Connect with us

Sumut

Lindungi Populasi Ikan Pora-pora, Gubsu Fokus Benahi Danau Toba

Published

on

Ikan pora-pora hasil tangkapan nelayan di Danau Toba. [Foto: SuaraTani.com/iwan]

Geosiar.com, Medan – Gubernur Sumatra Utara, Edy Rahmayadi mengaku tengah fokus dalam melakukan pembenahan perairan Danau Toba. Selain untuk mendatangkan wisatawan, rupanya pembenahan kawasan Danau Toba dilakukan untuk melindungi populasi ikan pora-pora yang kian berkurang.

Menurut Edy, salah satu faktor yang memengaruhi penurunan populasi ikan pora-pora adalah adanya pencemaran lingkungan akibat adanya Keramba Jaring Apung (KJA). Ia pun meyakini kalau masyarakat sudah mengetahui hal tersebut.

“Dulu waktu saya masih kecil, ikan pora-pora banyak di situ. Kenapa sekarang sudah tidak ada, berarti ada pencemaran di sana itu, Masalah ya Anda pasti sudah tahu,” tutur Edy dikutip dari medanbisnisdaily.com, Senin (13/01/2020).

Oleh karena itu, Pemprov Sumut kini tengah fokus untuk memperbaiki kawasan ataupun lokasi-lokasi wisata di Danau Toba. Selain itu, dia menegaskan bakal menindak tegas pelaku-pelaku pencemaran lingkungan yang ada di sana.

“Iya harus kita hilangkan pencemaran yang ada di Danau Toba itu,” tandasnya.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan mencatat adanya penurunan signifikan ikan pora-pora yang juga dikenal dengan ikan bilih. Karenanya, pada pertengahan September 2019 lalu, mereka mendorong pelestarian ikan pora-pora dengan cara mendorong pengelolaan sumber daya ikan di perairan Danau Toba.