Connect with us

Politik

Fadli Zon Ungkap Alasan Prabowo ‘Lembek’ Soal Natuna

Published

on

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon di acara Mata Najwa dengan tema 'Ada China di Natuna' pada Rabu (8/1/2020) malam. [Foto: YouTube]

Geosiar.com, Jakarta – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon mengungkap alasan mengapa Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto terkesan ‘lembek’ kepada China yang mengklaim sepihak perairan di Natuna, Kepulauan Riau. Alasan itu diungkapnya saat menjadi bintang tamu (narasumber) di acara Mata Najwa dengan tema ‘Ada China di Natuna’ pada Rabu (8/1/2020) malam.

Dalam acara itu, Najwa Shihab selaku host, mengutip beberapa kata Prabowo saat Debat Capres 2019 yang terlihat garang ketika membicarakan topik kedaulatan RI yang diganggu asing. Perbedaan sikap Prabowo saat Debat Capres dan setelah menjadi Menhan pun membuat perempuan yang akrab disapa Nana ini penasaran dengan tanggapan Fadli Zon.

Awalnya, Nana menanyakan kepada Fadli Zon tentang kesiapan Prabowo soal ketegangan di Natuna. Kemudian, ia mengulas beberapa pernyataan berapi-api Prabowo sebelum menjadi Menteri Pertahanan yang membicarakan pertahanan dan kekuatan Indonesia.

“Pak! Diplomasi kalau hanya senyum-senyum menjadi nice guy ya begitu-gitu saja Pak,” ujar Prabowo saat Debat Capres 2019, pada 30 Maret 2019.

“Kalau ada armada asing masuk ke laut kita, apa yang bisa kita buat?” tanya Prabowo.

Setelah menampilkan kutipan Prabowo saat Debat Capres 2019, Nana pun kemudian membandingkan dengan pernyataan Prabowo setelah menjadi Menteri Pertahanan.

“Ya saya kira bisa diselesaikan dengan baik, bagaimanapun China negara sahabat,” ujar Prabowo saat ditanya tanggapannya soal masuknya kapal nelayan dan penjaga pantai milik China ke perairan Natuna.

“Kita cool saja, kita santai,” tutur Prabowo.

Sambil senyum-senyum, Nana kemudian menanyakan pendapat Fadli Zon atas perbedaan sikap Prabowo tersebut. Tak diduga, Fadli menganggap perbedaan sikap Ketua Umum Partai Gerindra itu merupakan hal wajar. Menurut Fadli, Prabowo berpikir secara logis dalam menghadapi konflik di Natuna.

“Pak Prabowo itu being realistic (realis). Jawaban saya gampang sekali, jadi selama ini ke mana saja. Setelah Pak Prabowo lihat kenyataannya memang kekuatan kita sangat lemah sekali di sana,” tutur Fadli Zon menanggapi pertanyaan Nana.

Selanjutnya, Fadli mengklaim justru saat Prabowo menjadi Menteri Pertahanan baru Indonesia serius memperhatikan kekuatan pertahanannya.

“Jadi kita wasting (membuang) berapa tahun untuk memperkuat armada kita di perbatasan, dan baru sekarang kita serius di bawah kepemimpinan Pak Prabowo sebagai Menteri Pertahanan,” jelas Anggota Komisi I DPR RI ini.

Fadli berujar bahwa apa yang dilakukan oleh Prabowo sesuai dengan asumsi perbandingan kekuatan militer Indonesia dan China. Ketua BKSAP (Badan Kerjasama Antar Parlemen) itu menjelaskan jika Indonesia menghadapi China secara frontal, Indonesia dipastikan bisa kalah.

“Sekarang pertanyaannya, kalau kita konfrontasi dengan China secara fisik, sudah pasti kita kalah. Kita harus realistis,” tegasnya.

Lantas, ia pun membenarkan sikap dan langkah Prabowo yang mengutamakan diplomasi dengan pemerintah China. Sikap Prabowo itu, kata Fadli, sebenarnya sudah membongkar kelemahan pertahanan di Indonesia dan baru sekarang ini, pertahanan Indonesia dibenahi secara serius oleh Prabowo selaku Menhan.

“Selama ini menurut saya mungkin kita belum (mengerahkan armada dan memperkuat persenjataan). Baru ketika ada masalah, kekuatan kita terlihat, bahwa kita tidak mempunyai kekuatan yang memadai, dan ini yang harus sekarang diperkuat,” pungkasnya.