Disoal Warga, DPRD Medan Tinjau Usaha Bengkel Tak Miliki Izin, Ini kata Wakil Rakyat

Published

on

Medan, Geosiar.com – Ketua Komisi IV DPRD Medan Paul MA Simanjuntak SH minta Kasatpol PP Kota Medan melakukan tindakan penghentian operasional kepada pemilik bengkel perakitan rangka bangunan di Jl Cengkeh Kelurahan Harjosari II Kec Medan Amplas. Selanjutnya, setelah memberikan peringatan dan memenuhi prosedur langkah penindakan supaya segera disegel dan eksekusi.

Penegasan itu disampaikan saat melakukan peninjauan lokasi bengkel bersama anggota komisi IV yakni Antonius D Tumanggor, Dame Duma Sari Hutagalung, Dedi dan Rizki Nugraha, Selasa (14/1/2020). Usaha rakitan rangka baja milik CV Jaya Multi Kontraktor disoal warga karena berada persis di pemukiman dekat perumahan Villa Gading Mas dan Perumahan Royal Mutiara Residance.

Dalam kunjungan kerja (kunker) Komisi IV DPRD Medan yang mengikutsertakan pihak Pemko Medan dari Kasatpol PP Sofyan, Camat Medan Amplas Edie Matondang, Lurah Harjosari II dan mewakili Dinas PKPPR Cahyadi sepakat akan melakukan tindakan kepada pemilik bengkel.

Sebab, pengaduan warga masalah terganggu kenyamanan karena aktifitas bengkel ternyata benar. Bahkan suara bising saat melakukan rakitan rangka besi baja membuat warga tidak nyaman. Bahkan badan jalan cepat rusak karena dilalui truk bermuatan baja melebihi tonase.

Parahnya, saat ditanyai dilapangan, mewakili pemilik bengkel mengaku bernama Edy tidak bisa menunjukkan izin usaha apa pun terkait aktifitas. Pada hal, usaha itu disebut sudah beroperasi sekitar 6 bulan dan tetap disoal warga.

“Kita minta dengan hormat kepada perwakilan pemilik bengkel supaya menghentikan aktifitas nya. Kita menyahuti keluhan masyarakat, mereka terganggu karena suara bising. Rakyat ngadu dan benar terjadi suara bising dan tidak ada pula izin, jadi tolong dihentikan dulu lah, ” pinta Paul Simanjuntak kepada Edi perwakilan pemilik bengkel.

Hal yang sama juga disampaikan Antonius Tumanggor, agar usaha bengkel dihentikan sebelum mengantongi izin resmi. “Kita juga berharap jangan sampai ada gesekan yang memicu keributan sehingga lingkungan tidak kondusif,” ujar Antonius Tumanggor yang diamini Rizki Nugraha.

Sementara itu, Camat Medan Amplas Edie Matondang mengaku sudah pernah melakukan perintah stop kepada pemilik bengkel. Perintah stop melakukan kegiatan karena menyahuti pengaduan warga. “Namun kendati sudah kita peringati, pemilik usaha bengkel terkesan bandal tidak mengindahkan saran kita,” terang Edie.

Atas dasar itu pula, Ketua Komisi IV Paul MA Simanjuntak minta jajaran Pemko Medan menegakkan aturan yang berlaku. Bagi yang melanggar kiranya diberikan efek jera dan sosialisasi. (lamru)

Advertisement

Politik

Lantik DPP Baru, Hanura Undang Wiranto Sebagai Wantimpres

Published

on

Wiranto diundang dalam kapasitasnya sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) pada acara pelantikan pengurus DPP Hanura 2019-2024. [Foto: dok/istimewa]

Geosiar.com, Jakarta – Partai Hanura akan menggelar acara pelantikan kepengurusan DPP periode 2019-2024, hari ini, Jumat (24/1/2020) pukul 19.00 WIB di JCC Senayan, Jakarta. Sejumlah tokoh politik dikabarkan sudah diundang dan menyatakan kehadirannya. Bagaimana dengan Wiranto?

Ketua panitia acara, Benny Rhamdani mengatakan bahwa pihaknya juga sudah mengundang mantan Ketua Umum Partai Hanura itu. Namun, Wiranto diundang bukan dalam kapasitasnya sebagai orang penting di kepengurusan Partai Hanura, melainkan dalam kapasitasnya sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).

“Pak OSO dan panitia pasti mengundanglah Pak Wiranto sebagai ketua Wantimpres,” ujar Benny, Kamis (23/1/2020).

Terkait kehadiran Wiranto dalam acara tersebut, Benny mengaku tidak bisa memastikannya. “Tapi kita belum tahu (Wiranto akan hadir atau tidak). Akan kita cek siapa-siapa yang hadir,” lanjut Benny.

Selain Wiranto, Hanura juga telah mengundang Presiden Joko Widodo (Jokowi), Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin, sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju, para duta besar, dan kolega-kolega Ketua Umum Hanura Oesman Sapta Odang (OSO).

