Connect with us

Sumut

Beda Keterangan 3 Pembunuh Jamaluddin Soal Imbalan Rp 100 Juta

Published

on

ZH (41), JP (42) dan RP (29) saat rekonstruksi kasus pembunuhan Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jamaluddin, di Coffee Town, Jalan Ngumban Surbakti, Medan Selayang, Senin (13/1/2020). [Foto: Merdeka.com/Yan Muhardiansyah]

Geosiar.com, Medan – Otak pelaku pembunuhan Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jamaluddin yang juga merupakan istrinya, Zuraida Hanum (41) mengaku telah menjanjikan imbalan kepada dua eksekutor, Jefry Pratama (42) dan Reza Pahlevi (29), untuk menghabisi nyawa suaminya. Imbalan itu disebut berupa umroh gratis dan uang tunai Rp 100 juta. Namun, ketiga tersangka mengungkap keterangan yang berbeda terkait hal ini.

Hal itu terungkap saat ketiga tersangka menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan di Coffee Town, Jalan Ngumban Surbakti, Medan Selayang, Senin (13/1/2020). Di lokasi itu, rencana pembunuhan korban dimatangkan oleh ketiga tersangka. Terungkap pula bahwa Jefry dan Reza masih satu keluarga.

“Yang saya tahu adegan memberikan uang kepada kepada adik saya (Reza) Rp100 juta, lain dari pada umrah. Umrah itu kami bertiga saya Hanum dan adik saya. Karena adik saya Reza tidak mau digantikan sama mamaknya. Jadi Rp100 juta plus umrah,” ujar tersangka Jefry Pratama (42) yang dibenarkan oleh RF.

Namun, pernyataan itu dibantah oleh ZH. Ia membenarkan ada menjanjikan umrah tapi tidak dengan uang tunai Rp 100 juta. Dalam hal ini, ZH bermaksud menggunakan uang Rp 100 juta untuk digunakan sebagai biaya umroh mereka.

“Saya janjikan Rp100 juta untuk umroh berempat suatu saat nanti. Tidak ada saya janjikan uang, tapi saya janjikan umroh untuk ibunya dan dia (RF dan JP), itu maksud saya,” jelas Zuraida kepada penyidik.

Setelah mencapai kesepakatan, tersangka RF dan JP langsung diberi uang tunai oleh ZH sebesar Rp2 juta. Uang itu digunakan untuk membeli keperluan yang dibutuhkan untuk eksekusi korban.

“Uang itu untuk membeli peralatan yang digunakan untuk eksekusi, yakni jaket, sepatu, hp, masker dan sarung tangan,” jelas tim penyidik.

Rekonstruksi yang digelar semalam masih pada tahap perencanaan saja. Total ada 15 reka adegan yang akan dilakukan, terdiri dari 5 lokasi. Polisi mengatakan soal uang Rp 100 juta itu masih akan didalami lagi oleh penyidik.