Connect with us

Nasional

Ribuan Warga Lebak Mengungsi Akibat Longsor

Published

on

Longsor di Lebak

Geosiar.com, Lebak – Ribuan warga di 12 desa di Kabupaten Lebak terkena bencana banjir dan longsor. Akibatnya, kini warga mengungsi di sejumlah tempat, rumah ibadah, majelis taklim, gedung sekolah serta perkantoran.

“Kami memfokuskan pasca penanganan banjir dan longsor dengan melakukan pendataan dan menyalurkan bantuan untuk mengurangi risiko kebencanaan agar tidak menimbulkan korban jiwa,” ungkap Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Kaprawi di Lebak, Rabu (1/1/2020).

Sementara 12 desa yang terdampak bencana akibat curah hujan tinggi terjadi di empat kecamatan, meliputi Kecamatan Cipanas, yaitu Desa Sipayung, Talagahiang, Cipanas, Bintang Resmi, Bintang Sari, Sukasari dan Luhur Jaya; Kecamatan Lebak Gedong tersebar di Desa Banjar Irigasi, Banjarsari, Ciladaeun, Lebaksangka dan Lebak Situ; Kecamatan Sajira dan Kecamatan Curugbitung. Di dua kecamatan itu, BPBD masih melakukan pendataan.

Kaprawi melaporkan, tidak ada korban jiwa dalam bencana itu. Akan tetapi sejumlah infrastruktur rusak, seperti jembatan yang menghubungkan Kecamatan Cipanas-Muncang.

“Kami mengutamakan warga korban banjir dan longsor tetap tinggal di pengungsian sebelum banjir surut,” tutur Kaprawi.

Kaprawi mengatakan bahwa pihaknya telah mendirikan beberapa posko pengungsian dan dapur umum agar masyarakat korban bencana tidak mengalami kerawanan pangan dan serangan penyakit. Dinas Kesehatan juga sudah mendirikan posko kesehatan untuk melakukan pengobatan gratis.

Kini, lanjut Kaprawi, curah hujan masih berlangsung sehingga masyarakat tetap diimbau meningkatkan kewaspadaan bencana alam.

“Kami minta masyarakat yang tinggal di tepi aliran Sungai Ciberang agar waspada banjir jika curah hujan tinggi,” katanya.