Seperti diketahui, hubungan Wiranto dengan internal Hanura sempat memanas lantaran OSO menggelar munas secara cepat dan mendadak, tanpa mengundang Wiranto, selaku pendiri. Pada munas itu juga OSO kembali terpilih secara aklamasi. Wiranto yang merasa tak dihargai menolak hasil munas tersebut.

Continue Reading

Politik

Hasto Sambangi KPK: Saya Memenuhi Undangan

Published

on

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto memenuhi panggilan KPK guna menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (24/1/2020). [Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono]

Geosiar.com, Jakarta – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) tampak berada di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (24/1/2020). Ia mengaku alasannya datang ke KPK untuk memenuhi panggilan penyidik terkait kasus suap penetapan pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR 2019-2024.

“Hari ini saya memenuhi tanggungjawab warga negara dalam menjaga marwah KPK memenuhi undangan untuk hadir sebagai saksi,” ujar Hasto di lobi Gedung Dwiwarna KPK, Jakarta Selatan, Jumat (24/1/2020).

Hasto mengatakan dirinya diperiksa sebagai saksi dari mantan komisoner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan. Dia sudah berada di KPK sejak pukul 09.00 WIB.

“(Bersaksi) terhadap dugaan apa yang terjadi kepada mantan komisoner KPU, saudara Wahyu (Setiawan),” jelas Hasto.

Namun, Hasto tidak merinci lebih detail keterkaitannya dengan perkara yang juga menjerat eks calon legislatif PDIP, Harun Masiku. Ia akan menyampaikan hasil pemeriksaan nanti dalam keterangan pers.

“Untuk itu saya akan datang dan keterangan pers akan saya sampaikan setelah pemeriksaan tersebut makasih,” tandasnya.

Selain Hasto, KPK juga memanggil komisioner KPU Evi Novida Ginting Manik dan Hasyim Asy’ari. Namun, keduanya belum mengetahui akan diperiksa untuk tersangka siapa.

“Belum tahu lah, orang belum masuk saya. Janji jam 10,” singkat Evi.

Seperti diketahui, KPK telah menetapkan empat tersangka dalam perkara ini. Mereka ialah eks komisioner KPU Wahyu Setiawan, politikus PDIP Harun Masiku, eks anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina, dan Saeful (swasta).

Continue Reading

Politik

Kado Spesial PDIP di Ultah ke-73 Megawati

Published

on

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri. [Foto: dok/ist]

Geosiar.com, Jakarta – Seluruh anggota dan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memberikan kado istimewa berupa gerakan menanam pohon kepada Ketua Umum (Ketum) PDIP Megawati Soekarnoputri yang genap berusia 73 tahun pada hari ini, Kamis (23/1/2020).

“Gerakan menanam pohon, menjaga sungai agar bebas dari sampah, menjaga sumber mata air kehidupan, dan merawat lingkungan hidup agar semakin asri adalah hadiah istiwema bagi Ibu Megawati Soekarnoputri,” ujar Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto dalam keterangan tertulisnya, Kamis (23/1/2020).

Hadiah ini diberikan mengingat Presiden kelima RI itu memutuskan tidak memperingati ulang tahunnya secara besar-besaran dan lebih memilih untuk merayakannya bersama keluarga dan orang-orang terdekat saja.

“Sejak beberapa bulan yang lalu, Ibu Megawati telah memutuskan untuk tidak merayakan secara khusus,” jelas Hasto.

Sehingga, anggota dan kader PDIP memilih merayakan ulang tahun itu dalam bentuk Gerakan Mencintai Bumi sebagai bentuk dedikasi bagi Megawati yang begitu mencintai tanaman. “Jadi politik itu sederhana. Politik itu bukan ramai di media. Politik itu karya bagi kehidupan dan masa depan,” ungkapnya.

Lebih jauh, Hasto menceritakan pengalamannya ketika menemani Megawati di salah satu kebun tanamannya di Bogor. “Ada sebuah pohon langka yang dahannya patah, dengan penuh rasa sayang, Ibu Megawati merawat pohon itu, dan dengan cekatan membuat semacam gibs untuk menyambung dahan yang patah itu. Semua dilakukan dalam hening, penuh kontemplasi. Ia punya hak hidup kata Ibu Mega kepada saya,” ucap Hasto mengenang.

Dalam cerita kuno, lanjut Hasto, ada sosok Kstria yang bertapa ‘ngalong’. Seluruh mata hati dan pikirannya penuh kepasrahan dan rasa cinta terhadap bumi dan seluruh alam semesta, maka ia pun mendapat ilmu Pancasona, ilmu keabadian. Meski Ksatria itu mati, begitu raganya menyentuh bumi, ia akan hidup kembali.

“Apa yang dilakukan oleh Ibu Mega adalah menghadirkan wajah politik pada esensi mencintai dan merawat kehidupan. Hal inilah yang menjadi salah satu kekuatan Beliau mengapa mampu menghadapi berbagai ujian dan terpaan gelombang politik,” tandasnya.

Hasto mengatakan, puncak Gerakan Mencintai Bumi tersebut akan dilakukan di Jawa Barat pada Minggu, 2 Februari 2020. Di sana, akan dilakukan penghijauan di lahan kritis sepanjang Sungai Citarum.

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com