Connect with us

Sumut

Pemko Medan Sebut Masih Ada Lurah yang Takut Gunakan Dana Kelurahan

Published

on

Banyak lurah di Medan takut gunakan dana kelurahan

Geosiar.com, Medan – Sejumlah lurah yang ada di Kota Medan masih ada yang merasa takut dan enggan menggunakan dana kelurahan yang dikucurkan dari APBN senilai Rp 52 miliar, padahal sudah diberikan pelatihan dan pendampingan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Medan, Irwan Ritonga, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi I DPRD Kota Medan, Rabu (8/1/2020) yang dipimpin Ketua Komisi I DPRD Medan Rudyanto Simangunsong.

Irwan mengatakan, Pemko Medan mendapat dana kelurahan dari bantuan Dana Alokasi Umum (DAU) dari pemerintah pusat pada Juni 2019 dan mendapatkan Petunjuk Teknis (Juknis), akan tetapi kegiatan malah baru dilakukan jelang akhir tahun 2019.

“Karena program baru, banyak kendala yang dihadapi termasuk persoalan SDM yang mampu mengelola dana kelurahan. Selain itu ada keraguan dan kekhawatiran para lurah menggunakan dana kelurahan karena baru pertama kali dilakukan tersebut. Sehingga banyak yang mengembalikan dana nya ditahun lalu,” jelasnya.

Irwan melanjutkan, pihaknya sudah memberi motivasi pada masing-masing kelurahan supaya mampu menyalurkan dan menggunakan dana kelurahan sesuai ketentuan berlaku.

“Pelaksanaan dana kelurahan itu ada yang fisik dan bon fisik. Kalau fisik mereka mungkin tidak faham, jadi dilakukan pendampingan dari OPD. Kemudian non fisik yakni pemberdayaan dari OPD. Tapi tetap ada saja kecamatan/kelurahan masih ragu-ragu dan kurang faham. Karena pelaksanaannya pihak Kelurahan sedangkan pengguna anggaran adalah pihak kecamatan dengan peruntukkan pembangunan infrastruktur,” tandasnya.

Oleh karenanya, Irwan berharap ditahun berikutnya pelaksanaan anggaran kelurahan dapat berjalan dengan baik.

Anggota Komisi I DPRD Medan, Abdul Latief Lubis sebelumnya mengatakan, penggunaan dana kelurahan harus diawasi pelaksanaannya.

“Dana ini harus diaplikasikan sesuai peruntukkannya. Pemko Medan pun harus memberi pembinaan kepada lurah dan camat hingga tidak ada lagi ketakutan serta keraguan menggunaan dana ini,” tutupnya.