Connect with us

Nasional

SBY Pasrah Jika Disalahkan Soal Jiwasraya

Published

on

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). [Foto: CHRISTOPHE ARCHAMBAULT/AFP/GETTY IMAGES]

Geosiar.com, Jakarta – Presiden keenam Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pasrah jika kembali disalahkan atas kasus-kasus yang terjadi di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), termasuk kasus asuransi Jiwasraya.

Hal itu diungkap Staf SBY, Ossy Dermawan secara tersirat terkait sikap SBY tentang masalah asuransi Jiwasraya. Ossy membocorkan tentang seseorang yang mendatangi SBY untuk menyatakan bahwa kasus Jiwasraya ini akan dibawa mundur ke tahun 2006. Orang itu bertemu SBY kemarin.

“Dengan tenang SBY menjawab: kalau di negeri ini tak satupun yang mau bertanggung jawab tentang kasus Jiwasraya, ya. Salahkan saja masa lalu,” tulis Ossy pada akun Twitter, Jumat (27/12/2019).

Menurut SBY, lanjut Ossy, krisis Jiwasraya baru terjadi sejak dua tahun terakhir. Namun, SBY mempersilakan pejabat saat ini menyalahkan masa lalu jika enggan menanggung beban masalah Jiwasraya.

“Yang rakyat ketahui, krisis besar Jiwasraya terjadi 2 tahun terakhir, 2018-2019. Jika ini pun tak ada yang bertanggungjawab, ya sudah, salahkan saja tahun 2006. Para pejabat tahun 2006 juga masih ada, mulai dari saya, Wapres JK, Menkeu SMI (Sri Mulyani), Men BUMN dll. Tapi, tak perlu mereka harus disalahkan,” lanjut dia.

Selain itu, Ossy juga mengatakan kalau SBY juga pasrah apabila disalahkan mengenai kekacauan yang terjadi di BUMN saat ini.

“Saya juga dapat informasi; katanya sekarang banyak BUMN (termasuk sejumlah bank) yang bermasalah. Mulai dari keuangan yang tak sehat, utang yang sangat besar sampai dengan dugaan penyimpangan (melanggar aturan). Kalau begini, jangan-jangan saya lagi yang disalahkan. Begitu respons SBY,” jelas Ossy.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menuding bahwa masalah yang terjadi di tubuh Jiwasraya dimulai sejak 10 tahun lalu. Persoalan itu berawal dari banyaknya tunggakan polis pembayaran kepada nasabah yang membelit PT Asuransi Jiwasraya. Jika dilihat 10 tahun yang lalu, maka jelas persoalan itu terjadi di era kepemimpinan SBY.

“Ini persoalan yang sudah lama sekali 10 tahun yang lalu, problem ini yang dalam 3 tahun ini kita sudah tahu dan ingin menyelesaikan masalah ini. Ini bukan masalah yang ringan,” kata Jokowi kepada wartawan di Hotel Novotel Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (18/12/2019).